Istri Ganda Haidar

Istri Ganda Haidar
Eps 5 - AMPUN PAH


__ADS_3

" menurut kamu mana yang bagus?" Tanya Juna menunjukan tas mahal yang beragam, sesuai dengan perjanjian saat di UKS, kini mereka berada di sebuah mall untuk membeli hadiahnya.


" Hmm aku gak tau kesukaan adik kak Juna gimana, tapi menurut aku ini bagus deh " ucap Arum menunjuk tas warna abu.


" Bagus, oke aku ambil yang ini" putus Juna " kalo kamu mau apa? Biar aku teraktir" Lanjutnya


" Eh gak usah kak " tolak Arum cepat


" Gapapa pilih aja"


" Enggak kak makasih " tolaknya sopan


" Kalo gitu sebelum pulang kita makan dulu, kamu gak boleh nolak kali ini " paksa juna


Arum melihat jam di tangannya yang sudah menunjukan pukul 5 sore " eummm aku gak-" ucapan Arum terpotong karena Juna lebih dulu menarik tangan Arum sebelum gadis itu menolaknya lagi


" Udah ayokk" paksa juna


" Ck pemaksa banget, orang dia gak mau" kesal Haidar namun tak urung untuk mengikuti mereka.


" Kamu mau makan apa?" Tanya Juna setelah mereka duduk di kursi lestoran.


" Apa aja " jawab Arum seadanya, dia ingin cepat-cepat pulang.


" Yaudah samain aja ya" ucap Juna yang di angguki oleh Arum


Setelah pesanan datang, mereka memakannya dengan khidmat, tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Arum, kalau ditanyapun dia hanya mengangguk dan menggeleng kepalanya.


Arum terus melirik jam tangannya, perasaannya gelisah. Gerak geriknya tak luput dari penglihatan Juna " kamu mau pulang?" Tanya Juna tepat sasaran.


Arum menganggukkan kepalanya " iya kak maaf, aku takut ibu aku marah kalo pulang telat" lirihnya tak enak hati.


" Yaudah aku anterin "


" Gak-"


" Jangan nolak " tegas Juna agak menekan


helaan nafas keluar dari mulut Arum " Yaudah deh" pasrah Arum


...****************...


" Makasih kak udah nganterin "


" Iya sama-sama, sana masuk "


" Kak Juna pergi duluan aja"


" Yaudah aku pamit, bye " ucapnya seraya mengacak rambut Arum pelan.


" Iya hati-hati " ucap Arum yang di angguki oleh Juna, tak tau saja seorang Haidar tengah memasang muka masamnya sedari tadi.


Setelah melihat Juna benar-benar pergi, Arum segera masuk kedalam rumah dengan tergesa-gesa berharap kedua orangtuanya belum sampai di rumah. Dia masuk kedalam dengan hati-hati supaya tidak ada yang mendengarnya namun sayang harapannya itu kandas.

__ADS_1


" Dari mana aja kamu?" Tanya papahnya Arum


Langkah arum terhenti mendadak, dia menatap papahnya yang sedang menatapnya tajam " a-aku tadi ada urusan dulu " jawabnya gugup


" Sama laki-laki tadi?" Tanyanya membuat tubuh Arum menegang, jadi papahnya melihat Juna tadi?


" Di-dia temen aku, tadi dia minta tolong buat-"


" Dibayar berapa?" Serobotnya dengan muka meremehkan


" Hah?" Bingung Arum


" Dibayar berapa setelah dia pake tubuhmu?" ucapnya sontak membuat mata Arum dan Haidar melebar.


" Arum gak jual tubuh Arum!" ucap Arum dengan suara bergetar menahan tangis, dia gak menyangka papahnya tega berkata seperti itu padanya.


Papahnya Arum berdecih " kamu gak perlu pura-pura seperti itu, saya tau kok. lagian kamu dan ibu kamu kan sama aja....sama-sama jal**g " sinisnya sontak membuat Arum naik pitam.


" STOPP PAH!! AKU SAMA IBU GAK KAYA GITU!" Bentak Arum tanpa sengaja


Bara menatap tajam anaknya, matanya sudah dipenuhi kabut amarah " BERANI KAMU BENTAK SAYA HAH??!! SINI KAMU!" Arum disered paksa oleh papahnya dengan cara di Jambak dan dibawa ke kamar mandi.


" Awwww hiks sakit pah " jerit Arum memegangi kepalanya yang terasa pening.


DUK


BYURRRR


Kepala Arum terjeduk dinding kamar mandi lalu kepalanya di guyur berkali-kali


Tubuh Arum di banting sampai gadis itu terkurai lemas di lantai.


" BAJINGANNN!! " Umpat Haidar tak terima, dia menghampiri papahnya Arum untuk menghajarnya namun sekali lagi dia tidak bisa menggapainya " arkkhhh gak guna gue disini bangs**" Haidar menjambak rambutnya frustasi, dia tidak bisa melindungi gadis itu.


" Hiks ampun yah maafin Arum " cicit gadis itu dengan lemah.


" ada apa ini?" tanya ibunya Arum yang baru saja datang


" kamu harus lebih mengajari anakmu sopan santun! ini pelajaran buat kamu! " ucap bara


" DAN KAMU! JANGAN SEKALI-KALI KAMU BENTAK SAYA LAGI!!" Bentaknya lalu pergi meninggalkan Arum yang terkulai di lantai yang dingin


" ibu- " kalimat Arum menggantung ketika melihat ibunya yang berlalu begitu saja tanpa memperdulikannya sedikit pun.


" Hiks sakit" tangisnya pedih


Haidar berjongkok di dekat tubuh Arum " maaf aku gak bisa lindungin kamu" lirih Haidar dengan tangan terangkat mengusap kepala Arum meskipun sulit tergapai, hatinya sakit melihat betapa pedihnya kehidupan istrinya.


" Maaf aku hanya bisa jadi penonton masa lalumu tanpa bisa merubah alur cerita hidupmu, tapi aku akan jadikan kamu bahagiaku dimasa depan supaya alur ceritamu tak sesakit masa lalumu" gumam Haidar.


.


.

__ADS_1


.


Matahari mulai menampakkan cahayanya, gadis dengan luka memar di badan dan pelipisnya itu sudah bersiap untuk bersekolah. Sebenarnya tubuhnya tidak memungkinkan untuk bersekolah namun hari ini hari dimulainya UAS, dia males untuk ikut susulan jika tidak bersekolah.


" Ck dasar keras kepala, lagi sakit masih aja berangkat sekolah" dumel haidar


Arum berangkat ke sekolah dengan menggunakan Hoodie, dia sengaja memakainya supaya menutupi memar yang ada di tubuhnya.


" ARUMM!" Teriak seseorang


Arum melihat Juna yang berlari menghampirinya " Ada apa kak?" tanyanya dengan kepala menunduk menyembunyikan wajahnya dari Juna supaya cowok itu tidak melihat luka memarnya.


"Tumben pake Hoodie, kamu sakit?" tanya Juna khawatir


" E-enggak " elaknya


" Coba aku liat" Juna menurunkan penutup Hoodie dari kepala Arum


" Ini kenapa memar?"tanya Juna ketika melihat pelipis gadis itu membiru


" Ja-jatuh di toilet hehe" jawab Arum sembari menggigit bibir bawahnya, kebiasaan Arum ketika sedang berbohong.


" Pandai bohong ya istri gue " komentar Haidar


" lain kali hati-hati "


" I-iya kak, kalau gitu aku pergi ke kelas ya" pamitnya


" Yaudah semangat UAS nya"


" Makasih " ucapnya kemudian dia berlalu dari hadapan juna


" Bodoh " ejek Haidar kepada juna, cowok itu bahkan tidak curiga sama sekali.


Kelas sudah di mulai, semua orang mengerjakan soal matematika dengan seksama. Arum sempat di tegur oleh gurunya karena memakai Hoodie, tapi dia beralasan sakit jadi guru itu memaklumi.


KREKK


Orang pertama yang selesai dengan soalnya ialah Arum, dia selalu mendapat peringkat kedua di kelasnya jadi mereka tidak heran dengan kecepatan gadis itu dalam mengerjakan tugas.


Sembari menunggu yang lain beres, Arum memilih untuk membaca-baca buku pelajaran lain dulu.


" Oke anak - anak, waktunya habis. Silahkan kumpulkan kertas kalian" mereka menuruti perintah gurunya


" Nilai matematika akan di umumkan besok, untuk yang kurang silahkan remedial"


" Baik Bu" seru semuanya.


"Gue harap nilai gue lebih bagus dari Arum" batin seseorang.


TBC


...****************...

__ADS_1


...JANGAN LUPA KOMEN YA <3...


__ADS_2