Istri Ganda Haidar

Istri Ganda Haidar
Eps 2 - KECELAKAAN


__ADS_3

Pagi-pagi buta mereka sudah bersiap untuk pindah ke rumah milik Haidar yang ada di Jakarta, sesudah menunaikan kewajiban shalat subuh, mereka segera berangkat menggunakan mobil Haidar.


" Yuk berangkat" ucap Haidar sambil membawa koper keluar kamar


" Kalian mau berangkat sekarang? Gak sarapan dulu?" Tanya bundanya Arum saat melihat mereka keluar


" Iya bunda, nanti kita sarapan di luar aja"


" Yaudah, kalian hati-hati ya"


" siap bunda" mereka menyalami kedua orang tua Arum.


" Sayang kamu harus jadi istri yang baik, nurut sama suami ya" usapan lembut mendarat di kepala Arum


" in syaa Allah, tapi aku takut bunda" cicit Arum


" Kamu gak usah takut, bunda percaya Haidar bisa jagain Arum" ucap bundanya.


" Ayah titip Arum ya dar" pinta ayahnya Arum sambil menepuk bahu Haidar


" Iya ayah sama bunda tenang aja, Haidar akan jagain Arum" ucap Haidar meyakinkan


" Jangan pernah sakiti hati anak ayah ya apalagi kalo buat dia nangis, kalo sampai itu terjadi ayah akan ambil kembali anak ayah"


" In syaa Allah yah, itu gak akan terjadi"


Sepasang suami istri itu tersenyum lega " yaudah hati-hati di jalannya ya"


" Iya kami pamit" haidar memberi kode kepada Arum untuk segera mengikutinya "assalamu'alaikum" ucap keduanya bersamaan.


"Wa'alaikumussalam" jawab mereka


Haidar membawa koper yang berisi bajunya dan juga istrinya ke dalam mobil.


" Masuk" dibukanya pintu mobil untuk sang istri namun Arum tidak kunjung naik


" kenapa?" Bingung Haidar


" Mmmm perasaan aku gak enak" ucap Arum dengan tangan yang sudah berkeringat dingin


" Gak akan terjadi apa-apa, kamu tenang ya ada aku disini, sekarang kamu masuk" Haidar mengusap punggung istrinya guna menenangkannya.


Dengan berat hati Arum masuk kedalam mobil di susul dengan Haidar yang telah duduk di sampingnya. Di sepanjang perjalanan hanya keheningan yang menyelimuti Susana di dalam mobil, tidak ada satupun yang membuka suara, mereka saling bungkam. Sampai sebuah tangisan memecah keheningan di dalam mobil itu.


" Hiks hiks" Haidar sontak menolehkan kepalanya kesamping melihat istrinya yang tengah menangis.


" Hey kenapa?" Panik Haidar dengan sebelah tangan mengusap kepala Arum. Matanya menatap ke arah jalan supaya dia tidak menabrak


" Aku takut" tangisnya makin pecah


" Takut kenapa hmm?" Tanyanya sambil mencuri pandang


" Gak tau, rasanya seperti sesuatu yang buruk akan terjadi "


" Suttt gak boleh bilang gitu, kamu tau ucapan itu bisa jadi doa"


bukannya tenang, Arum makin gelisah " Aku mau turun " ucap Arum membuka sabuk pengaman dan pintu mobil tanpa melihat kalo mobil belum berhenti


" ARUMM BAHAYA!!" teriak Haidar dengan spontan melepaskan setirnya untuk menarik Arum supaya tidak jatuh.

__ADS_1


Mobil yang mereka kendarai menjadi oleng dan menerobos lampu merah,lalu--


BRAKK


Dari arah kiri mereka sebuah truk melaju dengan kecepatan kencang sehingga menabrak mobil yang mereka kendarai. Susana disana menjadi ramai oleh orang-orang, Arum membuka matanya dengan susah payah, dapat dia lihat Haidar yang sudah tidak sadarkan diri dengan darah di sekujur tubuhnya.


" Hai-dar" panggilnya sembari menangis namun detik berikutnya diapun kehilangan kesadarannya.


" Woyy cepat tolongin orang Yang ada di dalam!!" Teriak orang-orang.


Mereka pun segera membawa korban ke rumah sakit terdekat.


...*****...


"Yahhh ada panggilan masuk dari arum" seru umayyah-bundanya Arum


" Iya sebentar, kamu angkat dulu aja" balas Sarif dari luar kamar


" Halo sayang kamu udah nyampe?" Tanya Umayyah ketika mengangkat telfonnya.


"Mohon maaf Bu, kami dari pihak rumah sakit cinta nyawa mau memberitahukan bahwa anak anda mengalami kecelakaan dan sekarang sedang ditangani oleh dokter-"


BRAK


handphone yang ada ditangannya terjatuh" hiks ARUMMM!! "


Mendengar tangisan istrinya, Sarif segera menghampiri Umayyah yang sedang menangis histeris " ada apa?" Tanyanya panik


" Hiks arumm yahh...Arum kecelakaan"


" Innalilahi, sekarang dia dimana?" Sarif mulai panik.


" Dia di rumah sakit cinta nyawa"


.


.


.


Setelah sampai di rumah sakit mereka segera menghampiri resepsionis untuk menanyakan keberadaan anaknya.


" Permisi, kami mencari korban kecelakaan yang baru saja terjadi"


" Anda keluarga dari pasien yang bernama Arum dan Haidar?"


" iya, mereka anak dan menantu saya"


" Pasien yang bernama Arum berada di ruangan kelas A nomer 15, sedangkan pasien yang bernama Haidar masih ditangani di ICU "


" Terima kasih, kami permisi"


Mereka pun segera menghampiri anaknya terlebih dahulu, mereka sampai di depan pintu ruangang bertepatan dengan keluarnya dokter yang menangani Arum


" Dokter... bagaimana keadaan anak saya?" Tanya Umayyah dengan cemas


" Pasien hanya luka di bagian kaki dan keningnya saja, lukanya tidak terlalu dalam"


" Alhamdulillah, apa kami bisa melihatnya dok?"

__ADS_1


" Silahkan, sebentar lagi dia akan sadar"


" Baiklah terimakasih dokter"


" Kami permisi" pamit dokter beserta susternya.


CEKLEK


Umayyah membuka pintu ruangan putrinya, dapat dia lihat keberadaan putrinya yang terbaring lemah dengan perban di kaki dan keningnya. Hatinya tersayat melihat anaknya seperti itu.


" Hiks yahh" Umayyah menangis kembali dalam pelukan suaminya


" Suttt sudah, dia baik-baik saja" ucapnya menenangkan istrinya walau kenyataannya dia juga khawatir.


" Haidar" gumam Arum dengan mata yang masih menutup


" Yah Arum sadar" dengan cepat mereka mendekati Arum


" Haidar hiks "


" Sayang bangun ini bunda" ucapnya khawatir


" HAIDARRR!!" Teriak Arum dengan tubuh yang sudah terduduk.


Setelah sadar, dia melihat sekelilingnya yang hanya ada kedua orang tuannya " bunda dimana Haidar?" Tanyanya sambil nangis


" Dia masih ditangani oleh dokter, sekarang kamu tenang ya kamu harus istirahat" Umayyah berniat membaringkan kembali anaknya namun Arum malah bergerak untuk turun


" Arum mau liat Haidar " ucapnya


" Jangan, kamu masih lemas" larang ayahnya.


" ENGGAK hiks aku mau liat dia!! " dengan keras kepala dia memaksa untuk melepaskan infus yang ada di tangannya


" Jangan dicopot!! Biar ayah yang bantu" Arum pun di letakan pada kursi roda oleh ayahnya, kemudian mereka bertiga berlalu menuju ruang ICU.


" Bagaimana dok keadaan menantu saya?" Tanya Umayyah ketika dokter itu keluar


" Pasien koma karena benturan yang sangat keras di bagian punggung dan kepalanya, tangan kanannya mengalami keretakan, untungnya benturan di kepalanya tidak mengenai saraf yang dapat mengakibatkan kebutaan, jadi untuk saat ini kita hanya bisa berdoa untuk kesadaran pasien"


"Apa kami bisa melihatnya?"


" Untuk sekarang jangan dulu, tunggu beberapa jam lagi baru kalian bisa melihatnya tapi harus bergantian "


" Baik dok terimakasih"


" Kalau gitu saya permisi" dokter itupun pergi dari sana


"Hiks ini semua salah Arum " tangis Arum kembali pecah.


Umayyah memeluk putrinya erat" enggak sayang, ini bukan salah kamu"


Arum menggeleng-gelengkan kepalanya " ini salah Arum!! Andai saja Arum gak keras kepala buat keluar dari mobil hiks, kecelakaan itu terjadi karena Arum hiks, Haidar koma gara-gara lindungi Arum dari hantaman mobil itu hiks, dia peluk arum kuat dan ngebalik posisinya...mobil itu datangnya dari arah kiri Arum hiks harusnya Arum yang kehantam kan Bun? Bukan Haidar"


" Suttttt ini udah takdir sayang, jangan nyalahin diri kamu sendiri, kita doain yang terbaik buat Haidar" Umayyah mengeratkan pelukannya.


Mendengar ucapan putrinya berhasil membuat hati Sarif tersayat sekaligus lega " kamu sudah menepati ucapanmu nak, saya merasa lega melepaskan putriku padamu" gumam Sarif seraya melihat kedalam ruangan Haidar.


TBC.

__ADS_1


...****************...


...Tunggu kelanjutannya ya🤗...


__ADS_2