Istri Ganda Haidar

Istri Ganda Haidar
Eps 32 - RASA MELON


__ADS_3

Haidar memandang horor supermarket di depannya, rasanya sulit sekali untuk melangkah kedalam.


" Sayang ayo cepat!!" Ucap Arum menurunkan kaca mobilnya.


Haidar manarik nafas dalam-dalam, menghirup banyak udara untuk memasok paru-parunya " cuma pembalut Haidar....yang penting gak ada orang kantor " ucapnya menyemangati diri sendiri sembari melangkahkan kakinya kedalam.


Kepala Haidar celingukan mencari rak khusus pembalut, saat menemukannya ia segera berjalan kesana.


" Arum suka pakai yang mana ya?" Bingungnya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Ngapain Lo bro? " celetuk seseorang mengagetkannya.


Haidar menoleh ke arah Dito yang memandangnya dengan alis terangkat sebelah " kenapa harus ada ni orang dimana mana sih! Bisa di ejek gue kalo gini" Kesal Haidar dalam hati.


" Ngapain Lo disini, acara belum selesai juga" tanya Haidar balik


" Biasa gue ngadem disini, beli apa Lo?" Tanya Dito kepo


" Gue lagi beli sesuatu" jawab Haidar santai.


" Pembalut maksud Lo?" Tanya Dito dengan senyum mengejeknya.


" Bukan! Gue mau beli itu " tangan Haidar menunjuk ke arah belakangnya tanpa melihatnya terlebih dahulu.


Dito melihat arah yang di tunjuk Haidar, tawanya menggelegar membuat orang lain menatap mereka berdua aneh " sejak kapan Lo pake popok lansia dar?" Ucapnya nyaring sontak membuat kepala Haidar menoleh ke belakang.


Matanya melotot saat melihat pada rak yang berisi popok khusus lansia itu " Anjir!!!" Jeritnya dalam hati, wajahnya sudah memerah menahan malu karena orang yang ada disana ikut menertawakannya diam-diam.


" Dito kampret!! Diem gak Lo!!!!" Haidar memiting leher Dito


" Lepasin anjir gue kecekek "


Haidar melepas tangannya " malu-maluin banget suara toa Lo!! Pantesan gak ada yang mau sama Lo!" Kesal Haidar.


" Yailahh malah bawa-bawa masalah jodoh gue yang belum ketemu, lagian Lo mau beli apa sih sebenernya?"


" Pembalut! Puas Lo?!!" Ucap Haidar ngegas.


" Ck lagian cuma beli gitu aja ribet Lo pake drama dulu! Ni..gue bantuin, gini-gini gue tau segala hal yang menyangkut cewek. Termasuk jenis pembalut kek gini "


" Serem Lo lama-lama " celetuk Haidar dengan mata memicing nya.


Dito memutar matanya jengah " mau gue bantuin gak?!!" Ngegas nya.


" Cepet pilihin " titah Haidar


Dito berfokus ke arah rak " Arum suka yang panjang atau pendek?" Tanya Dito


" Apanya?" Tanya Haidar dengan muka polosnya berhasil mendapatkan jitakan gratis di kepalanya dari Dito.

__ADS_1


" Dosa Lo jitak kepala bos!!!" Ketus Haidar mengelus kepalanya yang di jitak.


Dito mengedikkan bahunya acuh " pikiran Lo lebih dosa!!"


" Dih apaan? Orang gue nanya juga " sewot Haidar


" Lagian pake nanya segala! Yang kita bahas kan pembalut, ya gue nanya pembalut yang suka di pakai Arum itu yang pendek apa panjang?!!" Kesal dito pada akhirnya.


" Biasa aja kali, gitu aja ngegas!!"


Dito menarik nafasnya banyak-banyak " cepetan ah gue sibuk!"


" Yaudah si dua-duanya aja gue beli, ribet amat sih Lo!"


" Lah!!" Dito mengelus dadanya sabar " yang ada sayapnya atau enggak?" Tanya Dito lagi


" Gak usah, nanti istri gue terbang lagi ke asalnya. Dia kan bidadari tak bersayap " ucap Haidar santai


Sekali lagi Dito memutar bola matanya jengah, ia selalu sebal melihat kebucinan sahabatnya ini " merek apa?"


" Terserah "


"Ck kayak cewek!!!" Kesal Dito


" Yang itu aja noh rasa melon " tunjuk Haidar pada kemasan yang berwarna hijau tosca.


" Pale Lo melon!!" Ingin sekali Dito berkata kasar tapi ia tahan demi kesejahteraan rakyat " nih " Dito menyerahkannya kepada Haidar namun tak kunjung di ambilnya.


" WOYY ogah!!"


Haidar menatap Dito tajam " Lo mau penyaluran dari perusahaan gue ke perusahaan Lo di cabut?"


" Ajshahaksfajshgshahsgs IYEEE IYEE!!" Kesal Dito pasrah


Haidar tersenyum senang " bagus " ia berbalik untuk keluar duluan.


Dito menghela nafasnya, ia melangkah ke arah tempat kasir yang dilayani oleh seorang wanita yang menjadi incarannya " ck kalo dia mikir yang macam-macam gimana" gumam Dito, pasalnya ia selalu ke sini hanya untuk melihat wajah pujaan hatinya dengan berpura-pura berbelanja.


Dito berdiri berhadapan dengan wanita itu, wajahnya sudah memerah akibat malu " i-ini " pembalut yang ada di tangannya diletakkan di atas meja kasir.


Wanita itu tersenyum kecil seraya mengambil barangnya " buat pacarnya ya mas?"


Kepala Dito menggeleng cepat " Bukann!!! Ini.....buat istri! Eh maksudnya istri sahabat!! " Jawab Dito panik.


Bangsul Napa gue bilang istri ******!!. Jerit Dito dalam hati.


" Ohh kirain istri mas, ini pesanannya semuanya 30ribu " wanita itu menyerahkan pesanannya " ada lagi yang mau di beli?"


" Kamu " jawab Dito tanpa sadar.

__ADS_1


" Mmm gimana?" Tanya-nya memastikan.


" Ekhemm kamu mau gak saya beli dengan mahar pernikahan kita nanti?" Tanya Dito memberanikan diri


Wanita itu tertegun mendengar lontaran yang Dito ucapkan, ia tersenyum tak enak "maaf mas, tapi aku udah nikah " ia menunjukan jari manisnya yang sudah tersemat cincin pernikahan.


Dito tersenyum miris " tidak papa, saya cuma bercanda hehe" Dito mengambil pesanannya lalu membayar dengan uang yang Haidar berikan " saya permisi " ia keluar dari supermarket dengan lesu.


" Ck lama banget sihh?!!" Gerutu Haidar begitu melihat Dito keluar dengan kresek belanjaannya.


" Nih " Dito menyerahkan pesanan sahabatnya dengan lesu tak bertenaga.


" Lah kenapa Lo?"


" Gue patah hati dar..... Cewek itu udah nikah " adu Dito


" Cewek yang Lo ceritain dulu?"tanya Haidar, ia masih mengingat Dito pernah bercerita tentang seorang wanita yang ia sukai.


Kepala Dito mengangguk " gue kalah cepet"


Haidar merangkul pundak Dito " udehh jangan galau gitu Lo gak pantes, nanti Lo dapetin yang lebih cantik lebih dari dia "


Dito menatap Haidar melas " Arum maksudnya?" Ucapnya dengan wajah polosnya sontak membuat Haidar melotot.


" Dikasih hati minta jantung Lo!! Udah baik-baik gue hibur Lo dit tapi Lo malah mau jadi pebinor!!"kesal Haidar " dah ah istri cantik dan manis gue udah nungguin " sombong Haidar seraya pergi begitu saja meninggalkan Dito yang masih galau.


" Tega Lo dar!! Woyyy gue rebut istri Lo baru tau rasa Lo Haidar kamprett!!" Teriak dito tanpa rasa malu


" Om aneh om aneh " seorang anak kecil menarik-narik celananya membuat kepala Dito menunduk.


" Om aneh kok teriak Mulu? Om gila ya?" Tanya anak kecil itu polos.


Anjir inikan bocah yang waktu itu. Batin Dito


Dito tersenyum paksa " enak aja gila!! Ganteng-ganteng gini di sebut gila? Dasar bocil nakal " ucap dito berkacak pinggang


" Haaaaaa hiks om jahat, om marahin aku" tangis bocil itu pecah.


" Hehh jangan nangis!" Dito mulai panik, ia celingukan takut orang tua bocah ini melihatnya " lepasin tangannya " ucap Dito, ia ingin kabur tapi tangan bocil itu malah memeluk sebelah kakinya sambil menangis.


" Hiks om jelak jahat "


" LO APAIN ADEK GUE!!" Pekik seorang wanita dari arah belakang.


Dito melotot begitu melihat seorang wanita berkuncir kuda mendekat kearahnya lalu menendang bokongnya keras hingga ia terjungkir kebawah.


" Awww gila Lo?!!" Pekik dito kesakitan, ia menatap sengit wanita yang sudah memeluk adiknya itu.


" Lo yang gila!! Awas ya kalo Lo berani macam-macam sama adek gue lagi, gue buat Lo babak belur!!" Ketusnya kemudian pergi dari hadapan Dito.

__ADS_1


" Gila....tu cewek apa cowok? Kuat bener " Dito menepuk-nepuk bokongnya yang kotor lalu kembali ke ke arah mobilnya.


...****************...


__ADS_2