Istri Ganda Haidar

Istri Ganda Haidar
Eps 12 - SIAPA DIA?


__ADS_3

TOK


TOK


ketukan pintu terdengar di kamar yang Arum tempati hingga membuat gadis itu terbangun dari tidurnya. Kakinya melangkah untuk membuka pintu.


" iya bunda?" Tanya Arum setelah melihat Rima berdiri di hadapannya.


" Bunda ganggu tidur kamu ya? Kamu pasti capek karena semalam"


" Enggak kok bunda, Arum yang telat bangun mungkin keenakan lagi gak shalat jadi gak bangun subuh"


" Yaudah kamu mandi terus pakai baju ini" Rima memberikan dress panjang yang ada ditangannya.


" Wahhh dress-nya cantik bunda, ini punya siapa?"tanya Arum dengan mata berbinar melihat gaun yang diberikan Rima


" Ini dress buat kamu, hari ini kita ngadain acara buat ngerayain ulang tahun bang Rezi terus katanya kak hanum mau kasih surprise buat kita" jelas Rima


" Arum ikut juga?" Tanya Arum ragu


" Iya dong, kamu kan udah kami anggap keluarga"


Arum tersenyum haru " makasihhh bunda" ucapnya dengan tangan memeluk Rima erat, hatinya terharu dengan perlakuan yang bunda Rima berikan padanya bahkan keluarganya saja tidak pernah memperlakukannya sesayang ini.


" Sama-sama sayang......udah sana kamu siap-siap" perintah Rima


" Oke bunda, Arum siap-siap dulu "


Selang beberapa menit.....


" Dek panggil Arum, kita berangkat sekarang" suruh Rima pada reza


" Siap bun...." Ucapan Reza terpotong saat melihat siluet seorang gadis.


" Arum udah siapp" ucap Arum mengalihkan perhatian mereka.


Reza tertegun melihat penampilan Arum hari ini, dress putih sepanjang mata kaki dengan lengan dress yang juga panjang sangat cocok di tubuh arum, serta rambut yang tergerai indah menyempurnakan penampilannya. Dimata Reza Arum selalu cantik.


" Wahhhhh kamu cantik banget sayang" Rima mendekati Arum dengan wajah berbinar.


Arum tersenyum malu mendapat pujian dari Rima " makasih bunda " cicitnya.


" Cantik kan za?" Tanya Rima sengaja memancing anaknya.


" Iya " jawab Reza spontan tanpa sadar membuat semburat merah muncul di kedua pipi Arum.


Reza yang tadinya melongo dibuat tergagap  " eh ma-maksudnya....ekhemm " Reza hanya berdeham saja sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain dengan tangan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


Rima tersenyum jail " gengsi " cibirnya "ayok sayang" ajak Rima menggandeng tangan Arum keluar kemudian di ikuti oleh reza


" Bun, aku naik motor ya " izin reza


" Jangan!! Acaranya sampe malam, kalo kamu masuk angin gimana?" Larang Rima, dia memang paling cerewet kalo menyangkut soal kesehatan anak-anaknya.


" Yah bunda, Eza kan bukan cowok lemah yang gampang masuk angin"


" Enggak!!"


" Ck yaudah kalo gitu Arum semobil sama Eza " Reza merebut cepat tangan Arum yang dicekal oleh bundanya lalu membawanya ke mobil miliknya.


Rima hanya bisa menggelengkan kepalanya " dasar anak muda "


" Udah sayang biarin aja, ayok kita berangkat, Rezi sama Hanum udah di sana" ucap Romi yang langsung di angguki oleh istrinya.


Sedangkan disisi lain....

__ADS_1


Mereka duduk dengan canggung


" Mmmm za " panggil Arum


" Hmm?" Respon Reza dengan pandangan kedepan melihat jalanan


"Emang acaranya resmi ya?"


" Hmm bisa dibilang enggak bisa di bilang iya " jawab Reza membingungkan.


" Kok gitu?"


" Disana yang datang bukan keluarga gue doang tapi juga keluarga kakek nenek gue, keluarga Tante gue, dan lainnya. Intinya keluarga besar semuanya hadir "


Jawaban Reza membuat Arum semakin gugup, tangannya saling menaut serta bibir bawah yang di gigit kuat. Keterdiaman Arum mencuri perhatian Reza, cowok itu mencuri pandang ke arah Arum yang terlihat jelas kegelisahan di wajahnya " jangan di gigit " ujar Reza.


" Hah?" Tanya Arum bingung


" Kalo gugup jangan gigit bibir lo nanti kebiasaan, bibir Lo bisa luka "


" I-iya " ucap Arum pelan


" Kenapa gugup gitu?" Tanya Reza


" Gue cuma gak enak aja kalo orang asing kayak gue tiba-tiba ada di acara keluarga besar Lo "


" Lo tenang aja, gak bakal ada yang gigit Lo" ucapnya asal


" Reza gue seriusss!!!" Ucapnya ngegas


" Gue seriusin Lo gak mau " celetuk Reza


" Be-beda pembahasan!! "


" terus Kapan mau bahas?" Pancing reza


Pergerakan Arum yang mau turun dari mobil terhenti oleh tangan yang terjulur di samping wajahnya, badannya menegang saat posisi mereka sangat dekat bahkan Arum dapat merasakan hembusan nafas Reza di wajahnya.


" Anjir mau apa dia?  Menjauh dari bini gue woyy!!" kesal Haidar


" Z-za..." Gugup Arum


KLIK


Reza membuka sabuk pengaman Arum yang masih terdiam " lain kali kalo mau kabur dari gue lihat-lihat dulu cantik " ucapnya di samping telinga Arum lalu kembali menjauh.


BLUSH


wajah Arum memerah menahan malu, dengan cepat dia keluar dari mobil lalu menghampiri Rima yang sedang menunggunya.


Reza hanya terkekeh melihat tingkah Arum " jadi makin suka " ucapnya tersenyum geli.


" Huwekkk alay!!" Ketus Haidar kemudian turun menghampiri Arum.


" Arum muka kamu kenapa merah? Kamu di apa-apain sama Reza?" Tanya Rima khawatir.


" E-enggak kok bunda, Arum cuma kepanasan aja gerah hehe "


" Iya Arum kegerahan Bun, gak mungkin Eza apa-apain " sambung Reza menatap Arum dengan muka tengilnya.


" Oh yaudah ayok kita masuk " ajaknya


Merekapun masuk bersamaan kedalam rumah milik kakeknya Reza yaitu ayah dari Romi. Disana sudah ramai dengan tawa serta musik yang mengalun mengiringi acara mereka.


" Akhirnya kalian datang juga " sambut Bowo -ayahnya Romi

__ADS_1


" Dia siapa? Pacarnya Reza?" Tanya Bowo ketika matanya menemukan seseorang yang asing


Senyum Reza mengembang " iya kek dia pacar Reza namanya Arum " jawabnya santai dengan tangan menggenggam tangan Arum


Arum menatap tajam cowok itu namun di abaikan olehnya, kemudian tatapannya beralih ke arah Bowo lalu maju untuk menyalami paruh baya itu " Arum kek" ucapnya sopan


" Nama yang cantik, kayak orangnya " komentar Bowo


" Dia punya Eza!! Ayo sayang kita cari makan" Serobot reza lalu membawa Arum menjauh dari mereka yang sudah tertawa geli.


" Ihh za jangan cepat-cepat jalannya kaki gue sakit " keluh Arum


Reza menghentikan langkahnya, pandangannya mengarah pada kaki Arum yang memakai sepatu heels " mana yang sakit?" Tanya Reza berjongkok di hadapan Arum


" Eh gue gak papa, bangun!" Arum menarik kembali tubuh Reza supaya berdiri.


" Yakin? " Tanya Reza yang langsung di angguki oleh Arum


" Woyyy za!!" Teriak leo -sepupu Reza


" Eh bro sehat Lo?" Tanya Reza ketika leo mendekat


" Sehattt dongg" mereka saling menjabat tangan ala cowok, tatapan leo beralih pada Arum yang sedari tadi memperhatikan mereka.


" Hai gue leo " tangan Leo terulur ke arah gadis itu


" Arum " balas Arum


Leo terus menatap Arum membuat dia agak risih, bukannya apa tapi dia tau betul tatapan apa itu .


" Jangan macem-macem, dia milik gue " celetuk Reza sembari merangkul bahu Arum, dia tau seperti apa seorang leo.


Sudut bibir leo terangkat " cantik juga punya lo za, gue nyoba boleh?" Tanya leo sontak membuat mata Arum melotot, emangnya dia barang di coba coba?!!


" Gak! Urusin aja cewek-cewek Lo yang banyak itu"


" Yaelah za pelit amat, gue bosen sama mereka"


" Gila" dengus reza


" Gue ke yang lain dulu ya" pamit leo


" Iya jangan balik lagi kalo perlu" ucap Reza Dengan muka tengilnya.


Leo tertawa kecil lalu pergi dari hadapan mereka.


" Kenapa?" Tanya Reza pada Arum


" Gue takut sama dia " ucapnya dengan tatapan horornya.


Reza terkekeh " tetap di sisi gue biar Lo aman"


" Hmmm okey "


" Mau makan?" Arum menganguk pelan, demi apapun perutnya sangat lapar.


" Kita kesana" Reza menarik tangan Arum menuju tempat makanan tersedia.


Sebelum mereka sampai disana, sebuah teriakan lebih dulu menghentikan mereka


" Ezaaaaaaaaa" teriak seorang gadis di susul dengan pelukan eratnya.


" Syila Lo kapan balik? Gue kangen anjir" ucap Reza sembari membalas pelukan sahabatnya itu tak kalah erat.


" Gue lebih kangen sama Lo!! Gue ada sesuatu buat Lo....ikut gue " syila menarik tangan Reza menjauh dari jangkauan Arum yang sedari tadi menyaksikan mereka.

__ADS_1


Arum terdiam ditempat, kenapa hatinya sakit saat Reza mengabaikannya bahkan cowok itu melupakan kehadirannya saat gadis itu datang, siapa dia?


TBC


__ADS_2