
21.00
" menantuku!! Ayo kita nobar Drakor!" Seru salma kepada menantunya.
" Iya mah, ini Arum bawa cemilannya" Arum mendekati Salma yang ada dikamar tamu.
Salma tersenyum senang, akhirnya ia bisa maraton Drakor kesukaannya lagi. Kalo di rumah kan ada suaminya mueheheh. Berbeda dengan Salma yang antusias, Haidar justru terlihat tidak bersemangat. Pria itu menghampiri mama dan istrinya yang sudah fokus pada filmnya.
" Sayang jangan malam-malam, kita kan besok ada acara. Kalo kamu bergadang nanti kepala kami pusing" celetuk Haidar ikut duduk di samping istrinya.
" Ck ganggu aja kamu!!" Ketus Salma
Haidar mendengus kasar " orang aku ngomong sama istri aku " ucapnya tak mau kalah.
Salma memutar matanya jengah " OMG!! Ganteng bangett!!! Mamah pernah berharap punya anak seganteng dia " celetuk salma ketika melihat wajah aktor tampan yang muncul di layar.
" Arum juga pernah berharap punya suami kayak dia mah!!" Balas Arum tak kalah antusias.
Muka Haidar makin keruh, tidak bersyukur sekali mereka berdua yang sudah di berikan anak dan suami setampan dirinya " ck itumah gak seberapa, gantengan juga aku!" Ketus Haidar namun tak ada yang menggubris ucapannya membuat ia makin kesal.
" Kok dicuekin sih?!!" Kesal Haidar.
" Sayang kepala aku pusing " ucap Haidar mencari perhatian istrinya.
" Obat ada di kamar " balas Arum tanpa mengalihkan matanya dari layar tv
" Tapi tangan aku sakit "
" Masih ada tangan kiri, Kamu kan kidal" balas Arum
" aku juga lapar, masakin aku makanan "
" Di meja makan udah ada, aku udah masakin buat kamu "
" Aku maunya makan mie "
" Loh bukannya kamu gak suka mie ya?" Tanya Arum, kini matanya menatap Haidar.
" Hehe iya juga ya " ucapnya cengengesan.
Arum memutarkan matanya lalu kembali menatap layar.
" Sayang....aku ngantuk "
" Ya tidur mas " tak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya, ngantuk bukannya tidur tapi malah curhat.
" Aku maunya sama kamu " ucap Haidar manja
" Lebay!!!" Sindir Salma.
" Apasih mah ganggu aja!" Mamanya ini hobi banget bikin ia kesal.
" Kamu juga ganggu kita nonton! Udah sana ke kamar!!" Usir Salma
Haidar mencebikkan bibirnya kesal, lalu matanya kembali menatap istrinya " aku gak bisa tidur sendiri "
__ADS_1
" Heleh biasanya juga sendiri waktu kamu belum nikah sama Arum " ucap Salma nyambung terus.
Bibir Haidar semakin maju, kenapa juga mama-nya harus menginap sih!! Emangnya papa-nya gak kesepian dirumah?? Ngomong-ngomong tentang papanya, Haidar jadi punya ide di benaknya.
" Mama nginap disini emang di izinin sama papa? Tega banget mama ninggalin papa tidur di rumah sendirian, papa kan butuh kehangatan dari istri. Emangnya mamah mau kalo papa cari kehangatan di luar san-"
PLETAKK
Salma menyentil kencang mulut Haidar hingga pria itu meringis.
" Kebiasaan kdrt sama anak!!!" Kesal Haidar seraya mengusap-usap bibirnya yang panas.
" Enak aja kalo ngomong!! Papa kamu itu setia sama mama, orang mama cantik tak terkira, mana bisa papa kamu berpaling dari mama " ucap Salma percaya diri, namun tak dapat di pungkiri kalau Salma memang berparas cantik meskipun sudah tua. Jadi tak heran jika ke good lookingannya menurun pada Haidar.
" Cantik itu relatif mah, percuma cantik kalo gak bisa bikin suami betah " ucap Haidar so bijak.
" Papa kamu itu udah bucin tingkat akut sama mama jadi gak mungkin lah kalo dia gak betah, lagian papa udah kasih izin sama mama "
" Tumben, biasanya kan posesif banget tuh . Jangan - jangan......" Haidar sengaja mengompori mamanya.
" Jangan-jangan apa?" Suara berat terdengar dari belakang mereka sontak membuat mereka menolehkan kepala bersamaan.
" Sayangg!!" Pekik Salma menghampiri suaminya, tak lupa dengan tangannya yang sudah bergelayut manja di lengan suaminya.
" Malu mah ada anak-anak " bisik Nathan
" Biarin, biar mereka iri "
Haidar menatap mama-nya jengah, mamanya itu selalu saja bersikap layaknya anak ABG yang lagi kasmaran. Sepertinya ini efek Drakor yang mama-nya itu tonton.
Haidar membulatkan matanya, kenapa mamanya jadi tukang adu begitu? Ah menyebalkan sekali mama tercintanya itu.
" Oh jadi kamu mikir begitu tentang papa?" Tanya Nathan menatap Haidar.
" Eh bukan pah, aku cuma kasian liat papa sendirian di rumah " kilah Haidar.
" Jadi kamu dukung papa cari Mama baru di luar sana?" Alis Nathan terangkat sebelah.
" Enggak lah!!" Ucap Haidar, lalu tubuhnya bergerak lebih dekat dengan papanya " tapi kalo ada yang cantik, baik, sexy. Jangan tanya lagi lah, gasin cari Mama baru" bisiknya
Nathan menganggukan kepalanya " siapp, jangan bilang mama kamu " ucap nathan bercanda.
Salma dan Arum yang masih bisa mendengar bisikan mereka segera menarik telinga suami mereka masing-masing.
" Awwww sakit mahh!!"
" Awww sayang sakit!!!" Teriak mereka bersamaan.
" Bagussssss!!!! Udah berani cari Mama baru hmm?" Ujar Salma dengan aura menyeramkannya.
" Yang gimana tadi? Sexy? " Tambah Arum
" Ampun!!" Pekik mereka berdua bersamaan.
Salma dan Arum mendorong tubuh suami mereka masing-masing supaya keluar dari kamar " malam ini jangan tidur sama aku!!" Ketus Salma.
__ADS_1
" Kamu juga mas!!" Ucap Arum tak kalah ketus.
" Lah kok aku juga sih?!!" Ucap Haidar tak terima.
" Sayang kita hanya bercanda " ucap Nathan
" Bodo amat!!"
BRAKK
Nathan dan Haidar memejamkan matanya saat pintu kamar tertutup keras di depan mata mereka, tangannya sama-sama mengelus dada mereka masing-masing.
" Mama kamu emosian banget kalo ngebahas istri baru " celetuk Nathan dengan posisi badan yang masih sama.
" Menantu papa juga sama gitu " balas haidar melas.
Mereka saling merangkul, menguatkan hati masing-masing menghadapi istri mereka yang lagi marah.
" Tidur " titah Nathan
" Papa dimana tidurnya?" Tanya Haidar mengingat di rumahnya hanya ada 2 kamar. Satu kamarnya dan Arum, yang satunya lagi kamar tamu, sedangkan bi Inah bekerja hanya dari pagi sampai sore saja jadi ia tidak tinggal di rumah Haidar.
" Di sofa aja "
" Papa di kamar Haidar aja, biar Haidar yang tidur di sofa "
" Gak usah, lagian papa mau sambil ngerjain pekerjaan jadi pasti gadang"
" Yaudah Haidar duluan ya " ucap Haidar kemudian segera masuk ke kamar saat mendapat anggukan dari papahnya.
Haidar merebahkan badannya di kasur mencoba untuk tidur namun rasanya susah. Terbiasa dengan adanya Arum di sampingnya membuat suasananya jadi berbeda saat istrinya itu tidak ada, Tubuhnya berguling-guling kesana kemari mencari kenyaman yang biasa ia dapat dari Arum saat ia memeluknya.
Helaan nafas berat keluar dari mulut Haidar " kapok gue bercandain istri " gumamnya kesal sendiri.
Sedangkan disisi lain.....
" Ahahahahahha lucu bangett "
" Ahahahah Mukanya kocak banget "
Gelak tawa bersambutan memenuhi ruangan, Salma dan Arum masih terbahak melihat adegan film yang menurut mereka sangat menggelitik perutnya.
" Eh ini udah larut banget, kamu besok ada acara kan? Kita tunda dulu nontonnya, mama gak mau kamu sakit " ucap salma perhatian.
" Yaudah yuk tidur "
Mereka membaringkan tubuhnya pada kasur yang cukup lebar dan muat untuk mereka berdua.
" Good night menantu"
" Night juga mama"
Merekapun tertidur dengan Susana hati yang tenang.
...****************...
__ADS_1