
Saat itu.....
Arum berjalan keluar toko sepatu dengan mulut komat-kamit, ia tak memperhatikan langkahnya sampai tak sengaja menabrak seseorang di depannya.
BRUG
" Eh maaf, saya tidak sengaja " ucap Arum menundukan kepalanya.
" Rumi?"
Arum mendongakkan kepalanya cepat " re-reza?" Kaget Arum
Dengan sekali tarikan tubuh Arum sudah berada di pelukan Reza, Arum tidak bisa menghindar saking kagetnya.
" Rumm Lo kemana aja hmm? Gue cari Lo selama ini.....gue...kangen sama Lo" Reza mengeratkan pelukannya.
Belum puas dengan rasa rindunya, tiba-tiba sebuah tangan menarik kerah bajunya lalu menghajar wajahnya habis-habisan.
BUGHH
" Berani-beraninya Lo nyentuh istri gue!!" Murka Haidar dengan tangan kanan memukul bertubi-tubi wajah laki-laki itu, tangannya yang sakit bahkan ia abaikan.
Reza tersentak kaget mendengar lontaran pria di depannya itu, istri? Apa Arum sudah menikah? Karena mendapat tekanan dari Haidar, Rezapun tak segan-segan membalas Bogeman mentah Haidar hingga sudut pria itu berdarah.
" Mas jangan!!!" Ucap Arum namun tak di gubris oleh suaminya, mereka menjadi tontonan semua orang di mall.
" Cukuppp!" Mohon Arum namun tetap tak di gubris.
Melihat suaminya yang membabi buta, Arum menjadi takut " HAIDAR!!!" Pekik Arum berhasil menghentikan mereka
Haidar menatap Arum dengan tatapan sulit di artikan.
" CUKUP KAMU KELEWATAN!!" Teriak Arum marah, wanita itu menghampiri Reza yang terkapar di lantai " kamu gak papa?" Tanya Arum khawatir.
Tangan Haidar mengepal, bahkan istrinya itu lebih membela laki-laki lain dibanding dirinya. Haidar menatap Arum kecewa, dengan rasa amarah di dadanya ia pergi dari kerumunan.
Arum membantu Reza untuk berdiri " maafin suami aku za, dia hanya salah faham " ucap Arum merasa bersalah melihat wajah Reza yang sudah dipenuhi lebam bahkan darah.
" Suami?" Tanya Reza memastikan
" Gue mohon rum, jawab bukan " mohon Reza dalam hatinya.
" Iya " jawab Arum pelan.
__ADS_1
POTEKK
Terluka tapi tak berdarah, itulah kondisi hati Reza sekarang, tak pernah terbayangkan olehnya kalau Arum sudah dipinang oleh laki-laki lain. Dan tadi ia malah memeluknya di depan umum? Apa bedanya ia dengan seorang pembinor?
Reza tersenyum miris " gue...keduluan ternyata" ucapnya lirih.
Arum meremas baju gamisnya, hatinya berkecamuk ketika melihat tatapan kecewa laki-laki di depannya itu." za..."
" Lo mending susul suami Lo itu " ucap Reza dingin.
" Tapi wajah kamu-"
" Pergi rum!! Dia lebih penting daripada gue! " Sentak Reza membuat Arum terperanjat.
Arum menundukkan kepalanya, Reza benar. Ia seharusnya menyusul suaminya sedari tadi, rasa bersalah mengendap dihatinya ketika mengingat ia membentak Haidar di depan semua orang.
" Maaf" lirih arum " kalau gitu aku pergi dulu, sekali lagi maafkan tindakan suami aku tadi " ucap Arum kemudian pergi dari hadapan Reza
Reza mengepalkan tangannya kuat, mengapa sakit sekali?? " Relain dia za " lirihnya pada diri sendiri.
Sedangkan disis lain.....
Haidar membawa kendaraannya dengan kecepatan di atas rata-rata, umpatan dari pengemudi lain ia abaikan. Amarah lebih mendominasi dirinya saat ini, ingatan kejadian dimana Arum berpelukan dan membentaknya terus berputar di kepalanya. Apa ia harus kembali menerima sebuah penghianatan? Sungguh hatinya sudah lelah.
Saat kakinya menginjak pedal gas lebih kencang, seekor kucing tiba-tiba melintas membuat ia segera membanting setir mobil ke arah kiri lalu--
BRAKKKK
" mas antarkan saya ke alamat ini ya" ucap Arum seraya menunjukan alamat rumahnya pada sopir taksi.
" Baik mbak " sang sopir segera melajukan kendaraannya menuju alamat yang dituju.
Saat di pertengahan perjalanan, mereka melihat keributan di depan sana atau lebih tepatnya sekumpulan orang yang sedang mengerubungi sesuatu hingga mereka tidak dapat lewat.
" Itu ada apa ya pak?" Tanya Arum pada sang sopir.
" Saya juga kurang tau mbak, kayaknya ada kecelakaan mobil deh " jawabnya.
Arum menurunkan kaca mobilnya saat seseorang akan melewatinya " permisi mas saya mau tanya" ucap Arum mencegat orang itu.
" Iya mbak?"
" Itu di depan ada apa ya? Kok banyak orang berkerumun?"
__ADS_1
" Oh itu mbak, ada kecelakaan mobil. Korbannya laki-laki, umurnya seumuran kaya mbak gini deh kayaknya. dia bawa mobilnya kencang banget sampai korban tewas di tempat " jelas orang itu.
Arum menyentuh dadanya yang tiba-tiba berdegup kencang, kenapa ia jadi teringat Haidar? Semoga dugaannya salah. " Maaf pak, laki-laki itu mengenakan pakaian warna apa?" Tanya Arum dengan perasaan was-was.
" Kalau gak salah kemeja polos warna putih sama celana cream, dilihat dari penampilannya sih kayaknya dia orang kaya tapi kasihan keluarganya belum ada yang tau "
Tangan Arum mulai bergetar, dadanya semakin berkecamuk. Air matanya sudah menumpuk dipelupuk matanya.
" Mbak gak papa?" Tanya orang itu
Arum menghiraukan pertanyaan orang itu kemudian ia segera turun dari mobilnya. Kakinya mendekati kerumunan yang semakin penuh. Air matanya turun semakin deras saat melihat mobil yang persis sekali dengan mobil suaminya sudah hancur tak berupa.
" Hiks itu bukan kamu kan mas?" Lirihnya
Dengan tangan bergetar Arum mengeluarkan handphonenya untuk menghubungi haidar
" Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, mohon untuk menghubungi beberapa saat lagi.....Tut "
Arum mencobanya berkali-kali, namun hanya suara operator layanan lah yang terdengar membuat tubuh Arum semakin bergetar dengan tangis deras. Arum perlahan berjalan lebih dekat lagi, ia berusaha membelah kerumunan orang-orang yang melihat korban.
Saat dirinya sudah berada di barisan paling depan sontak tangannya membekap mulutnya tak percaya, disana seorang pria yang sudah ditutupi koran tergeletak dengan darah berceceran dimana-mana. Pakaian yang sama persis dengan yang di gunakan suaminya tadi serta cincin kawin yang ada di jari pria itu berhasil membuat Arum menjerit histeris, hatinya hancur.
Arum ingin berlari ke arahnya tapi ditahan oleh beberapa orang.
" Mbak jangan!!! Kepolisian sedang mengevakuasi korban " ucap salah satu orang yang menahan Arum
Arum memberontak "HAIDARRRR!!! DIA SUAMI SAYA HIKS! LEPASKAN SAYA " orang-orang yang menahan Arum semakin menghadangnya.
" HAIDARR!! BANGUNNN!!! JANGAN TINGGALKAN AKU!!" Jerit Arum masih dalam cekalan mereka.
" SAYA MAU LIAT SUAMI SAYA!!" Jerit Arum lagi, nafasnya sudah tak beraturan. Ingin sekali ia menerobos garis kuning kepolisian di depan sana namun orang-orang ini malah menahannya.
" BANGUN MAS!!! BUKANNYA KITA MAU KEPESTANYA DITO MALAM INI HMMM? BANGUNN SAYANG AKU MOHON HIKS!!!" Teriak Arum pilu membuat orang-orang disana ikut merasakan kesedihannya.
" KAMU MARAH HMM?? KAMU BOLEH HUKUM AKU TAPI JANGAN KAYAK GINI HIKS AKU GAK SANGGUP!!" tubuh Arum makin melemah.
" ikhlaskan suami mbak, ini udah takdir "
Arum menggeleng-gelengkan kepalanya lemah, suaranya rasanya mau habis. Tenaganya terkuras banyak.
" Mas!!" Lirih Arum masih menangis pilu.
...****************...
__ADS_1
...**KALIAN DI TIM MANA NIH?...
... HAIDARUMI ATAU REZARUMI**😂...