Istri Ganda Haidar

Istri Ganda Haidar
Eps 21 - PERKARA GAJI BULANAN


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah, Haidar sudah siap dengan setelan formalnya. Kemeja putih tanpa jas serta celana berwarna hitam menambahkan kharisma tersendiri bagi Haidar. Wajahnya yang terkesan cuek justru terlihat menyebalkan bagi sebagian orang, termasuk mama dan istrinya.


Arum melihat suaminya yang sedang bergaya di depan kaca dengan tatapan jengahnya.


" Mau sampai kapan ngaca Mulu?" Sungut Arum


Haidar melihat pantulan istrinya di cermin " gimana? Udah perfect belum suami kamu ini?" Tanya Haidar dengan tampang songongnya.


Arum melihat penampilan Haidar yang memang selalu terlihat sempurna, tapi ia tidak mau membuat suaminya itu makin melayang tinggi " biasa aja " celetuk Arum


Senyum Haidar luntur, dengan cepat ia memutar tubuhnya menghadap Arum " masa sih? Orang lain selalu muji aku kalo aku lewat depan mereka, apalagi di kantor." sombong haidar.


Arum memutarkan bola matanya " sombong jangan di pelihara!! " Ketus Arum


" Aku kan sombongnya sama istri doang " elak Haidar.


Sama mamah juga sih hehehe.


" Tetep aja gak boleh!"


" Yaudah iya, sekarang pakaikan dasinya" titah Haidar.


Arum mengambil dasi lalu dengan telaten memasangkannya pada leher Haidar, pria itu sedikit membungkukkan badannya supaya Arum mudah menjangkaunya.


Haidar terus menatap wajah istrinya yang sedang fokus pada tugasnya, ia menarik pinggang Arum supaya lebih dekat


" Jangan mulai!" Ucap Arum tenang.


Haidar terkekeh pelan " kamu ikut aku ke kantor ya?" Pintanya.


Kepala Arum mendongak menatap suaminya " kenapa?" Bingung Arum.


" Temenin aja, sekalian pulangnya aku mau ajak kamu jalan "


" Bukannya kantor pulangnya malam ya?" Tanya Arum keheranan.


" Kamu lupa suamimu ini CEO di sana?"


" Terus apa bedanya?"


" Beda! Aku bisa pulang kapanpun yang aku mau " ucapnya santai.


" Ck jangan menyalahgunakan kekuasaan!"


" Kebiasaan mikirnya negatif Mulu sama suami.... Aku pulang duluan ya karena kerjaannya udah beres " dumel Haidar, istri sama mamahnya sama saja. Selalu berfikiran buruk tentangnya.


" Gimana? Mau kan?" Tanya Haidar lagi.


Arum menganggukan kepalanya, lagian ia selalu bosan jika harus di rumah terus " aku mau ganti baju dulu " ucap Arum, untung ia sudah mandi.


Tangan haidar yang ada di pinggang Arum terlepas, pria itu menunggu istrinya bersiap. Tak butuh waktu lama, Arum keluar dengan memakai baju gamis yang warnanya senada dengan baju Haidar.


" Sudah siap??" Arum menganggukan kepalanya " ayo berangkat " ajak Haidar menggenggam tangan Arum dengan tangan kirinya


" Tunggu! Kamu yakin mau ke kantor sekarang? Tangannya kan belum sembuh" Cegat arum


" Tenang aja, aku bisa pakai tangan kiriku"


" Kamu kidal?" Kaget Arum


" Hmmm bisa dibilang gitu, dari dulu aku bisa gunain kedua tangan aku tanpa kesulitan"

__ADS_1


" Yaudah kita berangkat"


Mereka berjalan bersamaan keluar rumah


" Eh kamu mau bawa mobil?" Tanya Arum ketika ia melihat Haidar berjalan menuju garasi.


" Iyalah masa jalan kaki?"


" Gak gak!! Kamu gak boleh nyetir pakai lengan kiri! Bahaya tau!" Omel Arum


" Kamu ngeraguin tangan kiriku?"


" Pokoknya jangan!!" Tegas Arum


Haidar menghela nafasnya " terus gimana sayang??"


" Pake taxi "


" Lama lah sayang" keluh Haidar.


" Lama apa gak mampu?" Ucap Arum sengaja memancing suaminya.


Mata Haidar melebar, enak saja istrinya ini meragukan kesultanannya. Jangankan taxi, pesawat saja ia mampu membelinya " kau juga meragukan isi dompetku? Sungguh?" Dengan tampang songongnya ia berjalan ke sisi jalan mendahului Arum, kemudian ia menghentikan sebuah taxi


Bukannya masuk, Haidar malah mengetuk kaca mobil bagian depan menyuruh sang sopir untuk menurunkan kaca mobilnya.


" Dari sini sampai perusahaan arroyan berapa tarifnya pak?" Tanya Haidar


" 50rb pak " jawab sang sopir


Kepala Haidar menoleh pada Arum yang sejak tadi memperhatikannya " sayang! Tolong ambilkan dompet di saku " ucap Haidar.


" Kamu kan bisa ambil sendiri!"


" Tanganku kan sakit " alibinya.


Dengan rasa dongkol, Arum berjalan mendekat lalu mengambil dompet tebal yang ada di saku Haidar.


" Nih " Arum menyodorkan dompet pria itu.


" Buka, tolong ambilkan satu juta" ujarnya santai.


Arum mengernyit, untuk apa uang sebanyak itu? Tanpa banyak tanya ia segera membuka dompet tebal yang isinya warna merah semua. Uang satu juta ia serahkan kepada suaminya.


Haidar menerima uang itu lalu memberikannya pada sang sopir " ini pak"


Sopir itu melotot tak percaya, mimpi apa ia semalam sampai ada orang yang ngasih uang cuma-cuma " i-ini untuk saya?"


" Iya, tolong antarkan kami ke perusahaan arroyan ya pak "


" Tapi pak ini kebanyakan "


" Tidak apa-apa, simpan buat anak istri bapak"


" Alhamdulillah,Terimakasih nak. Semoga rizkinya di tambah ya "


" Aamiin, iya pak sama-sama "


" Silahkan masuk " ujar sang sopir.


Haidar kembali menatap istrinya " masih mau bilang aku gak mampu?" Bisik Haidar di samping telinga Arum.

__ADS_1


Arum menyilangkan tangannya di depan dada sambil menggelengkan kepalanya " tukang pamer " ucapnya.


" Bukan pamer sayang....aku cuma mau nyadarin kamu kalo kamu itu punya suami sultan" tukas haidar dengan senyum menyungging.


" Ck iyadeh yang sultan mah beda " pasrah Arum, toh emang suaminya sultan.


Senyum kemenangan terukir jelas di bibir Haidar " silahkan masuk istri sultan" ucapnya sembari membukakan pintu mobil.


Wanita itu diam-diam tersenyum seraya memasuki mobil yang kemudian di susul oleh Haidar.


" Nih dompetnya" Arum menyerahkan dompet suaminya.


Haidar mengambil dompetnya kembali, lalu menyerahkan kartu ATM nya pada Arum " ini buat uang bulanan, aku transfer tiap bulannya 20jt "


Bola mata Arum melotot, gila!! Pikirnya. " Hahhh?" Kaget arum


" kenapa? Mau di tambah?" Ujar Haidar santai


Arum menggeleng-gelengkan kepalanya " itu terlalu banyak Haidar!!" Ucap Arum


Mata Haidar menatapnya tajam " bilang apa tadi? Haidar??" Tanya haidar Kesal


" Ma-maksud aku itu terlalu banyak mas" cicit Arum


" Karena kamu sebut nama aku, aku naikin jadi 25jt!" Ketus Haidar. Ia selalu kesal kalo istrinya menyebut namanya langsung.


Mata Arum makin melebar " ihhh kok gitu sihhh!! Gak mau!!"


" Gak ada penolakan! Siapa suruh sebut nama?"


" Iya maaf aku salah "


" Tetep di naikin!" Putus Haidar no debat


" Gak mau!"


" Naikin!"


" Ih haidarr!!" Pekik Arum tanpa sadar


" Nah loh!!!! Aku naikin lagi jadi 30jt!!" Ketus haidar


Mata Arum membulat " aku bilang enggak mau!!"


" Naikin! No debat!"


" Gak!"


Mereka berdebat di sepanjang jalan, sopir taksi sampai menganga mendengar perdebatan suami istri itu.


Setelah beberapa menit dalam perjalanan yang dipenuhi dengan perdebatan yang dimenangkan oleh haidar, merekapun sampai di tempat yang dituju.


" Makasih ya pak " ucap Haidar sebelum mereka turun


" Iya makasih juga " balas sang sopir.


Sopir itu memperhatikan sepasang suami istri yang baru saja turun dari mobilnya


" Pasangan yang unik " gumam sang sopir dengan kepala geleng-geleng.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2