
" kamu beneran gak mau ke dokter aja?" Tanya Arum setelah mereka sampai di rumah. Wanita itu khawatir dengan keadaan suaminya apalagi setelah mendengar keluhannya tadi, tak tau saja bahwa suaminya itu hanya asal bicara supaya Arum nurut.
" Enggak usah, lagian besok kita juga ke rumah sakit buat cek tangan aku. Sekalian ke butik buat acara besok malam"
" Kemana?" Arum mengernyit tak paham.
" Ck pelupa! Katanya tadi mau datang ke pesta orang tuanya Dito"
Ah Arum ingat sekarang, ia kira Haidar tidak akan datang mengingat penolakan pria itu tadi pagi.
" Pestanya malam?"
" Iya, disana kita harus pakai topeng dan juga berdansa " jelas Haidar, ia diberitahu oleh Dito tentang tema di pestanya melalui via chat.
" Apa?? Dansa?!!" Bagaimana ini? Ia sama sekali tidak bisa berdansa, oh ayolahh meskipun ia terlahir dari keluarga kaya tapi keluarganya tidak pernah sekalipun mengajaknya ke acara-acara mewah.
Haidar menganggukan kepalanya " kenapa? Kamu gak bisa dansa?" Tebak Haidar tepat sasaran.
Dengan kaku Arum menganguk, wajahnya seketika berubah murung " aku gak jadi ikut, kamu datang sendiri aja" ucapnya agak berat. Sejujurnya ia tak tenang jika harus membiarkan suaminya pergi sendiri ke pesta itu, bagaimanapun ia cukup tau pesta di malam hari itu seperti apa. Bebas dan liar.
" Jangan mikir yang aneh-aneh " sindir Haidar, ia bisa menebak apa yang menggangu pikiran istrinya itu.
Mata Arum melotot, kenapa Haidar selalu tau isi pikirannya? Ia jadi curiga kalo suaminya ini memang cenayang
Ingin sekali Haidar menyentil kening wanita cantik di hadapannya ini yang terang-terangan menatapnya curiga, tapi ia tak mau mengulangi kesalahannya lagi dengan berakhir mendapat Omelan panjang dari mama-nya.
Tangannya terulur dihadapan arum, awalnya wanita itu mengernyitkan bingung lalu detik berikutnya meraba-raba sakunya mencari sesuatu tapi ia tak menemukannya.
"Maaf... Aku gak punya uang mas " cicitnya dengan bibir cemberut.
Respon yang Arum berikan membuat Haidar gemas, ingin rasanya ia menggigit bibir merah muda yang berucap dengan polosnya itu " aku tidak meminta uangmu...kemarikan tanganmu, kita belajar dansa "
Ragu-ragu Arum menggapai tangan kiri suaminya, mereka berdiri saling berhadapan. Dengan sabar Haidar mengajarkan Arum berdansa
" Aww mundur sayang bukan maju " berkali-kali kaki Haidar keinjak akibat kesalahan Arum.
" I-iya maaf"
" Gapapa ayo coba lagi "
Arum menghela nafasnya lelah " gak tau ahh gak bisa!!" Desahnya nyerah. Ia menjauhkan badannya lalu berbaringkan di kasurnya yang empuk.
" Kok nyerah sih sayang? Kamu pasti bisa, orang lain juga awalnya gitu "
" Yaudah kamu cari aja orang lain yang bisa!" Ucap Arum seraya menutup matanya.
Haidar menaikan sebelah alisnya " jadi kamu izinin aku buat cari pengganti kamu?" Tanya Haidar
kelopak mata yang tadinya tertutup sontak terbuka dengan cepat " kok kamu kayak izin mau cari istri kedua sih?!!!!" Kesal Arum dengan mata menatap tajam
" Aku gak bilang gitu ya....tapi kalo kamu izinin sih boleh-boleh aj-awwww" Arum menjambak rambut suaminya kuat.
__ADS_1
" Sakit sakit sakit, sayang lepasin!! " pekik Haidar.
" Aku bilangin mamah ya kalo kamu mau duain aku!!"
" Awww enggak sayang!!! Aku padamu love you muachh!!" Teriak Haidar disela rasa sakitnya.
Arum melepaskan jambakannya, pipinya seketika merona " apaan sih " ucapnya malu-malu.
" Lah! Salting dia " ucap Haidar dalam hati.
" Lagian aku gak mungkin nikah lagi, orang aku udah punya istri dua "
" APAAAA??" mata Arum kembali melotot " KAMU DIAM-DIAM NIKAH DIBELAKANG AKU??! JAHAT KAMU MAS!!" Mata Arum berkaca-kaca.
" Eh bukan begit-"
" Stoppp!! Aku gak mau ngomong sama kamu lagi!!" Arum menelungkupkan wajahnya pada bantal.
" Sayang dengerin aku!! Maksud aku dua itu ya kamu sama zela kepribadian ganda kamu." Jelas Haidar.
Arum menarik wajahnya untuk menegak " kamu gak bohong kan??" Tanya-nya dengan mata memicing.
" Suer sayang " Haidar menunjukan hari telunjuk dan tengahnya.
" Kamu....lebih suka mana?" Tanya Arum dengan mata bergerak kesana kemari menghindari tatapan Haidar.
Sudut bibir Haidar terangkat, pria itu berlaga sedang memikirkan sesuatu dengan tangan memangku dagunya " hmmmm siapa ya?"
Arum mencebikkan bibirnya " kalau Arum?" Tanya-nya penasaran.
" Kalau Arum......" Haidar sengaja menggantungkan ucapannya membuat Arum fokus menatapnya " Arum itu awalnya kalem tapi ternyata cerewet, tukang marah, tukang Jambak, tukang nangis, tukang ngambekan, tukang......"
" Stopppp!!!!" Kesal Arum, ia kesal mendengar jawaban suaminya. Bibirnya cemberut tak terima.
" Yaudah kamu hidup sama zela aja!!" Arum berniat memukul kepalanya supaya zela keluar namun tangannya segera ditahan oleh Haidar.
" Aku lebih suka arum........Arum yang cemburuan, manis, penurut, dann menggoda " bisiknya tepat di telinga Arum
BLUSH
Wajah merona Arum terlihat jelas di kulitnya yang putih, jantungnya berdegup kencang mendengar jawaban suaminya. Sepertinya ia benar-benar sudah jatuh cinta dengan suami tampannya ini
" Wajah kamu merah " celetuk Haidar dengan senyum jailnya.
Arum melotot " ak-aku kepanasan " kilahnya cepat seraya mengipas-ngipas wajah dan lehernya dengan tangan.
" Kalo kepanasan hijabnya di buka dulu aja, aku kan suami kamu jadi gak apa-apa kan liat rambut kamu " usul Haidar, seingatnya Arum jarang sekali membuka hijabnya di depan dirinya.
Arum berdehem sebentar kemudian menganggukan kepalanya sembari membuka hijab yang di pakainya. Ia membenarkan rambutnya yang berantakan dengan mencepolnya asal
Haidar yang melihat Arum mencepol rambutnya malah salah fokus pada leher mulus istrinya itu. Ia menahan tangan Arum yang sedang mengibas-ngibas lenernya.
__ADS_1
" Biar aku bantu " ucap Haidar kemudian wajahnya mendekat untuk meniup-niup leher Arum.
Wajah Arum makin memerah, hembusan nafas Haidar membuat bulu kuduknya meremang. Ia menelan ludahnya susah payah, begitupun juga Haidar.
Harum strawberry menyeruak dari leher Arum, kepala Haidar makin maju. Bibir yang tadinya meniup niup digantikan dengan hidungnya yang mengendus-endus leher Arum.
" Mas " Arum menahan bahu Haidar hingga pria itu menatapnya.
" Boleh ya?" Haidar menatap penuh harap, arum menganggukan kepalanya pelan. Tak apa kan kalo suaminya meminta sedikit haknya?
Haidar tersenyum senang kemudian melanjutkan niatnya yang sempat tertunda, bibirnya menempel pada leher Arum. Ia membuat Kiss Mark disana. Mereka terbawa suasana dan semakin terbuai. Saat Haidar menuntut untuk lebih, pintu kamar tiba-tiba terbuka hingga mengangetkan mereka berdua.
" Menantuku say-" mata Salma melebar, ia datang di waktu yang tidak tepat. Salma nyengir melihat anak dan menantunya yang melihatnya kaku
" Heheh mamah datang di waktu yang gak tepat ya....kalo gitu lanjutin aja mamah balik lagi nanti " Salma berniat menutup pintunya.
" Tu-tunggu mah!!" Cegat Arum dengan wajah memerah menahan malu, ia menghampiri Salma yang ada di ambang pintu " mamah cari arum?"
Salma melihat menantunya yang salah tingkah, matanya salah fokus pada jejak merah di leher Arum. Hatinya bersorak gembira, ia makin tidak sabar untuk menimang cucu.
" Kamu lanjutin aja sama-"
" Wah mamah bawa apa?" Ucap Arum sengaja memotong pembicaraan.
Salma tersenyum kecil, ia tau menantunya ini sedang malu " iya ini mamah bawa dress buat kamu, mamah denger kalian akan ke pesta kan besok malam?"
" Kok mamah tau?" Tanya Arum
" Apasih yang mamah gak tau " ucap Salma songong. Salma melihat ke arah anaknya yang terdiam dengan bibir cemberut, Haidar pasti sangat kesal karena ia mengganggu aksinya.
" Oi anak pungut! " panggil Salma membuat anaknya menoleh " mamah bawain juga setelan buat kamu biar baju kalian couple, cepet sini ambil "
Haidar menghela nafasnya lalu menghampiri Salma, ia melirik Arum dengan ekor matanya. Istrinya itu menundukkan kepalanya.
" Ak-aku ambil minum buat mamah dulu "ucap Arum lalu ngacir dari sana.
Salma terkekeh kecil, ia melihat anaknya yang memandang kepergian istrinya " ni buat kamu, dan lain kali kalo mau nyerang istri kamu kunci dulu pintunya " ucap Salma dengan bibir menahan senyum.
Haidar mendengus kasar " mamah ganggu aja sih!! Main buka pintu aja, jadi gagal kan bikin cucu buat mamah!" Dumel Haidar
" Lagian mamah ngapain sih malam-malam kesini??"
" Mamah mau nginap dong" ucap Salma enteng
" Hahh?!!!" Kaget haidar.
Salma menatap anaknya aneh " lah emangnya salah nginep disini?" Bingungnya dalam hati.
TBC
...****************...
__ADS_1