Istri Ganda Haidar

Istri Ganda Haidar
Eps 10 - MENYEBALKAN


__ADS_3

" Lo......udah suka sama gue?" Tanya Reza menatap dalam manik Arum


Tubuh Arum menegang, dia tidak tau harus menjawab apa. Bukan hanya Arum saja yang tegang, Haidar pun sama tegangnya menunggu jawaban yang akan keluar dari mulut istrinya.


" Bilang enggak rumm please " gumam Haidar


" Gue gak tau " jawab Arum dengan menggigit bibir bawahnya pertanda dia lagi berbohong. Responnya itu sudah cukup bagi Haidar untuk mengetahui jawabannya.


" Jadi Reza berhasil ngambil cinta pertama kamu rum " lirih Haidar kecewa.


Reza sedikit terkekeh " gue bakal tunggu Lo " ucapnya pelan " oh iya, jadi ambil barang ke rumah Lo?" Tanya Reza mengalihkan pembicaraan.


Ah iya Arum baru ingat, dia kan berencana mengambil barangnya di rumah " jadi "


" Lo yakin kuat? Luka Lo belum sembuh "


" Yakin lah, ayokk Lo ganti baju dulu sana "


" Baju gue kan disini " celetuk Reza mengingatkan Arum dengan posisinya yang menempati kamar cowok itu.


" Hehe gue lupa, yaudah gue keluar...." Arum beranjak untuk keluar


" Gak usah " cegah Reza mencekal tangan Arum " gue ganti di kamar mandi, yakali gue ganti disini bisa-bisa Lo khilaf lagi " ujarnya santai


Mata Arum melotot " MESUM! " teriaknya di susul dengan melayangnya sebuah guling ke arah Reza yang sedang tertawa terpingkal-pingkal.


" Gue duluan keluar, awas Lo lama ganti bajunya!" Tunjuk Arum mengancam


" Iya iya galak amat Bu "


" Bodo amat!" Dengan cepat dia pergi dari sana.


......................


" Ini rumah Lo?" Tanya Reza dengan pandangan melihat sekeliling


" Iya, kayaknya kita susah masuknya soalnya di depan gerbangnya ada yang jaga "


" Kita panjat gerbang belakang "


" Yakali kita panjat siang bolong gini, yang ada kita ketahuan "


Sebelah bibir Reza tertarik " siapa bilang kita panjatnya sekarang?"


Kerutan di dahi Arum terlihat jelas " terus?"


" Malam, kita balik lagi kesini pas malam tiba " tukasnya kalem


Arum menatap Reza tak yakin " lo yakin?"


" Yakin lah, sekarang ikut gue " tangan Reza menarik sebelah tangan arum untuk menaiki motornya

__ADS_1


" Kemana?" Bingung Arum, mereka baru saja sampai masa harus pergi lagi sih?kan Arum capek.


" Pegangan!! Kita cari makan dulu buat ngisi energi " ucap Reza sembari menjalankan motornya.


" Makan dimana?" Tanya Arum agak berteriak


" Gak jauh dari sini "


" Hah? Di Bu Neni? Jauh lah za, masa kita makannya di ibu kantin sih lagian dia udah pulang!" Ucap Arum mendadak budeg


" Yailahh cosplay jadi bolot"


" Enak aja!! Gue gak nyolott ya!!" Kesal Arum ngegas.


" Iye iye semerdeka Lo dah " pasrah reza


Hening. Tidak ada yang memulai pembicaraan lagi sampai......


" HAH??" Teriak Arum sontak membuat Reza terperanjat kaget sampai membuat motorrnya oleng, untungnya dia bisa menyeimbangkannya kembali


" Anjir Lo kenapa sih maemunahh?!" Kesal Reza menghentikan motornya.


" Lo ngomong sesuatu kan tadi?" Tanya Arum dengan muka polosnya.


" Ya Allah....kagak!!" Ucap Reza dengan muka ketekuk


Cengiran lebar terukir di bibir Arum " eheheh gue kira Lo ngomong sesuatu tadi " ujarnya cengengesan " yailahh maaf kali za gitu aja baper!" Sewot Arum


Helaan nafas keluar dari mulut reza, sampai kapanpun dia tidak akan menang melawan cewek " iya iya, pegangann gue mau ngebut, lapar."


" Gak papa kan makan disini?" Tanya Reza, takutnya Arum tidak suka makan di tempat pinggiran kayak gini.


" Gak papa lah, emang kenapa?"


" Enggak takutnya Lo gak suka makan di pinggiran "


" Suka lahhh, malahan lebih enak yang di pinggiran "


Reza tersenyum senang " ayok duduk" ajaknya sembari menarik tangan Arum pelan.


Mereka duduk di bangku yang masih kosong, meskipun di pinggiran tapi tempat ini banyak yang diminati hingga dagangannya selalu saja laris.


" Mbok nasi goreng kayak biasa 2 yah!" Ujar reza pada penjualnya


" Siappp ganteng, tunggu ya!" Balas mbok jumi


Setelah beberapa menit menunggu, nasi goreng pesanannya datang " wahhhh enakk banget!!" Seru Arum antusias menyuap nasi goreng kedalam mulutnya


Sudut bibir Reza berkedut, dimatanya Arum selalu gemas meskipun kadang menyebalkan " makan yang banyak biar cepet gede "


" Apanya?" Tanya arum polos

__ADS_1


Sontak Reza tersedak makanannya sendiri " badan Lo! Biar gak kerempeng kayak gitu, pertanyaan Lo bikin gue ambigu!"


" IHHH MESUMM!!" celetuk Arum dengan nada suara tinggi membuat perhatian semua orang ter-arah pada keduanya.


" Bunuh gue rum bunuhhh!!" Frustasi Reza dengan wajah merahnya menahan malu


" Hehehe maaf keceplosan, abisnya lo-"


" Iya gue salah" kedua tangan Reza terangkat " udah makan lagi " titahnya yang langsung di turuti oleh gadis itu.


Belum semenit mendapat ketenangan, kini sebuah suara menginterupsi mereka.


" Arum?" Ucap seseorang mengalihkan perhatian keduanya


" Kak Juna?" Ucap Arum terkejut di susul dengan tubuhnya yang ditarik Kedalam pelukannya.


Tangan Juna terangkat menyentuh kedua pipi Arum " kamu kemana aja rum? Aku khawatir" matanya menatap perban yang ada di kepala Arum " ini kenap..." Reza menahan tangan Juna yang tadinya akan menyentuh kepala arum


" Jangan sentuh dan jangan gangguin kita makan!" Ucap Reza dingin


Juna menghempaskan tangan Reza, dia tidak suka ada yang menggangu " gue ngomong sama Arum bukan sama Lo " tekan juna


" Arum sama gue! Gak seharusnya Lo kayak gitu tadi"


" Gue gak perduli, urusan gue sama Arum " Juna beralih menatap Arum. " Jawab rum ini kenapa? Kenapa gak kesekolah? Kenapa gak ngabarin aku?" Tanya Juna beruntun.


Arum terdiam, dia merasa agak...risih mungkin. Ekspresi Arum cukup membuat Reza mengerti bahwa gadis itu terganggu " kita pulang " tangan Reza menarik pelan Arum menuju motornya, sebelumnya dia membayar makanannya terlebih dahulu.


" Arum sama gue!" Cegat Juna mencekal sebelah tangan Arum yang bebas.


" Cari ribut...." geram Reza kehabisan kesabarannya


BUG. Reza memukul rahang Juna


BUG. Juna balas memukul Reza


" STOPP!!" Teriak Arum sembari menarik Reza menjauh


" Za udah " mohon Arum


" Balik." Ujar Reza menarik tangan Arum


" Rum!" Tahan Juna lagi


Arum melepas genggaman Juna dari tangannya " maaf kak aku harus pulang sama Reza "


Sudut bibir Reza terangkat, matanya menatap Juna remeh " sorry dia lebih milih pulang sama gue ketimbang sama lo " ujarnya menyeringai. Tangannya dengan sengaja menggenggam tangan Arum lalu membawanya menaiki motornya. " Pegangan" ucapnya yang langsung di turuti oleh arum.


Tangan Juna mengepal melihat kepergian mereka, selama ini dia tidak pernah mendapat penolakan dari siapapun tapi apa tadi? Gadis itu menolaknya mentah-mentah. Dia pastikan lain kali Arum tidak bisa menolaknya lagi.


" Gak akan gue biarin Lo sama siapapun...Lo harus jadi milik gue arumi Nasha Razela " gumamnya

__ADS_1


...****************...


di episode ini Haidar nya gak muncul dulu ya :v


__ADS_2