Istri Ganda Haidar

Istri Ganda Haidar
Eps 37 - SUARA ANEH


__ADS_3

07:00


Semua orang sudah berada di meja makannya masing masing termasuk Nagita dan Juna, suasana agak berbeda setelah kedatangan mereka dalam keluarga haidar.


" Ayo silahkan dimakan " instruksi Reno yang langsung di patuhi oleh yang lain.


" Lo keramas bro?" Tanya Dito dalam keheningan membuat yang lain memusatkan pandangan ke arah Haidar


Dito Kamprett. Rutuknya di dalam hati


" Hmm " jawab Haidar seadanya.


" Tumbenan Lo pake syal gitu? Lo kan paling anti pake gituan, pake sweater juga Lo ogah, emang Lo gak gerah?" celetuk Dito lagi.


Salma hanya tersenyum kecil, sedangkan Arum sudah menunduk malu. Jangan tanyakan bagaimana Haidar sekarang, lihatlah dia sudah menatap tajam Dito saat ini " tutup mulut Lo dan makan makanannya " tekan Haidar.


" Oke oke santai bro " ucap Dito sembari menatap Salma dan diam diam memberikan kode, ya Salma sudah memberi tahu Dito sebelumnya dan mereka sengaja menjahili Haidar.


Mereka melanjutkan berfokus pada sarapannya terkecuali Nagita yang diam diam memperhatikan Haidar dan sedikit melihat tanda merah di leher pria itu yang tak sengaja tersingkap. Tangan Nagita mengepal sembari menatap tajam ke arah Arum yang sedang sarapan.


" Bundaa...dicini ada hantunya ya?" Celetuk Rara bertanya pada bundanya.


" Kok Rara nanya gitu?"


" Soalnya Lala dengel malem ada suala aneh Dali Kamal om haidal "


" Ukhukkk- ukhukkkk " Haidar dan Arum tersedak bersamaan.


" Suara aneh gimana sayang?" Tanya bundanya Rara tak mengerti.


" Sualanya kayak gini a-"


" Raraaaaa " panggil Haidar dan Arum bersamaan membuat ucapan Rara terpotong.


Haidar gelagapan saat mereka semua menatapnya menunggu penjelasan " eee itu semalem om lagi main game hantu hatuan sama Tante Arum, yakan sayang?" Tanya Haidar pada istrinya.


" Hahaha iya kita main " jawab Arum dengan muka merahnya.


" Wahhh Lala mau ikutan dongg " antusiasnya.


" Iya nanti om ajakin Rara main juga "


" Yeyyyy " sorak Rara.


Mereka yang mengerti dengan apa yang terjadi hanya tertawa kecil melihat kepolosan rara, dan mereka yang masih tak mengerti hanya melanjutkan sarapan dengan tenang.


" Tinggal nunggu cucunya tumbuh pah " bisik Salma pada Nathan


" Papah jadi gak sabar " jawab Nathan lalu cekikikan bersama istrinya.


Nagita yang mendengarnya makin kesal sendiri, dia akan merebut Haidar kembali ke pelukannya.


.


.


.


Setelah acara sarapan bersama, mereka memutuskan untuk menikmati pemandangan di luar. Udara yang sejuk mereka nikmati dengan berjalan jalan. Begitupun dengan Haidar dan Arum yang kini tengah menjelajahi kebun teh.


" Sini tangannya " Arum menuruti perintah Haidar dengan menyodorkan tangannya yang langsung di sambut oleh Haidar lalu menautkan tangan mereka " takut kamu jatuh " bisik Haidar

__ADS_1


Arum tersipu malu " gak mungkin, kan ada kamu " balas Arum


Haidar mencubit hidung Arum gemas " gemesss banget sih istri aku, mau aku terkam lagi kayak semalam?"


Buk


Arum memukul bahu Haidar " diem"


" Kok di pukul sih sayang, ayolah nanti malam kita main hantu hantuan lagi ya " jail Haidar.


" Gak!!"


" Helehhh, so soan nolak tapi suka kannn" Haidar menggelitik pinggang Arum


" Ihh geli ahahaha sayangg stopp"


" Cieee udah mulai panggil sayangg" ledek Haidar


Wajah Arum memerah " apasihhh Haidar" ketus Arum


" Hehh bilang apa barusan?? Mau aku kasih hukuman?"


" Gakk!" Arum segera membekap mulutnya


" Rasakan ini!!!" Haidar menyerang Arum dengan gelitikan di perutnya membuat Arum terjungkal kegelian.


" Ahahahah stopppp ahahaha"


"  Panggil sayang dulu " pinta Haidar.


" iya iya sayangg " pasrah Arum dengan tawanya yang di susul tawa Haidar.


" Awwwwwww " jeritan seseorang menghentikan tawa keduanya, mereka menolehkan kepalanya kebelakang dan menemukan Nagita yang sudah terduduk dengan memegangi kakinya.


" kaki aku sakit dar "


Lah siapa yang nanya?. Ketus Haidar di dalam hati


Dih ngeselin banget nih cewek. Celetuk Arum di dalam hati


" Lo panggil kakak Lo aja " ucap Haidar acuh


" Gak bisa, dia masih di vila " jawab Nagita " kaki aku sakit banget dar, aku boleh minta tolong gendong ke vila gak?" Tanya Nagita


" Gak " tolak Haidar cepat


" Bolehkan rum?" Tanya Nagita


Arum terdiam, tentu saja dia tidak rela kalau Haidar menggendong perempuan lain.


" Rum?" Tanya Nagita lagi


Arum tersenyum manis membuat Nagita ikutan tersenyum senang " Gak" satu kata yang keluar dari mulut Arum berhasil menghilangkan senyuman di wajah Nagita. Arum tau kalau wanita itu sedang berakting.


Perlahan Arum mendekati Haidar " sayangggg aku capek, aku belum istirahat dari semalam " ucapnya manja sengaja memanasi Nagita.


Nagita mengepalkan tangannya kuat, dia sangat benci Arum.


" Sini aku gendong, kamu harus istirahat yang cukup biar bisa tempur lagi nanti malam " ucap Haidar menambahi.


Haidar menggendong Arum ala bridal style, begitupun Arum yang senang hati mengalungkan tangannya di leher Haidar " eh sayang kamu gak gerah pakai ini terus?" Tanya Arum, ia menarik syal yang melingkar pada leher Haidar hingga terlepas " masih merah yaaa, maaf ya sayang " ucap Arum sengaja menunjukkan hasil karyanya.

__ADS_1


" Gapapa sayang, aku suka. Nanti kita buat yang banyak "


" Yaudah yuk kita ke vila, oh iyaa..." Arum menatap Nagita di bawah yang menatapnya penuh amarah dan kebencian " kamu tenang aja, nanti ada yang kesini buat nolongin kamu " ucap Arum dengan senyum kemenangannya.


" Yuk sayangg " merekapun pergi dari hadapan Nagita.


" Arumi....gue akan bikin Lo sengsara" gumam Nagita dengan amarah yang memuncak.


.


.


.


" Loh kok di pakein lagi sih sayang, akukan gerah " komen Haidar saat Arum yang masih di gendongannya memakaikan kembali syal di lehernya.


" Gak boleh ada yang liat, kecuali perempuan tadi " ucap Arum


Haidar tertawa kecil " ini Arum atau zela sih?" Tanya Haidar iseng.


" Kok kamu nanya gitu sih??" Ujar Arum cemberut.


" Ya habisnya tadi kamu agresif banget gak kaya Arum biasanya "


" Turunin!!" Ketus Arum


Bukannya menuruti Arum, Haidar malah mengeratkan gendongannya " aku suka " bisik haidar membuat Arum tersenyum malu.


" Sekarang turunin, malu sama yang lain " ucap Arum lebih lembut, mereka hampir sampai di vila


" Tadi katanya capek, mau istirahat biar nanti malem vit " ucap Haidar menaik turunkan alisnya.


" Ihhhh itukan biar kamu gak gendong diaa"


" Cieee cemburu yaaa " goda Haidar.


" Gak!"


" Yaudah kalo gitu aku balik lagi buat gendong Nagita "


Mata Arum melotot kemudian meloncat dari gendongan Haidar secara tiba-tiba " pergi aja sana!!! Jangan minta jatah lagi " sewot Arum sembari berjalan mendahului Haidar dengan kaki di hentakkan.


Kali ini mata Haidar yang melotot, dia segera menyusul istrinya " yahhh kok gitu sayanggg...aku kan bercanda yanggg"


Arum tak mendengarkan ucapan Haidar, dia tetap berjalan dengan langkah kesal sampai menabrak seseorang " eh maaf "


" Iya gapapa " ucap Juna membuat Arum terdiam


" Lama tak bertemu, Arumi. Kamu semakin cantik pakai hijab " puji Juna yang malah membuat Arum risih


" Aku permisi kak " pamit Arum


" Tunggu " cegat Juna mencekal tangan Arum.


" Jangan sentuh istri saya " sentak Haidar merebut tangan Arum.


" Sorry, saya cuma kaget bisa bertemu Arum disini setelah terakhir kali kita lakuin.."


" Cukup!! Lebih baik anda tutup mulut tidak berguna itu lalu pergi bantu adik anda yang lagi lesehan di kebun teh "


Juna menatap Haidar tajam lalu pergi untuk menolong Nagita.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2