Istri Ganda Haidar

Istri Ganda Haidar
Eps 30 - KEMUNCULAN NAGITA


__ADS_3

Haidar keluar dengan setelan kemeja hitamnya, rambutnya ia biarkan berantakan karena terlalu malas menyisirnya. Senyumannya tak lagi terukir di bibir Haidar.


" Mas kok kamu gak pake baju dari mama?" Tanya Arum


Haidar menatap sekilas istrinya " sama aja" jawabnya cuek.


Arum meremas baju yang ia kenakan, hatinya berdenyut sakit saat mendengar jawaban cuek suaminya " aku sisirin rambut kamu " Arum mendekat menghampiri Haidar yang sedang menggulung lengan bajunya sampai siku.


" Gak usah " Haidar memundurkan kakinya.


" Kalau gitu aku bantu kamu gulungin satu lagi" Arum melihat Haidar kesusahan menggulung baju dengan tangan kanannya.


" saya bilang tidak usah, Arumi!" Ucap Haidar agak meninggikan nada suaranya " saya tunggu di mobil " Haidar berlalu melewati Arum begitu saja.


" Loh loh!!! Kenapa kamu gak pakai baju couple dari mama??" Cegat Salma ketika melihat Haidar akan keluar rumah.


" Haidar lupa, udah ah nanti telat " Haidar mengambil tangan Salma untuk menyalaminya lalu pergi kedalam mobil.


Salma melirik Arum di sampingnya " belum baikan?" Tanya Salma yang langsung dibalas gelengan oleh Arum


" Yang sabar ya sayang, apa perlu mamah yang bicara sama dia?"


Dengan cepat Arum menggelengkan kepalanya " biar Arum yang selesain.....kalau gitu Arum berangkat dulu ya mah " Arum menyalami tangan Salma.


" Hati-hati ya " pesan Salma.


*


*


*


Dalam perjalanan menuju pesta tidak ada seorangpun yang berani membuka suaranya, sampai mereka tiba disebuah gedung mewah dimana tempat pesta itu di adakan.


" Pakai " titah Haidar dengan tangan menyerahkan sebuah topeng berwarna emas yang sama dengannya.


Tangan Arum menerimanya lalu memakai topeng yang sebatas hidungnya ( bukan topeng memenuhi wajah )


Haidar turun duluan dari mobil lalu berjalan untuk masuk tanpa menunggu Arum


" Mas tunggu!! Jangan cepat-cepat mas " Arum berusaha mengejar suaminya dengan memakai sepatu heels yang di antarkan petugas toko waktu itu.


Langkah Haidar baru berhenti di depan pintu masuk, ia melirik istrinya yang kesulitan menyesuaikan langkahnya " ck lama " Haidar menarik tangan Arum untuk berada disampingnya lalu melanjutkan langkah lebarnya yang sempat tertunda.


" Shhh " Arum sedikit meringis saat kakinya terasa lecet.


Haidar memelankan langkahnya saat mendengar ringisan Arum, ia membawa Arum ke arah Dito dan juga orang tuanya laki-laki itu.


" Halo om, Tante, selamat ya....ini kita bawain hadiah kecil buat kalian " Haidar memberikan sebuah hadiah berisi tas dan jam tangan bermerek untuk orang tua Dito


" Ya ampun haidarr....kenapa mesti repot-repot segala sihh, kayak sama siapa aja " ucap ibunya Dito.


" Iya kamu ini, om kan jadi seneng " celetuk papahnya Dito


" Kapan lagi kan Haidar kasih hadiah buat kalian " balas haidar dengan senyum ramahnya.


" Buat gue mana?" Tangan Dito menengadah meminta sesuatu.

__ADS_1


" Oh iya Tante, ini istri Haidar namanya Arum " ucap Haidar merangkul Arum di sampingnya.


" Woyyy gue lagi ngomong sama lu!!" Ucap Dito ngegas namun sengaja tak di gubris oleh Haidar.


" wahhhh cantik bangettt istri kamu!! pinter banget sih cari yang bening " heboh ibunya Dito, wanita itu selalu gemas jika melihat orang cantik dan mendambakan menantu dari Dito, tapi anak itu malah belum ada kemajuan.


" Anjir gue di kacangin " gerutu Dito dengan bibir maju kedepan.


" Arum Tante" Arum menyalami kedua orangtuanya dito dengan senyum manisnya.


" Manis banget sihh, mau gak jadi menantu Tante?" Candanya.


Arum tersentak saat sebelah tangan melingkar di pinggangnya, ia melihat wajah Haidar yang tersenyum " ini punya Haidar Tante, jangan ambil" ucap Haidar dengan senyum kecilnya.


" Ck nanti Tante suruh anak Tante cari yang cantik kaya Arum "


" Anak Tante gak bakal nemuin " celetuk Haidar


" Kenapa?"


" Yang cantiknya gak mau sama dia " ujar Haidar membuat kedua orang tua Dito terbahak


" Kamu benar!! Dia gak ada keren-kerennya " tambah papahnya Dito membuat wajah Dito semakin keruh.


" Terus aja bully!!!" Ketus Dito


" Dih orang bener "


" Gak tau ah males pengen beli trek " ujar Dito gak jelas.


" Udah ah Tante, Haidar mau icip-icip dulu makanan mumpung gratis heheh" cengir Haidar


" Siappp Tante, kita kesana dulu ya " Haidar menarik tangan Arum untuk mengikutinya " ayo sayang kita kesana, jangan dekat-dekat sama orang yang gak keren nanti ketularan" ejeknya menatap Dito dengan senyum mengejeknya.


" Kamprettt Lo darr!!!" Teriak Dito tak tau malu.


Haidar membawa Arum menjauh dari sana, tangannya melepas genggamannya pada tangan Arum " saya ambil minum dulu " Haidar berniat pergi namun Arum menahan lengannya.


" Mas! Aku ikut " cicit Arum, ia tidak merasa nyaman jika harus di tinggal sendiri.


" Saya cuma sebentar, kamu duduk dulu aja disana " tunjuknya pada sebuah bangku kosong


" Tapi mas-"


" Haidar!!" Ucapan Arum terpotong dengan kemunculan seseorang yang dengan tiba-tiba memeluk suaminya erat.


Haidar mendorong tubuh wanita itu untuk menjauh darinya " jangan sentuh saya!!" Ujar Haidar tajam, awalnya ia kaget melihat Nagita berada di pesta ini, apa Dito mengundangnya? Tapi rasanya tidak mungkin.


Nagita tersentak kaget dengan respon yang Haidar berikan padanya " sayang, aku minta maaf atas apa yang aku lakukan dulu. Aku ingin mulai dari awal lagi sama kamu " tangan Nagita menyentuh tubuh Haidar yang detik itu juga di tepis oleh pria itu.


" Saya dengan anda tidak ada hubungan apa-apa lagi, jadi enyah dari kehidupan saya!" Tegas Haidar


" Tapi kita belum putuss!!" Kukuh Nagita.


Haidar terkekeh sinis, konyol sekali wanita ini " hubungan tidak hanya berakhir dengan mengatakan kalimat putus saja apalagi ada unsur penghianatan di dalamnya, itu sudah cukup mengakhiri hubungan kita dulu. Dan asal anda tau, saya sudah punya pasangan hidup saya " Haidar menggenggam tangan Arum di depan nagita membuat wanita itu menggeram kesal.


" Enggak!!! Kamu masih cinta sama aku kan sayang hmm?"

__ADS_1


" Cih jangan harap " Haidar menarik Arum untuk meninggalkan wanita gila ini tapi Nagita malah menghadangnya.


" Aku gak akan lepasin kamu!! Kamu milikku Haidar!!" Ucap Nagita hilang akal, ia menarik kerah baju Haidar kencang dan mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir pria itu membuat jantung Arum seakan berhenti berdetak saat itu juga. Saking kagetnya, ia sampai meremas tangan Haidar yang ada di genggamannya.


Namun sebelum bibir Nagita benar-benar menyentuh bibirnya, Haidar lebih cepat menghindar dan mendorong tubuh wanita itu hingga termundur " menjijikkan!! Jangan pernah muncul di hadapan saya lagi, sampai kapanpun saya tidak akan menerima seorang penghianat " Haidar menarik kembali Arum untuk mengikutinya, meninggalkan Nagita yang menatapnya dengan tangan yang mengepal.


Haidar membawa Arum keluar dari gedung, tangannya kembali melepas genggamannya pada tangan Arum lalu berjalan ke parkiran yang ada di sebrang jalanan sana tanpa menunggu istrinya.


"Mas tunggu!! Kamu mau kemana? Acaranya dansanya belum di mulai " Arum mengejar Haidar yang sudah menjauh.


" Mas tunggu! Kaki aku sakit " keluh Arum namun belum juga di gubris oleh Haidar.


Arum terus mengejar suaminya tanpa melihat kanan-kiri saat menyebrang sampai tak menyadari sebuah sepeda motor melaju ke arahnya. Haidar yang lebih dulu menyadari adanya kendaraan yang melaju langsung berlari cepat ke arah Arum dan menarik tubuhnya hingga terjatuh dalam pelukannya.


" Kamu gila?!! Menyebrang tanpa melihat kanan-kiri kamu kira gak bahaya?? Kalau tadi sedetik saja saya telat menarik kamu arumi, entah apa yang akan terjadi!!" Marah Haidar


Arum sudah menangis sesenggukan " maaf " cicitnya.


Amarah Haidar mereda saat melihat istrinya menangis " mana yang sakit hmm?"


" Hati aku hiks " Arum mendongakkan kepalanya menatap Haidar " jangan cuekin aku, hati aku sakit" tangisnya makin pecah, tangannya sudah menggenggam erat baju haidar " aku sama Reza gak ada apa - apa, dia tiba-tiba meluk aku karena dia gak tau aku udah nikah hiks. Aku juga udah bilang kalo kamu suami aku.....maaf udah bentak kamu waktu itu, aku gak mau kamu kasar kayak gitu hiks aku takut " jelas Arum di sela tangisnya.


Haidar hanya diam mendengarkan penjelasan istrinya itu.


" Kamu ngingetin aku sama masa lalu aku dulu, aku liat ayah kandung aku dalam diri kamu saat kamu marah hiks aku takut "


Haidar memeluk erat Arum " maaf " ucap Haidar tulus, ia tak bermaksud membuat istrinya takut " aku cuma gak suka orang lain nyentuh milik aku " ucap Haidar mulai merubah kata bicaranya seperti semula.


" I love you sayang " bisik haidar tepat di telinga Arum, ah pada akhirnya cintanya di ungkap di pinggir jalanan seperti ini.


" I love you to mas" balas Arum malu-malu.


" Panggil sayang " pinta Haidar


" Sayang " cicit Arum membuat senyum Haidar terukir lebar


" Anjayyy haruskah ngungkapin cinta di pinggir jalan kayak gembel gini?" Ucap seseorang mengagetkan mereka.


Haidar menatap kesal pria di belakangnya, kenapa makhluk satu ini selalu muncul di waktu yang gak tepat? Bikin kesal saja " apaan Lo ganggu " ketus Haidar


" Wedehhh sloww bro, gue tadi liat kalian pulang duluan padahal acara dansanya sebentar lagi mulai " jelas Dito.


" Lo undang Nagita kesini?" Tanya Haidar to the point.


" Kagak! Gue juga gak tau dia muncul darimana.....eh tunggu bukannya ini kesempatan Lo buat nunjukin kalo Lo udah gak ada rasa sama dia? bikin dia nyesel senyesel nyeselnya" Ucap Dito dengan senyum misteriusnya.


Haidar terdiam sesaat lalu senyuman seringaian terukir di bibirnya " Lo bener " ucapnya dengan mata saling tatap menyiratkan sebuah arti.


sedangkan Arum, ia hanya memandang dua pria di depannya dengan muka polosnya.


" ayo sayang.....kita buat dia menyesal " Haidar menarik pinggang Arum posesif seraya berjalan memasuki gedung kembali.


" WOYY MALAH DI TINGGAL!!!" Teriak Dito membuat orang-orang di luar sana menatapnya aneh.


" mami om itu kenapa?" tanya anak kecil yang polos kepada ibunya.


" jangan di liatin, dia orang aneh " jawab sang ibu yang masih terdengar oleh Dito

__ADS_1


" Haidar kamprettt, harga diri gue jatuh di mata anak kecil" gerutu Dito kemudian ia masuk dengan mulut komat-kamit menyumpah serapahi sahabatnya.


...****************...


__ADS_2