Istri Ganda Haidar

Istri Ganda Haidar
Eps 9 - CINTA?


__ADS_3

Awan kelabu di pagi hari menutup sinar mentari yang seharusnya menjalankan tugasnya untuk menyinari pagi mereka, tapi kali ini rintikan hujan lebih dulu menyapa permukaan bumi menggantikan kehangatan dengan kedinginan. Meskipun begitu, tidak menjadi penghalang orang- orang untuk tetap melakukan aktivitasnya. Reza menjadi salah satunya, cowok itu sudah siap dengan seragam sekolahnya.


" Kamu berangkatnya pake mobil aja ya dek " ucap Rumi pada Reza. Kini mereka sedang makan bersama.


" Sebenarnya males sih Bun, tapi gimana lagi kalo di luar hujan ya terpaksa "


" Jangan males - males!! Kesehatan kamu lebih penting!" Omel bundanya.


" Iya iya Eza yang salah " ucapnya mengalah.


Rezi menertawakan adiknya yang di omeli oleh bundanya, kemudian tatapannya beralih pada gadis yang sedari tadi duduk dengan canggung " dek cantik! Ayok makan jangan di liatin terus nanti makannya baper lagi, mau Abang ganteng suapin?" Tanya nya pada Arum


Arum tersentak pelan, matanya beralih menatap Rezi " eh gak usah bang " tolaknya agak canggung dan juga gugup karena takut istri bang Rezi marah padanya.


Reza menatap abangnya tajam,lalu tatapannya pindah pada kakak iparnya " kak hanum liat kan gimana kelakuan suaminya? Pasti berat ya kak punya suami kayak dia, kalo gak kuat tinggal cari lagi aja kak masih banyak yang waras" ucap Reza membuat semua orang menahan tawa, kecuali Rezi tentunya.


" Iya za kamu bener, nanti kakak cari dulu calonnya" balas Hanum sengaja memanasi suaminya.


" Sayang kok kamu gitu sih! Aku kan bercanda, cinta aku cuma buat kamu " ucap Rezi manja seraya menoel-noel lengan istrinya yang sengaja mengabaikannya.


" Dih alay " komentar Reza


" Apaloh bocil!!! Yang jomblo jangan iri " ngegas Rezi, dia emang lebih tua menurut umur tapi kalo kelakuan sebelas dua belas sama Reza, masih ke Kanakan.


" Gue jomblo berkelas " sombongnya


" Heleh kelas-kelas emangnya sekolahan!!"


" Udah kok malah ribut sih " lerai Rima


" Abang yang mulai " ucap Reza


" Lo yang mulai " ucap Rezi tak mau kalah


" Lo!"


" Lo!"


" DIAM " instruksi Romi. singkat, padat, jelas namun berhasil membungkam mereka berdua. Emang yang paling mereka takuti adalah ayahnya.


" Nah gitu kan enak "  ucap Rima kemudian tatapannya beralih menatap Arum " sayang, sementara waktu kamu tinggal dulu disini aja ya " ucapnya lembut


" Eummm aku gak enak bunda "


" Anggap aja kita keluarga kamu, gak usah takut ngerepotin atau apa , bunda seneng kamu disini. Mau ya? " Lama dengan keterdiamannya akhirnya Arum menganggukkan kepalanya.


" Tapi baju aku-"


" Nanti gue beliin " serobot reza cepat membuat semua keluarganya menatapnya jail.


" Mau dong di beliin " goda Rezi


" Beli aja sendiri!!"


" Heleh ke Arum aja Lo so baik "


" Udah - udah lanjutin makannya " lerai Hanum


Setelah sarapan bersama mereka melakukan kegiatan masing - masing, karena Arum bingung mau apa jadi dia memutuskan untuk membantu bundanya reza di dapur.


" Bunda, Arum bantuin ya "


" Eh jangan kamu masih sakit " cegah Rima


" Aku udah sembuh kok kan yang sakit kepala bukan tangan,, boleh ya" ucapnya dengan wajah imutnya.


" Ishh gemes banget sih" gemas Rumi mencubit pipinya " yaudah nih kamu lanjutin potong sayurnya, bunda mau ngurusin yang lain"


" Siap bunda " ujarnya mengambil alih.

__ADS_1


" Ekehmm" sebuah deheman mengejutkan Arum sontak dia langsung menoleh ke sumber suara.


" Loh kok Lo belum berangkat sih?" Arum melihat jam sudah menunjukan pukul 7


" Ini baru mau, gue cuma mau ngingetin nanti pas pulang sekolah gue mau ajak Lo beli baju jadi Lo siap-siap "


" Gak usah za, semua peralatan gue di rumah jadi gue rasa bakal pulang dulu deh "


" Emang Lo yakin bisa selamat kalo pulang?"


" Yakan bisa ambil diam-diam " ucap Arum dengan ekspresi liciknya


" Hmmmm bener juga, gue bantuin " ucap Reza memasang ekspresi yang sama.


Mereka saling menatap sebelum tertawa bersama " hahaha udah sana berangkat " usir Arum sembari mendorong tubuh Reza pelan


" Iya iya gue berangkat " sebelum pergi dia menyempatkan untuk mencubit hidung Arum " bye Rumi, tunggu gue pulang " ucapnya seraya pergi dari hadapan Arum


BLUSH


Tiba-tiba pipi Arum memanas " kenapa jantung gue deg-degan gini ya? " Ucapnya memegangi jantungnya yang berdegup kencang.


" Ya karena hidup!! Gitu aja nanya!!" Ketus Haidar yang jengkel melihat mereka berdua.


" Karena cinta " ucap Rumi yang baru saja datang.


" Rum jangan dengerin, bukan. Bukan cinta" heboh Haidar berusaha menutupi telinga Arum namun percuma.


" Cinta?" Bingung Arum


" Kamu gak pernah jatuh cinta sebelumnya?" Tanya Rumi tak percaya mendapat jawaban gelengan dari gadis itu.


" Gimana rasanya bunda?"


" Rasanya jantung kayak mau copot kalo Deket sama dia, terus kamu ngerasa nyaman, aman kalo ada dia"


" Terus apa lagi bunda? " Tanya Arum makin penasaran.


Arum terdiam menyimak penjelasan bunda Rumi, semua yang di katakannya dia rasakan ketika bersama Reza akhir-akhir ini, apa dia jatuh cinta sama cowok itu? Dia tak tau perasaan apa ini.


Haidar melihat keterdiaman Arum mendadak panik "  Arum kamu mikirin apa? Kamu gak cinta sama si Reza itu, jangan dengerin bundanya"


" Oh gitu ya bunda " ucap Arum membuat Haidar menghela nafasnya.


" Iya, jadi siapa nih yang buat kamu deg-degan gitu?" Goda Rima membuat pipi Arum kembali memanas


" E-enggak ada kok bunda " elaknya


Rima hanya terkekeh pelan " yaudah itu motongnya biar bunda lanjutin, sekarang kamu temuin bang Rezi buat gantiin perban di kepala kamu " perintah bunda Rima.


" Baik bunda, Arum tinggal ya " pamitnya kemudian dia beranjak untuk menemui Rezi


Ketika sampai di depan kamar Rezi, dia melihat pria itu sedang membujuk istrinya yang sedang ngambek. Apa mereka bertengkar gara-gara candaan di meja makan tadi? Arum jadi merasa tidak enak hati, dia memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan mengobati lukanya sendiri.


" Ini gimana ngobatinnya?" Bingung Arum ketika perbannya sudah dibuka.


" Ck makannya jangan so ngobatin sendiri, pake acara gak enak segala " omel Haidar


" Ganti perbannya aja kali ya " gumamnya


" Butuh bantuan?" Tanya seseorang mengejutkan Arum


" Eh " mata Arum bergerak menatap ke sumber suara, matanya melebar saat melihat Hanum sudah ada di depan pintu yang terbuka.


" Kenapa kaget gitu?" Kekeh Hanum sembari mendekat pada gadis itu.


" Mmmmm kak a-aku minta maaf soal tadi" cicitnya menundukan kepala.


Alis Hanum berkerut " soal tadi? " Bingungnya.

__ADS_1


" I-iya, kak hanum masih ngambek ya sama kak Rezi karena soal candaan di meja makan tadi? Aku benar-benar minta maaf kak, aku gak mak-"


" Pfffff hahahah kamu lucu banget sih " tawa Hanum meledak " bisa-bisanya kamu mikir gitu ya ampun, kakak gak marah sama siapapun "


Mata Arum berbinar " yang bener kak?? Kakak gak marah sama aku?"


" Enggak lah, kenapa kamu mikir gitu?"


" Ya habisnya aku liat kak hanum gak mau maafin kak Rezi " cicit Arum


" Itu bagian dari rencana " ucap Hanum dengan senyum misteriusnya.


" Rencana?"


" Besok suami kakak ulang tahun " bisiknya.


" Huh syukurlah, sekarang Arum jadi tenang " leganya


" Kamu ini, sini kakak bantu obatin " ucap Hanum mengambil alih.


" Kenapa senyum terus?" Tanya Hanum ketika melihat senyum di bibir gadis itu terus mengembang.


" Arum seneng aja....rasanya kayak punya kakak perempuan hehehe, dari dulu aku pengen banget punya kakak perempuan, bisa main bareng, curhat bareng, pokoknya apa-apa bareng "


" Kamu punya kok, sekarang kan kamu adiknya kak hanum "


" Yang bener kak???" Tanya Hanum dengan mata berbinar.


" Iya, apalagi kalo kamu sama Reza nanti " ucapnya jail.


Pipi Arum kembali memanas " kok jadi Reza sih? "


" gimana menurut kamu adik ipar kakak itu? "


" Mmmm Dia baik "


" Itu aja?" Pancing hanum


" Mmmm perhatian, jail, lucu, gan-"


" Ganteng?" Serobot seseorang.


Wajah Arum memerah saat melihat Reza lah yang berbicara " terusin dong " ucap Reza sambil senyum-senyum sendiri.


" K-kok Lo udah pulang sihh?!! " Tanya Arum sewot


" Ulangannya cuma satu jadi gue pulang duluan" jawabnya santai


" Lo kabur???"


" Iyalahh"


Arum menoleh cepat pada Hanum " kak aduin kak ayok!!" Heboh Arum dengan tangan menarik Hanum untuk keluar


" Ehh itu perbannya belum beres " cegah Hanum


" Gini deh biar kakak yang aduin, kamu tunggu disini" lanjutnya.


" Tapi kak-" Arum melihat kepergian Hanum dengan mata sendunya , padahal dia hanya buat alasan saja supaya bisa kabur dari cowok yang sedang menatapnya itu.


" Sini gue bantu " ucap Reza mengambil alih perbannya.


Arum terdiam kaku tapi matanya bergerak kesana kemari menghindari tatapan Reza di depannya.


" Gue boleh tanya sesuatu?" Tanya Reza setelah menyelesaikan pekerjaannya.


" A-apa? " Tanya Arum tiba-tiba gugup


" Lo......udah suka sama gue?" Tanya Reza menatap dalam manik Arum

__ADS_1


TBC


__ADS_2