Istri Ganda Haidar

Istri Ganda Haidar
Eps 35 - MAKAN BERSAMA


__ADS_3

" bawa dia ke kamar atas " ucap Reno


Haidar menatap kakeknya tidak suka " jangan bawa Arum dalam masalah Haidar, kek "


" Kenapa? Kakek cuma mau liat bukti kalau tangan kamu udah sembuh, baguslah bidikanmu tepat sasaran pada apel " ucapnya enteng


Haidar mengepalkan tangannya kuat, tanpa banyak bicara lagi ia menggendong Arum yang pingsan ke kamar atas. Di vila itu terdapat beberapa kamar untuk mereka inapi. Haidar meletakkan tubuh Arum di atas kasur dengan perlahan.


" Biar gue periksa dar " Galvin- sepupu Haidar yang berprofesi sebagai dokter datang menghampirinya.


Haidar memberi ruang pada Galvin untuk memeriksa istrinya " jangann sentuh!! " Cegat Haidar saat Galvin ingin mengecek nadi Arum.


Galvin beralih untuk mengecek matanya dan lagi lagi...." Jangann!!" Cegat Haidar lagi.


" Ck mau Lo apasih dar!! Gimane gue periksa nya kalau gitu!!" Kesal Galvin.


" Yaudah cepet!" Ucap Haidar sedikit tidak ikhlas.


Galvin segera menjalankan tugasnya dengan memeriksa Arum.


" Udah jangan lama lama!" Celetuk Haidar.


Galvin memutar bola matanya jengah " posesif banget sih!" Komentar Galvin " istri Lo cuma kaget, bentar lagi juga sadar. Darahnya juga rendah, Lo gak bisa ngurus bini Lo ya? Kalo gak bisa gue bawa pulang" ucap Galvin dengan tampang datarnya.


" Kamprett! Lo izin rebut bini gue?!!" Haidar menjitak kepala sepupunya yang seumuran dengannya itu.


Seringaian terukir di bibir galvin " boleh juga ide Lo " ucapnya sembari memperhatikan wajah Arum


" Galvin tai!!" Haidar memiting leher Galvin cukup kuat membuat sang empu kesulitan bernapas.


" Pengap anjirr!!" Pekik Galvin namun tak Haidar gubris.


" Hahaha rasain Lo!!!"


" Ugh " suara Arum menghentikan aksi mereka, dengan cepat Haidar menghampiri Arum yang baru saja sadar dari pingsannya.


" Minum dulu " titah Haidar sembari membantu Arum untuk minum di gelas yang berisi air putih


Haidar mengusap dahi Arum yang berkeringat " kita pulang ya " ucap Haidar yang langsung di jawab gelengan cepat oleh Arum


" Enggak, kita baru aja sampai " tolak Arum


" Dan kamu sudah seperti ini? Aku gak tau apa yang akan kakek perbuat kedepannya nanti, kita pulang sekarang!" Haidar beranjak dari duduknya namun di tahan oleh Arum


" Jangann mas aku mohon, kakek bakal makin remehin kita kalau kita pulang " ucap Arum memohon.


" Dia benar, kakek cuma butuh waktu buat Nerima kalian. Melarikan diri bukan jalan keluarnya " sambung Galvin


Haidar terdiam menimbang-nimbang terlebih dahulu " oke, tapi kalo kakek udah kelewatan kita pulang detik itu juga " putus Haidar.


Senyum Arum mengembang, tangannya bergerak memeluk Haidar " makasih sayang " ucap Arum


" Sun nya mana?" Bibir Haidar sudah manyun-manyun mendekati Arum sebelum--


" Ekhemmmmm!!!! Masih ada gue btw" celetuk Galvin menggagalkan aksi Haidar


Haidar menatap Galvin kesal " ngapain masih disana? Huss keluar keluar " usir Haidar.

__ADS_1


" Gak boleh gitu " Tegur arum


" Hahaha Mamam tuh!! Omelin aja rum kebiasaan!" Ucap Galvin puas " oh iya kenalin aku Galvin, sepupunya yang ada di samping kamu" ucap Galvin


" aku Arum " balas Arum


" Cih aku kamuan " decih Haidar cemberut


Galvin sengaja mengabaikan Haidar " aku pamit keluar dulu ya, oh iya jangan lupa makan ya darah kamu rendah. Kalo ada apa-apa kamu bisa hubungi babang Galvin ini, bye cantik" ucapnya, tak lupa dengan kedipan genitnya membuat Haidar naik pitam.


" Pucek Vin pucekkkkk!!" Kesal Haidar


Kepergian Galvin dari kamar di gantikan oleh kedatangan Salma yang berteriak heboh " menantuuuuuu!!" Salma menyingkirkan Haidar dari sisi Arum " sayang kamu baik-baik aja kan? Maafin kakeknya Haidar ya, orangnya emang keras "


Kepala Arum mengangguk " Arum gak papa kok mah " balasnya dengan senyum manisnya.


" Beneran?" Tanya Salma yang langsung mendapat anggukan dari Arum


" Yaudah kalo gitu kalian turun ya, acara makan bersamanya mau mulai "


" Haidar sama Arum makan di sini aja " putus Haidar.


" Enggak, kita makan di bawah aja sama sama " ucap Arum


" Tapi--"


" Mas " Arum menatap Haidar penuh harap, tatapan yang tak bisa Haidar tolak. Alhasil pria itu hanya bisa menganggukan kepalanya.


" Ayo kita kebawah " ajak Salma, mereka mengikuti Salma dari belakang.


" Duduk disini sayang " Haidar menarik tangan Arum untuk duduk di sampingnya " jangan takut, ada aku " bisik haidar dengan senyum menenangkannya.


Senyuman Haidar seketika lenyap saat kepalanya menatap lurus kedepan, disana sudah ada dua manusia menyebalkan di muka bumi, yang tak lain dan tak bukan ialah Raka dan sepupunya Galvin, keduanya sedang tersenyum dengan wajah konyolnya membuat ia ingin sekali menampol muka keduanya itu.


" Oke semuanya sudah berkumpul?" Tanya reno


" Belum kek, kak arsyi belum datang " ucap dena- salah satu sepupu perempuan Haidar, bertepatan dengan terbukanya pintu dari luar di barengi dengan munculnya perempuan berkuncir kuda serta pakaian yang terkesan tomboy.


" Maaf, arsyi telat " ucapnya mengalihkan perhatian semua orang.


" Kebiasaan kamu itu, cepat duduk " ucap Reno.


Dito membelakakan matanya, ia masih ingat betul dengan wajah perempuan itu.


dia kan perempuan yang nendang bokong gue anjir! Mau apa dia kesini? Jangan-jangan dia saudaranya Haidar? Kenapa gue baru tau?. Dito membatin.


" Kakakk tunggu aku!!" Pekik anak kecil di belakang sana.


Bocil tengil itu juga datang!!!! Mampus!


" Ayo sayang duduk di kursi kosong, itu dekat Dito " ucap Rena


Mampus gue!!


Arsyi melangkah mendekati kursi kosong, awalnya ia tak sadar namun ucapan adiknya membuatnya menyadarinya " kak, itukan om jelek waktu itu " celetuk bocah itu


Anjimmmm!!. Jerit Dito merutuki bocah itu

__ADS_1


Arsyi melototkan matanya, ia menatap Dito yang sedang nyengir di sampingnya " Lo!!!" Tunjuk arsyi.


" Kalian saling kenal?" Tanya Nathan


Arsyi memalingkan wajahnya " enggak, arsyi kira dia orang gila yang waktu di supermarket, mirip soalnya " ucapnya santai.


Dito menatap arsyi sengit, enak saja ia di samakan dengan orang gila. Ganteng-ganteng gini dia bilang gila? Hellowwww!!!


" Pffffffffff " Dito menatap sinis Haidar yang mati-matian menahan tawanya, diam-diam Dito mengacungkan jari tengahnya pada sahabatnya itu.


" Oke. Sehubung arsyi sudah datang,kita mulai acara makan bersamanya sekarang, berdoa di dalam hati...mulai " ucap Reno.


Mereka memanjatkan doa di dalam hati masing-masing.


" Berdoa selesai, silahkan ambil yang kalian mau" merekapun sibuk dengan kegiatannya masing masing


" Kamu mau yang mana mas? Biar aku ambilkan " tanya Arum


" Aku mau ayam itu sayang " ucap Haidar yang langsung di turuti oleh Arum


" Kakk aku mau pahanya" ucap Baim pada arsyi


" Udah abis im, yang ada aja ya " bujuk arsyi


Baim menggelengkan kepalanya " gak mau!! Mau paha!! " Kukuhnya.


Arsyi memijit pangkal hidungnya, belakangan ini ia di buat kerepotan karena harus mengurus adiknya sendirian setelah kedua orang tuanya memutuskan untuk berpisah. mereka mempunyai sedikit waktu untuk anak-anaknya sampai kemarin Arsyi memutuskan membeli apartemen untuk ia dan adiknya tinggali. Arsyi memalingkan wajahnya ke samping dan detik itu juga ia melihat Dito yang sedang memamerkan paha ayam di tangannya.


" Hmmm...yang paling nikmat itu memang pahanya" Dito sengaja melambatkan gigitannya.


" Tu-tunggu!!" Cegat arsyi menghentikan gerakan Dito.


" Apa?" Tanya Dito dengan alis terangkat


" Tuker ayamnya!" Pinta arsyi


Dito mengedikkan bahunya " sorry gak minat "


Arsyi memelototkan matanya " tuker gak?!"tekannya namun tak di gubris oleh Dito


" Tuker!!" Dengan tenaga penuh arsyi menginjak kaki Dito hingga ayam yang ada di tangannya terlempar keatas.


" AWWW Ayamnya!!" Pekik dito


Arsyi dan Dito reflek melompat untuk mengambil ayamnya, begitupun dengan Haidar dan arumm yang berada di hadapannya ikutan menangkap paha ayam yang melayang di hadapan mereka.


Namun usaha mereka sia-sia karena paha ayamnya berakhir mendarat mengenai kepala sang kakek.


KRIKK KRIKK


Tiba-tiba Suasana yang tadinya ramai berubah menjadi hening begitu Ayam itu mendarat di kepala Reno, mereka terdiam kaku terlebih Dito, arsyi, Haidar dan juga Arum yang berdiri dengan tangan menggantung di udara berniat untuk menangkap ayam.


" Kalian berempat ikut kakek " ucap Reno dengan aura membunuhnya. Ia bangkit meninggalkan meja makan.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, dan tambah ke favorit ya 💙...

__ADS_1


__ADS_2