Istri Ganda Haidar

Istri Ganda Haidar
Eps 27 - BERANTEM


__ADS_3

Keesokan harinya.....


CEKLEK


Arum membuka pintu kamarnya, dapat ia lihat keadaan suaminya yang terduduk di kasurnya lunglai dengan mata panda yang terlihat jelas seperti kekurangan tidur.


" Mas kenapa? Perasaan yang tidur larut itu aku tapi kok kamu yang kayak kurang tidur?" Tanya Arum seraya duduk di samping suaminya.


Haidar melirik tak semangat " aku gak bisa tidur " lirihnya.


Arum melirik suaminya yang membaringkan kepalanya di pahanya dengan tangan memeluk pinggangnya erat.


" Mas jangan tidur disitu "


" Hmmm sebentar aja sayang, aku ngantuk" ucapnya sambil medusel-duselkan wajahnya di perut Arum.


" Kamu udah sholat subuh?" Tanya Arum


" Udah, kamu udah?" Tanya Haidar balik


" Aku lagi datang bulan " Haidar hanya berdeham sebagai jawaban.


Arum mengelus-elus rambut Haidar membuat pria itu semakin nyaman dan segera pergi ke alam mimpinya.


Setelah lama menjelajahi alam mimpi, Haidar akhirnya terbangun dari tidurnya. Ia mengangkat kepalanya dan melihat wajah istrinya yang ikutan tertidur sambil menyender pada kepala ranjang.


" Badan kamu bisa sakit kalo tidur gitu " ucap Haidar meskipun istrinya itu tidak mendengarnya. Ia menatap wajah istrinya yang cantik, sepertinya ia memang sudah melupakan Nagita dan mulai mencintai istrinya ini. Jika ada yang menanyakan siapa yang ia cintai tentu saja Haidar tidak akan ragu-ragu menyebut istrinya lah yang sangat ia cintai.


Haidar mengecup kening istrinya pelan membuat mata lentik itu terbuka perlahan "eummm kapan bangun mas?" Tanya Arum sembari mengucek matanya pelan.


" Barusan " balas haidar dengan suara serak khas bangun tidur.


" Jadi ke rumah sakit?"


" Jadi dong, aku gak sabar buat copotin perban di tanganku"


" Yaudah kamu mandi dulu, aku mau bantu mamah nyiapin makanan " Arum beranjak turun dari kasur


" Sayangg " panggil Haidar


Arum menolehkan kepalanya " apa ?"


" Kamu gak mau mandi bareng aja?" Ucap Haidar dengan alis naik turun.


" GAKK!!" Ketus Arum kemudian pergi keluar kamar.


" Hufff punya istri galak banget, mana gak peka lagi... Untung sayang " ucapnya dengan senyum-senyum gak jelas.


*


*


*


" Udah siap?" Tanya Haidar ketika melihat istrinya sudah turun kebawah.


" Udah ayo berangkat "

__ADS_1


" Mah Haidar sama arum berangkat ya " Haidar menyodorkan tangan kirinya untuk bersalaman.


" Kamu gak sopan salam pake tangan kiri!!" Grutu Salma.


" Mama gimana sih?? Kan tangan kanan Haidar gak bisa!" Kesal Haidar


" Yaudah sana cepet pergi " usir Salma mengibas-ngibaskan tangannya. Haidar hanya menghela nafasnya kemudian menggandeng tangan istrinya untuk keluar


" Eh aku belum salam sama mamah"


" Ck udah gak usah, gak penting " ujar Haidar sengaja meninggikan suaranya.


" Dasar anak durjaman!! " Ketus Salma namun tak di gubris oleh Haidar.


Arum menggelengkan kepalanya, suaminya ini tidak ada dewasanya kalau bersama mamahnya " mas kamu yakin bisa nyetir pake tangan kiri?"


" Yakinlah sayang,, udah kamu jangan khawatir " ujar Haidar seraya menjalankan mobilnya.


Tidak ada keheningan saat di perjalanan karena sedari tadi Arum mengoceh mengingatkan Haidar akan keselamatan berkendara.


" Mas awas itu di depan ada motor " ucap Arum khawatir.


" Mas mas awas itu dari sana ada mobil!!"


" Mas awas ada beca tuh "


" Eh awas mas itu di depan-"


" Sayangg aku tau! Yang sakit itu tangan aku bukan mata " kesal haidar


Arim menyengirkan giginya " ehehe maaf mas kan aku jaga jaga aja "


Setelah lama di perjalanan, kini mereka sampai di rumah sakit. Mereka menemui dokter yang selalu menangani Haidar di ruangannya.


" Coba luruskan pelan-pelan lalu lipat lagi " perintah dokter yang langsung dituruti oleh Haidar, perbannya sudah ia lepaskan


" Masih sakit?"


" Sedikit dok, tenaganya juga masih lemah" jawab Haidar, untuk mengepalkan tangannya saja ia masih kesulitan.


" Kamu bisa melakukan gerakan tadi di rumah dengan rutin dan jangan lupa minum obatnya ya "


" Iya dokter, terimakasih banyak. Kami permisi " pamit Haidar


Mereka berdua mendatangi resepsionis untuk menebus obatnya kemudian kembali memasuki mobilnya.


" Kita ke mall dulu ya " ujar Haidar.


" Terserah kamu aja "


Haidar menjalankan kendaraannya menuju mall terbesar di kota itu. Setelah sampai disana, mereka segera mengelilingi mall untuk mencari barang yang mereka butuhkan.


" Mas kok kita ke toko sepatu? Kamu mau beli sepatu?" Tanya Arum ketika Haidar membawanya masuk ke toko sepatu.


" Iya aku mau beli sepatu hills " jawab Haidar sembari memilah milih sepatu hills di depannya.


Arum terdongak kaget " ma-mas kamu mau pake hills?" Ucapnya tak percaya.

__ADS_1


Haidar mengalihkan pandangannya " ck buat kamu sayang!!" Gemas Haidar.


" Akukan gak suka pakai begituan mas" ucap Arum cemberut.


" Aku tau, sekali kali kan kamu pakai beginian. Nanti kan aku pegangin tangan kamu terus, jadi gak bakalan jatuh "


Arum terdiam sebentar untuk menimbang-nimbang " yaudah deh daripada kamu malu kalau aku pake sepatu biasa "


" Bukan gitu maksud aku sayang "


" Suttt iya iya aku ngerti " ucap Arum menyudahi.


" Yaudah nih cobain, segitu gak ketinggian kan?"


" Iya enggak " Arum mencoba sepatu hills yang diberikan Haidar, Arum yang tingginya hanya Sedagu Haidar kini menjadi sebatas telinga pria itu setelah memakai sepatu hills nya.


" Nah segini kan enak gak terlalu pendek " celetuk Haidar tanpa berfikir.


Arum memukul dada suaminya pelan " ishh kamu yang ketinggian!!" Bantah Arum tak terima


Haidar meringis meskipun tidak sakit sama sekali " shh kok di pukul sih "


" Bodo amat!!" Arum pergi setelah melepas sepatunya.


" Anjir gue lupa kalau istri gue lagi pms" gumam Haidar, cepat-cepat ia menyusul istrinya.


" Eh mbak tolong bungkus sepatu ini, tolong kirim kerumah saya. Ini kartu buat bayarnya sama ini alamat saya " ucap Haidar kemudian berlari menyusul istrinya


Pegawai disana sampai tercengo melihat mereka " ini gak takut gue colong apa ya? " Gumam pegawai wanita itu " ck udah kaya, ganteng, royal, perhatian sama istri lagi hiks gue jadi mau "


" Kerja woy jangan curhat!!" Omel temannya.


" Hiks iye iye sabar Napa!" Gerutunya tak kalah sewot.


Sedangkan disisi lain.....


" Kemana perginya istri gue? " tanya Haidar pada dirinya sendiri.


Kepalanya celingukan mencari keberadaan arum kemudian matanya berfokus pada satu titik dimana seorang laki-laki sedang memeluk istrinya erat, bahkan tidak ada perlawanan dari Arum membuat Haidar menggeram marah. Ia mendekati mereka dengan langkah lebarnya.


Setelah sampai disana, Haidar menarik kerah baju pria itu lalu...


BUGHH


" Berani-beraninya Lo nyentuh istri gue!!" Murka Haidar dengan tangan kanan memukul bertubi-tubi wajah laki-laki itu, tangannya yang sakit bahkan ia abaikan.


" Mas jangan!!!" Ucap Arum namun tak di gubris oleh suaminya, mereka menjadi tontonan semua orang di mall.


Arum melihat Reza yang sudah babak belur, Reza juga membalas Bogeman Haidar hingga ujung bibir pria itu berdarah.


" Cukuppp!" Mohon Arum namun tetap tak di gubris.


Melihat suaminya yang membabi buta, Arum menjadi takut " HAIDAR!!!" Pekik Arum berhasil menghentikan mereka


Haidar menatap Arum dengan tatapan sulit di artikan.


" CUKUP KAMU KELEWATAN!!" Teriak Arum marah, wanita itu menghampiri Reza yang terkapar di lantai " kamu gak papa?" Tanya Arum khawatir.

__ADS_1


Tangan Haidar mengepal, bahkan istrinya itu lebih membela laki-laki lain dibanding dirinya. Haidar menatap Arum kecewa, dengan rasa amarah di dadanya ia pergi dari kerumunan begitu saja


...****************...


__ADS_2