Istri Ganda Haidar

Istri Ganda Haidar
Eps 29 - BERUBAH


__ADS_3

Arum terus menangis memandangi korban yang mulai di masukan kedalam ambulance, ia kembali ingin menerobos untuk ikut suaminya namun seseorang kembali menariknya kali ini berhasil membuatnya jatuh dalam pelukannya.


Arum mematung di tempat, ia tau wangi parfum maskulin ini, wangi yang selalu ia sukai. Dengan cepat Arum mendongakkan kepalanya, dan detik itu juga matanya bertemu dengan mata hitam pria yang ia cintai.


"M-mas!!" Arum memeluk Haidar seerat mungkin seakan-akan tak membiarkan suaminya pergi jauh darinya lagi.


" Kenapa hiks kenapa kamu gak angkat telfon aku mas?!!" Arum memukul mukul dada Haidar melampiaskan kesedihannya.


" Jangan tinggalin aku " tangis Arum makin pecah


" Aku takut!!" Arum mencengkram baju Haidar kuat.


Tak ada respon dari pria itu, Arum juga merasakan suaminya tidak membalas pelukannya.


" Mas " panggil Arum masih dengan tangisnya. Ia melihat Haidar yang enggan melihatnya, pria itu memalingkan pandangannya ke arah samping.


" Mas jangan gini hiks, mas bilang sesuatu!" Arum kembali memukul-mukul dada bidang suaminya seraya menyembunyikan wajahnya disana.


Tangan yang mencengkram baju Haidar mulai melemah dan terlepas " Maaf " lirih Arum sebelum ia jatuh tak sadarkan diri dalam pelukan suaminya.


Haidar mengangkat tubuh Arum ala bridal style, ia memaksakan tangan kanannya untuk bekerja meskipun rasa sakit masih terasa dan terkadang tangan kanannya tidak bertenaga.


Sebelum pergi ke arah mobilnya, ia menyempatkan untuk menghampiri orang-orang yang menahan Arum tadi " anda siapanya?" Tanya salah satu orang disana


" saya suaminya, mungkin dia salah faham menganggap korban itu saya "


" Oalahhh, untunglah bukan mas ini. Dia terpukul banget tadi kayaknya istri mas cinta banget sama masnya "


Haidar hanya tersenyum tipis, kalau saja hatinya dalam keadaan baik sudah pasti ia akan tersenyum dengan bangganya. " Saya permisi bawa istri saya pak, terimakasih sudah menjaganya. Dan juga maaf atas ketidak nyamanannya " ucap Haidar sopan.


" Iya sama-sama, tidak apa-apa "


Haidar menganggukan kepalanya kemudian pergi dari kerumunan menuju mobilnya, ia meletakkan tubuh Arum di samping kemudinya lalu memasangkan sabuk pengaman supaya ia tidak terjatuh. Di susul dengan dirinya yang masuk dan menjalankan mobilnya.


Dalam perjalanan, Haidar kembali mengingat kejadian beberapa menit yang lalu saat ia hampir menabrak kucing, ia membanting stir mobilnya ke samping hingga menabrak tong sampah yang ada disana. Untungnya tidak ada kendaraan lain jadi ia tidak membahayakan orang lain. Setelah itu Haidar memutuskan untuk memutar kemudinya dan menjalankan mobilnya kembali ke arah mall, ia seharusnya tak meninggalkan istrinya itu jadi ia berusaha menurunkan amarah dan egonya untuk membawa Arum pulang bersamanya.


Ketika di perjalanan ia melihat kerumunan di tengah jalan hingga ia memilih untuk turun dari mobil dan melihat keadaan di sana, Haidar melebarkan matanya saat melihat istrinya sedang menangis histeris sambil memanggil-manggil dirinya di sebrang sana lalu ia segera menarik Arum untuk mendekat ke arahnya.


Haidar memijat pelipisnya yang berdenyut ketika mengingat kejadian yang menimpanya hari ini. Matanya melirik sekilas wajah istrinya yang memerah akibat menangis dan juga matanya yang sembab, sebenarnya ia tidak tega melihat Arum menangis seperti itu.


Setelah lama dalam perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumahnya. Haidar membawa Arum kedalam bersamaan dengan munculnya Salma dari arah dapur.

__ADS_1


" MENANTUUU!!" pekik Salma heboh seraya mendekati mereka.


Haidar memejamkan matanya, ia sampai lupa kalau mamahnya masih belum pulang.


" menantu mamah kenapa?? Kamu apain dia??? " Marah Salma.


" Arum pingsan " jawab Haidar singkat.


" Pingsan kenapa?


" Ck mah nanti aja tanyanya, tangan Haidar gak kuat nahan" keluh Haidar, masalahnya tangan kanannya itu sudah bergetar memaksakan tenaganya yang masih lemah untuk menahan berat badan Arum.


" Bawa ke kamar cepat " heboh salma, ia membantu anaknya untuk menidurkan Arum pada kasurnya.


Setelah meletakan istrinya, Haidar menggerak-gerakkan tangannya yang keram " kamu mau kemana?" Cegat Salma ketika melihat anaknya akan pergi.


" Ke kantor " jawab Haidar singkat.


Salma mengernyitkan alisnya " kantor? Inikan udah sore, bukannya kamu mau pergi ke pesta?"


" Pestanya jam 8, nanti Haidar pulang " ucap Haidar sembari berlalu dari sana.


Salma makin bingung, tak biasanya anaknya bersikap seperti itu. Mengingat istrinya sedang tidak baik-baik saja, apa mereka sedang bertengkar? Salma melihat mata menantunya yang sembab, ia yakin ada masalah di antara mereka.


" Mas!!" Pekik Arum bangun dari tidurnya.


Salma menenangkan Arum dengan mengusap punggungnya " tenang sayang, kamu kenapa?"


Arum menatap Salma yang ada di depannya lalu celingukan mencari Haidar " mah mas Haidar mana?" Tanya Arum dengan suara bergetar.


" Dia ke kantor dulu "


" Kenapa mamah biarin dia pergi hiks, dia lagi gak baik-baik aja " tangis Arum kembali pecah.


" Kalian berantem?"


Arum menganggukkan kepalanya seperti anak kecil " Haidar marah sama arumm, ini semua salah Arum " lirih Arum


" Sutttt udah, dia gak mungkin bisa marah lama-lama. Kamu percaya sama mamah" ucap Salma menenangkan.


" Tapi kesalahan yang Arum lakukan fatal"

__ADS_1


" Mamah tau caranya supaya dia gak marah lama " ucap Salma seraya menghapus air mata Arum


Arum menatap Salma penuh tanya " gimana?" Cicitnya.


Salma tersenyum lebar " dia itu orangnya gampang luluh, jadi mamah mau dandanin kamu secantikkk mungkin buat pergi ke pesta nanti. Mamah yakin anak pungut itu gak bisa berpaling dari kamu " ucap Salma dengan senyum sinisnya.


Arum ikutan tersenyum mendengar panggilan yang di sematkan mertuanya untuk suaminya itu " makasih mamah " ucap Arum memeluk erat Salma.


" Iya sayang...mamah mau kalian tetap baik-baik saja " balas Salma.


*


*


*


*


CEKLEK


Haidar membuka pintu kamar dengan tak semangat, ia membuka dasi yang dipakainya seraya berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap.


" Mas " panggil Arum membuat kepalanya menoleh ke samping menatap sang istri.


Mata yang awalnya suram kini kembali segar ketika melihat penampilan istrinya yang sangat sangat sangat sempurna dimatanya, dress panjang berwarna putih serta hijab pasmina yang selalu menutupi mahkotanya. Tak lupa dengan make up yang terkesan natural di wajah istrinya yang memasang dasarnya sudah cantik.


" Biar aku bantu buka bajunya " ucap Arum sembari mendekati Haidar.


GLEKK


Haidar menelan ludahnya susah payah, bisa goyah egonya kalau istrinya seperti ini, ia kan masih marah dengannya.


Sebelum pendiriannya goyah, Haidar segera menahan tangan Arum yang berniat membuka kancing kemejanya.


" Saya bisa sendiri..... Arumi " ucap Haidar membuat tubuh Arum mematung.


DEG


Hati Arum bagai dihantam ribuan batu, matanya mulai berkaca-kaca. Apa semarah itu Haidar kepadanya sampai mengubah kata bicara dan panggilannya.


Arum menatap pedih punggung suaminya yang sudah masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


...**************...


...Jangan lupa vote ya teman-teman💙...


__ADS_2