
" yakin aman?" Tanya Arum
" Iya arumm... Udah berapa kali Lo nanya gitu " kesal reza
Kini mereka tengah menjalankan rencana yang sempat tertunda, yaitu menyelusup masuk kerumah Arum melalui jalan belakang.
" Yakan gue baru pertama kali kayak maling gini"
" Lo kira gue sering gitu?"
" Yakan bisa jadi "
" Udah ah ayok naik "
Arum menelan ludahnya susah payah " takut " cicitnya.
" Gue jagain Lo dari bawah cepet naik "
" Tapi itu Ting...AKH" tiba-tiba tubuhnya melayang ke atas.
" Cepet naik ke pembatas, Lo berat." Ucap Reza menyadarkan Arum dari keterkejutannya.
Tangan Arum menggapai pembatas itu kemudian naik dengan susah payah di susul dengan Reza yang memanjat tanpa kesusahan sedikitpun.
BRUG
BRUG
Mereka mendarat dengan selamat meskipun lutut Arum agak nyeri.
" Skill maling Lo boleh juga " celetuk Arum
Reza mengangkat wajahnya bangga " gini mah kecil " remehnya dengan muka songongnya " soal panjat memanjat mah gampang...apalagi kalo manjat Lo-awww" ringis Reza ketika mendapat cubitan super dari Arum.
" Bagus rumm, kebiasaan orang kayak gitu" celetuk haidar, dia comeback.
" Lo kenapa makin kesini makin mesum sih!!" Kesal arum, tak segan-segan dia menghadiahi cowok itu dengan cubitan supernya
" Awww iya ampun-ampun " Reza mengangkat tangannya nyerah.
Arum melepaskan cubitannya " ayok ah cepet nanti keburu ketahuan " tangannya menarik Reza ke arah letak kamarnya berada.
" Lo liat tuh " telunjuk Arum menunjuk ke atas " itu kamar gue"
Reza mengikuti arahan Arum, cukup tinggi juga kamarnya. Matanya berhenti pada pohon mangga di samping kamar Arum, sudut bibirnya terangkat ketika sebuah ide terlintas di benaknya.
" Kita naik lewat pohon itu " tunjuk Reza
" Lo yakin?" Tanya Arum ragu
" Udah ayok" mereka bergerak dengan mengendap-endap layaknya maling
" Lo duluan nanti gue yang tahan dari bawah " perintah Reza
" Awas ya kalo Lo gak pegangin gue!" Ancam Arum dengan wajah sangarnya. Dia mulai memanjat pohon dengan kaki bergetar.
" Za....gue takut " cicitnya setelah berhasil sampai di dahan pohon pertama.
__ADS_1
" Gak papa ada gue, sekarang Lo lanjut naik, hati-hati jangan sampai kejed...."
DUK
" Awww " ringis Arum ketika kepalanya kejeduk dahan lainnya.
" Belum juga gue selesai ngomong udah kejeduk duluan, Lo gak papa kan?" Reza tak mendengar respon dari cewek itu.
" Rum?" Panggil Reza lagi
" Panggil gue zela " Ucap Arum dengan kepala menatap Reza yang masih di bawah .
" Mampus, dia berubah " ujar Haidar khawatir.
Kening Reza berkerut, dia tidak mengerti apa yang cewek itu maksud " zela? "
" Yes this is me " ucap Arum.
" Rum Lo kesambet setan pohon mangga?" Celetuk Reza, dia bingung dengan perubahan arum yang drastis.
" Hahaha Lo lucu ganteng " ujar Arum centil.
"SIAPA DISANA?!!" Teriak seseorang
Sontak mereka berdua terperanjat, dengan cepat Reza naik ke pohon mangga sambil tergesa-gesa " rum cepat naik!" Perintah Reza yang langsung dituruti oleh Arum
Saking tergesa-gesanya Reza hampir terpeleset kalau saja Arum tidak menarik kuat kerah bajunya hingga dia bersandar pada pohon dengan Arum dihadapannya.
" Ketemu gak?" Tanya satpam pada temannya yang kebagian berkeliling.
" Kagak ada, tadi suaranya di sini "
" Apa iya?"
" Udah balik ke depan, kayaknya Lo butuh kopi " merekapun pergi dari sana.
Reza menghela nafasnya lega, namun kelegaannya sirna ketika wajahnya berhadapan dengan wajah Arum yang sedang menatapnya dalam, dapat dia lihat tatapan yang berbeda dari Arum yang sebelumnya.
" R-rum ini terlalu dekat " ucap Reza
" gue udah bilang panggil zela " tangan Arum bergerak membenarkan kerah Reza yang berantakan
" I-iya zela, ekhemm " suara Reza mendadak berat " kita lanjut naik satu dahan lagi habis itu loncat ke balkon kamar, bisa kan?" Tanya Reza dengan pandangan bergerak kesana kemari menghindari tatapan Arum yang menurutnya agak........menggoda.
Kepala Arum mengangguk-angguk " kecil " ucapnya dengan tubuh yang sudah bergerak memanjat tangkai pohon lalu meloncat ke balkon kamar dengan mudahnya.
Tindakan Arum berhasil membuat Reza dan Haidar jantungan, mereka takut gadis itu terjatuh tapi mereka malah dibuat ternganga olehnya.
" Dia kesambet hantu monyet?" Gumam reza tak percaya.
" Ganteng! Ayok cepet " panggil Arum menyadarkan Reza dari keterkejutannya.
Cowok itu mengikuti jejak Arum dengan hati-hati sampai dia berhasil meloncat ke balkon kamar gadis itu.
" Kita masuk lewat jendela " ujar Reza, tangannya bergerak mengotak-atik jendela dengan apapun yang ada di sana.
" Butuh bantuan?" Tanya Arum mendekat
__ADS_1
" Gak! Lo diem disana" cegah Reza cepat, saat ini gadis itu berbahaya untuk jantungnya.
Reza memutar otaknya untuk memikirkan gimana caranya supaya jendelanya dapat terbuka " kalo aja ada perkakas buat buka ini jendela " gumamnya.
" Nih!" Tiba-tiba sebuah alat tersodor di depannya, Reza menatap sang pelaku yang tak lain adalah Arum
" Dapat darimana?" Tanya Reza, setahunya dia tidak melihat benda ini tadi.
" Dari dalam " celetuk Arum, sontak membuat kepala Reza menoleh pada pintu yang sudah terbuka lebar-lebar.
" Kenapa Lo bisa masuk?" Bingung Reza
" Bisa lah, orang pintunya gak pernah di kunci " ucap Arum santai
" Pffffff hahaha bego banget Lo za!" Komentar Haidar dengan tawa mengudara
" Kenapa Lo gak bilang dari tadi anjir" kesal Reza
" Kata Lo tadi mau lewat jendela, jadi gue biarin"
Reza menghirup udara banyak-banyak berusaha untuk sabar " cepet masuk!" Ujarnya yang langsung dipatuhi oleh Arum
Cowok itu membaringkan tubuhnya di kasur milik Arum sembari menunggu gadis itu mengambil barang-barangnya.
" Udah belum?" Tanya Reza mulai bosan
" Hmm, ayok keluar "
" Cuma segitu?" Tanya Reza saat melihat barang yang Arum bawa hanya seisi tas gendong saja.
" Baju gue sama arum emang segini "
Kerutan di dahi Reza makin jelas, mengapa gadis itu seolah olah dirinya bukan Arum " yaudah ayok, tasnya biar gue yang bawa" ucapnya mengambil alih tas di tangan Arum.
Merekapun turun dan kembali ke tempat dimana motor Reza berada tanpa ketahuan " untungnya ini motor gak ada yang maling " lega Reza kemudian menaiki motornya di susul dengan Arum dibelakangnya.
Reza segera menjalankan motornya, tanpa di minta, tangan Arum melingkar di pinggangnya membuat mata Reza melebar " Lo mau tau rahasia Arum?" Tanya gadis itu tepat di samping telinganya membuat bulu kuduknya berdiri.
" A-apa?"
" dia sebenarnya suka sama Lo " ucapnya santai namun berhasil membuat Reza mengerem motornya mendadak.
DUK
kepala Arum kembali terbentur dengan punggung keras cowok gitu hingga membuatnya kembali sadar.
" L-lo serius?" Tanya Reza memastikan
Kening Arum berkerut " serius apaan dah?" Bingung Arum
" Tadi Lo bilang kalo Arum suka sama gue"
Mata Arum melotot, kapan dia bilang seperti itu? " Gue gak bilang ya!!" Ketus Arum
" Lah gimana sih ni?" Bingung Reza
" Lo salah denger kali! Udah ayok cepet lanjut!!" Cerocos Arum
__ADS_1
" Iya iya santai dong Bu" Reza kembali menjalankan motornya, mereka terdiam dengan pikiran masing-masing
Arum sebenarnya ingat betul dengan apa yang dia katakan tadi tapi kenapa seolah-olah itu bukanlah dirinya, tubuhnya susah dikendalikan. Seperti saat dia memukul papahnya, tubuhnya seperti diambil alih oleh seseorang. Apa dirinya mempunyai kepribadian ganda? Dia gak pernah menyangka kalau kepribadian ganda itu ada.