Istri Ganda Haidar

Istri Ganda Haidar
Eps 8 - MAKASIH


__ADS_3

" ugh " erang Arum saat gadis itu membuka matanya, bola matanya bergerak kesana kemari melihat sekeliling ruangan yang dia tempati. Dilihat dari cat dindingnya yang berwarna abu, barang-barang yang di dominasi dengan barang-barang antik namun berkelas, serta bau maskulin yang tidak asing baginya. Dia yakin kalo yang ditempatinya ini kamar cowok, bukanlah kamarnya.


Kemudian matanya beralih pada pakaiannya yang Dia kenakan, matanya melebar saat melihat baju yang dikenakannya bukanlah baju yang terakhir kali dia gunakan, bajunya sudah berganti dengan kaos kebesaran seorang laki-laki. Sontak dia bangun dari tidurnya dengan gerakan cepat hingga membuat kepalanya berdenyut " awwww shhh" ringisnya sembari memegangi kepalanya yang sudah di perban.


" Dimana ini? Kenapa gue bisa disini?" Tanya Arum pada dirinya sendiri.


" Baju gue mana? seingat gue tadi malam gue pingsan di pelukan Reza. Dia gak ngapa ngapain gue kan?" Arum menggit jarinya khawatir


" Kalau dia apa-apain gue terus gak mau tanggung jawab gimana? gak akan ada yang mau nikahin gue apalagi gue pasti di usir dari rumah dan dikeluarin dari sekolah terus gue jadi terlantar di jalanan kaya gembel" keluh Arum mengarang ceritanya sendiri.


" Pfffffff kocak banget bini gue, suami Lo yang akan pungut Lo!! " ujar Haidar tak habis pikir dengan jalan pikiran Arum. Andaikan suaranya terdengar dan wujudnya terlihat, pasti dia sudah menjitak kepala istrinya itu.


" Gue aduin aja kali ya ke polisi kalo dia gak mau tanggung jawab, ih tapikan malu....ah apa gue bunu-"


" Gak usah mikir aneh- aneh " ucap Reza yang sedari tadi mendengarkan lontaran konyol arum.


" Eh!!" Kaget Arum melihat Reza sudah nangkring di dekat pintu.


Kaki Reza melangkah mendekati Arum yang masih kaget " mana mungkin gue ngapa-ngapain Lo dalam keadaan Lo sakit gini" ucapnya seraya duduk di sampingnya.


" Jadi maksud Lo kalo gue sehat Lo bakal ngelakuin gitu?" Sewot Arum


" Eheheh bercanda " cengir reza.


Bibir Arum mengerucut " i-ini siapa yang gantiin?" Tanya Arum menunjuk baju yang dikenakannya.


" Gue " sahutnya santai


" APAAAAAA!!! Awwww" ringis Arum memegangi kepalanya yang sakit akibat dia teriak.


" Mana yang sakit?" Panik Reza menegang kepala arum.


" Ekhemmmmm ini gak ada orang apa? Ngebiarin mereka berduaan di kamar!" Kesal haidar


" Gak usah pegang-pegang!!!" Ketusnya.


"Bagussss nenggg ngegas terus kalo bisa" ujar Haidar senang


Reza terkekeh " galak amat sih. Maksud gue, gue yang nyuruh bunda buat gantiin baju Lo"


" Lo gak bohong kan?" Tanya Arum dengan mata menatapnya curiga


" Iya enggak, kalo gak percaya tanya aja sama bun-"


" Iya bunda yang gantiin bajunya " potong rima- bundanya Reza


Perhatian mereka teralihkan pada wanita paruh baya yang baru saja datang dengan segelas susu di tangannya. Ibu dari dua anak itu masih saja cantik meskipun sudah berumur.


" Ini kamu minum dulu " ucapnya menyodorkan segelas susu itu pada Arum

__ADS_1


" Makasih Tante " ucap Arum dengan senyum manisnya


" Panggil bunda aja "


" Iya bu-bunda " cicitnya malu


Rima tersenyum senang "kamu istirahat lagi ya, luka kamu masih basah"


" Ini bunda yang ngobatin?" tanya arum


" anak bunda yang ngobatin "


" Reza? "


" Bang Rezi yang ngobatin, dia dokter layanan di rumah ini "


" Enak aja!!! " Serobot Rezi memasuki kamar adiknya dengan muka jengkelnya.


" Hai cantik, kenalin Rezi ganteng Abangnya Reza jelek " ujarnya mengulurkan tangannya di depan Arum.


Tangan Arum terangkat untuk membalas jabatan Rezi tapi sebuah tangan lebih dulu menggapai tangan pria itu " tangan Arum sakit, biar gue gantiin" ujarnya dengan santai.


" Dih protektif banget sih " sindir rezi


Arum yang melihatnya hanya tersenyum tipis " aku Arum kak " balasnya.


" Arum? Nama yang cantik kayak orangnya " ucap Rezi sengaja memanasi adiknya yang sedari tadi menatapnya tajam.


Arum hanya menanggapinya dengan senyuman saja " kak Rezi juga ganteng " ucap Arum dengan cengiran polosnya. Mata Haidar dan Reza menatap tajam Arum


" Pfffff hahaha makasih cantik " ucap Rezi tak kuasa menahan tawanya ketika melihat mimik muka Reza yang masam.


Rima hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua anaknya " dah bang jangan gangguin adekmu mulu, ayok ikut bunda kebawah "


" Ayok bunda, dadah cantik " ucap Rezi dengan mata berkedip sebelah kemudian mereka berlalu keluar.


" Tidur " perintah Reza


" Gue kan baru aja bangun "


" Supaya cepet sembuhnya "


" Za " panggil Arum


Reza menatap Arum yang sudah menatapnya " hmm?"


"Makasih" ucap Arum tulus


" Hmmm, lagian Lo ngapain disana malam-malam dengan luka sebanyak itu? gue tau luka Lo bukan karena ketiga preman itu " tebak Reza tepat sasaran.

__ADS_1


tidak ada jawaban dari Arum, itu cukup buat Reza mengerti kalo gadis itu tak mau bercerita dengannya " kalo Lo gak mau cerita gak-"


" gue kabur dari rumah " potong Arum sontak membuat mata Reza melebar.


" Lo serius? kenapa? "


" gu-gue pukul kepala papah pake pot " cicitnya dengan tangan saling menaut.


" APA??? " kaget Reza


" itu alasan kenapa gue kabur dari rumah, gue takut papah nyiksa gue lagi "


" lagi? maksudnya Lo sering di siksa sama bokap Lo?"


" hmmm ini yang paling parah "


" kenapa dia tega nyiksa anaknya sendiri?" tanya Reza tak habis pikir


" bahkan keluarga gue gak berharap gue hidup za " lirih Arum dengan mata berkaca-kaca.


" gak mungkin rum, kalo mereka gak ngarepin Lo, terus buat apa nyokap Lo lahirin Lo? mereka pasti sayang sama Lo cuma caranya aja yang salah"


Arum menggeleng-gelengkan kepalanya " enggak za! mereka sendiri yang ngomong gitu sama gue, mereka lahirin gue cuma karena nenek. dia janjiin harta buat mereka kalo mereka punya anak, gak ada yang ngarepin gue hidup za. gue cuma dijadikan alat buat mereka, gue capek za seharusnya Lo gak nyelamatin gue malem itu biar gue mat- " ucapan Arum terpotong saat Reza membawanya kedalam pelukan hangatnya.


" Lo gak boleh ngomong gitu, gue yang ngarepin Lo hidup Arum. gue sayang sama Lo, makasih udah hadir di hidup gue " ucap Reza


tangisan Arum pecah dalam pelukan cowok itu " hiks gue capek za.....gue pengen nyerahh sama hidup gue hiks, keluarga gue bilang hadirnya gue cuma kesalahan bagi mereka hiks, mereka selalu pura-pura sayang sama gue kalo ada nenek. sekarang nenek udah gak ada hiks gak ada yang sayang sama gue lagi, bahkan sahabat gue sendiri hianatin gue hiks gue capek za " Arum mencurahkan kesedihannya malam itu.


Reza mengeratkan pelukannya, hatinya sakit mendengar keluh kesah gadis yang dia sayangi itu " sutttt sekarang ada gue, Lo lari kegue kalo ada apa-apa, gue yang akan lindungin Lo Arum " ujar Reza


" makasih " cicit Arum dalam pelukannya.


" hmmm apapun buat Lo rumi " ucap Reza tulus.


" Rumi Rumi!! panggilan yang jelek! ini pelukan Mulu woyy kapan lepasnya " kesal Haidar yang sedari tadi menyimak pembicaraan mereka. dia juga kesal dengan dirinya sendiri karena tidak ada saat istrinya di titik terendah.


Tanpa mereka sadari, sepasang suami-istri mendengar pembicaraan mereka di luar pintu yang terbuka " kasian Arum....dia boleh tinggal disini dulu kan yah? aku takut kenapa-napa kalo dia pulang ke rumahnya " mohon Rima pada suaminya.


" tentu saja " jawab Romi menatap istrinya lembut


senyuman Rima mengemban" makasih sayang" ucapnya dengan tangan memeluk suaminya manja.


" apapun buat kamu sayang " balas Romi


" astaghfirullah kaget gue!! gue kira gak ada orang, ini lagi gak anak gak orang tua sama aja, mending gue samperin Rezi daripada harus liat orang lain pelukan " grutu Haidar. bagaimana tidak kesal? dia keluar karena tidak tahan melihat istrinya berpelukan, eh ketika di luar dia lihat sepasang suami istri sedang berpelukan pula.


" dimana tuh anak? ah apa di ruang tamu ya, coba cek aja deh " Haidar berjalan menuju ruang tamu, namun lagi-lagi dia dibuat kesal dengan pemandangan di depannya. kini Rezi sedang bermesraan manja dengan istrinya tak jarang juga mereka saling berpelukan mesra.


" eh anjir!! ini kenapa pada pelukan semua sihhhh!! sejak kapan juga tuh anak punya istri?" kesal Haidar " astaghfirullah sabar...orang ganteng harus sabar menghadapi cobaan dari keluarga Teletubbies ini " ucapnya dengan tangan mengelus-elus dadanya tabah.

__ADS_1


TBC


__ADS_2