
Hari mulai malam, bahkan acaranya hampir selesai tapi reza tak kembali setelah pergi dengan gadis itu. Apa cowok itu benar-benar melupakannya? Kenyataan itu cukup membuat hati Arum sedikit terusik, dia memutuskan untuk mencari udara di halaman rumah mewah itu.
" Sayang kamu mau kemana?" Cegat Rumi
" Aku mau cari udara segar di luar bunda, boleh kan?"
" Sendirian? Reza nya mana?"
" Mmmm dia lagi ada urusan Bun hehehe"
" Oh yaudah , tapi kamu udah makan kan?"
Arum menggigit bibir bawahnya " udah tadi icip-icip ehehe " bohongnya, kenapa dia jadi sering berbohong akhir-akhir ini?
" Kalo ada apa-apa panggil bunda"
" Iya siap bunda, aku kesana dulu ya" pamit Arum lalu pergi setelah mendapat anggukan dari Rima.
Arum mendudukkan dirinya di bangku halaman yang cukup besar untuk diisi 2 orang.
" Kamu liat kan rum, dia ninggalin kamu gitu aja. Gak bertanggung jawab banget, jangan suka sama dia....rum please denger donggg, rum!!" Haidar menghela nafasnya pasrah.
BRAKK
Kepala Arum menoleh cepat ke arah luar gerbang saat mendengar keributan disana, kakinya melangkah untuk mendekat. Setelah sampai disana, dia melihat seorang wanita paruh baya yang membelakanginya sambil meringis memegangi kakinya yang sakit akibat tertabrak.
" Anda tidak apa-apa?" Tanya Arum sembari menolong wanita itu.
Wanita itu menolehkan kepalanya menatap Arum, sontak mata mereka melebar setelah mengetahui dengan siapa mereka sekarang.
" Arum?"
" I-ibu?" lirih arum, dia melihat penampilan ibunya yang jauh berbeda dari sebelumnya.
" Arum kamu kemana aja, ibu nyariin kamu" ibunya menarik Arum kedalam pelukannya.
" Ibu ngapain disini?"
" Ibu habis beli barang di supermarket buat majikan ibu"
" Majikan?" Kaget Arum
" Hiks iya, papah kamu ngusir ibu dari rumah, sekarang ibu bekerja di rumah orang sebagai pembantu"
Arum menutup mulutnya tak percaya, tega sekali papahnya memperlakukan ibunya seperti itu, matanya berkaca-kaca melihat kondisi ibunya saat ini
" Maafin ibu nak hiks, selama ini ibu udah jahat sama kamu" ibunya Arum bersimpuh di kaki Arum
" Ibu jangan gini, Arum udah maafin " dengan cepat Arum menggapai tubuh ibunya supaya tidak bersimpuh di kakinya.
" Kamu mau kan kembali sama ibu? "
Arum terdiam sesaat, tidak mungkin juga dia selalu tinggal di rumahnya Reza kan? Apa dia ikut saja dengan ibunya?
" Kamu gak mau ya? Pasti kamu udah hidup enak kan jadi gak mau ikut sama ibu yang lagi sulit ini" sedih ibunya
" Bukan gitu Bu " bantah Arum, dia bingung harus bagaimana " aku ikut ibu " putusnya.
" Makasih sayang" ibunya kembali membawa Arum kedalam pelukannya, sayang? Kata yang selama ini Arum tunggu dari ibunya, pelukan yang selalu ia harapkan kini dia mendapatkannya. Arum sangat senang malam ini hingga melupakan kesedihan yang beberapa menit tadi menghampirinya.
__ADS_1
" Bentar aku mau pamit dulu ke bunda Rima" izin Arum
" Gak usah, kamu bisa kirim pesan kan sama mereka" cegat ibunya.
" Tapi-"
" Udahh ayok ikut ibu, ini udah malam nanti majikan ibu marah"
" Yaudah" merekapun pergi dari sana
" Perasaan gue kok gak enak ya dia ikut sama ibunya" gumam Haidar
sedangkan disisi lain......
" Bunda" panggil Reza
" Kenapa?"
" liat Arum gak?" Tanya Reza khawatir
" Tadi katanya mau keluar sendirian" Rima melihat Reza berlalu dengan tergesa-gesa.
Reza melihat sekeliling halaman namun tak menemukan gadis itu " rum Lo dimana?" Gumamnya, dia sudah menelfon gadis itu tapi tidak di angkat.
" Apa dia marah gara-gara gue tinggalin?" Tanyanya pada dirinya sendiri " AKHHHH lagian kenapa gue ninggalin dia sendiri sih!!!" Geramnya sambil menjambak rambutnya kesal
Cowok itu kembali ke dalam untuk menemui bundanya " Arum gak ada Bun" adu Reza.
" Apa?? Kamu udah cek ke-" ucapan Rima terpotong dengan suara notif di handphonenya.
TRINGG
Assalamu'alaikum bunda
Arum mau pamit sama bunda, tadi Arum ketemu ibu di luar, dia udah berubah Bun dan pengen aku kembali, dia peluk arum Bun, aku seneng bangett. Jadi Arum mutusin mau ikut ibu, maaf gak pamit langsung sama kalian, titip salam sama yang lain dan selamat juga buat bang Rezi sama kak hanum atas kehamilannya, makasih udah mau nolongin arumm selama ini, Arum sayang kaliann.
" Bunda kenapa?" Tanya Reza ketika melihat perubahan ibunya.
Rima memberikan ponselnya pada Reza supaya dia membacanya langsung, Reza termenung setelah membaca pesan dari Arum. Dia berusaha kembali menelfon Arum namun handphone gadis itu kini tidak aktif.
" Za perasaan bunda gak enak, bunda takut dia kenapa-napa" panik Rima dengan air mata yang tak bisa ditahan lagi.
Reza berusaha menenangkan bundanya " bunda tenang ya, Reza akan cari Arum, bunda jangan nangis gini nanti acaranya bisa kacau"
Rima menganggukan kepalanya " cepat cari dia dek"
" Iya Eza pergi dulu" dengan cepat dia menyusul Arum, berharap gadis itu belum pergi jauh dari sana.
......................
" Ini rumahnya bu?"
" Iya ayok masuk" ajak ibunya Arum
Pintu utama terbuka menampakan seorang cowok yang sudah berdiri menyambut kedatangan mereka.
" Welcome, Arumi Nasha Razela"
" Kak Juna?!" Kaget Arum, jadi ini rumahnya Juna?
__ADS_1
" Kamu cantik sekali malam ini " ucap Juna menatap dalam Arum yang memakai dress berwarna putih.
" Saya sudah membawanya, sekarang mana uang nya?" Tanya ibunya arum sontak membuat kepala Arum menoleh padanya.
" M-maksud ibu apa?" Tanya Arum mulai tidak enak hati
"Biar aku yang jelasin" ucap Juna seraya menyelipkan rambut Arum pada telinga gadis itu.
" Ibu kamu bekerja sebagai pembantu di sini, karena gak tega jadi aku tawarin uang yang banyak tanpa harus bekerja tapi kamu sebagai gantinya " ucap Juna dengan senyum menyeringai
Tubuh Arum mulai bergetar ketakutan " i-ibu jual aku?" Tanya Arum pada ibunya.
" Tentu saja, apapun akan ku lakukan demi uang" ucap ibunya Arum santai
" Tapi tadi ibu bilang..."
" Bohong!! Semua yang saya bilang tadi cuma kebohongan supaya rencana saya berjalan lancar" ucapnya tanpa rasa bersalah
Kecewa? Bangett. Arum tidak bisa menahan tangisnya lagi, hatinya sakit berkali-kali lipat.
" Kau buat dia menangis dan menghancurkan riasan cantiknya, ini uangnya dan segera pergilah" ujar Juna pada ibunya Arum
" Ibu tunggu.." Arum ingin menyusul ibunya yang sudah berlalu pergi tapi tangan Juna lebih dulu menahannya.
" Mau kemana hmmm? Kamu milik aku sekarang sayang"
" Hiks jahat!! Kak Juna jahat!!" Teriak Arum di depan wajah Juna.
" Sutttt aku gak jahat sayang, aku cuma mau kamu"
" Gue gak Sudi!" Ucap Arum memancing emosi Juna
" apa kamu bilang?!! Mulai nakal ya?" Juna menyered Arum kedalam kamarnya lalu membanting gadis itu ke kasurnya.
Arum menangis histeris, dia sangat takut sekarang " kak aku mohon lepasin aku" mohon Arum
" Aku gak akan lepasin kamu malam ini" ucap Juna yang sudah di kabuti awan hitam.
Arum memberontak saat Juna mendekat, dia menggigit tangan Juna dan langsung berlari kedalam kamar mandi saat cowok itu lengah. Dia tau pintu kamarnya di kuncin jadi tak ada pilihan lain selain masuk kedalam kamar mandi, Arum meraba-raba telfonnya namun nihil.
" Hp gue mana? Kok gak ada?" Tanya nya mulai panik
BUGH
BUGH
suara gedoran pintu kamar mandi terdengar jelas di telinganya.
" Kamu lupa ini rumah siapa? Aku punya kunci cadangan sayang" ucap Juna dari arah luar
Arum semakin kalut, dia harus bagaimana sekarang? Dia menahan pintu supaya tidak terbuka
" za gue takut" gumamnya dengan air mata mengalir deras.
CEKLEK
TBC
...****************...
__ADS_1