
Setelah malam percintaan panas itu, aku bekerja seperti biasanya sebagai staf magang. Melakukan semua pekerjaan yang menjadi tugasku dengan sebaik mungkin. Berharap dengan menyibukkan diriku, aku tak semakin hanyut dengan perasaanku sendiri. Hari itu aku merasakan suasana kantor yang tak seperti biasanya. Beberapa dari karyawan senior seperti memperhatikanku, dan bahkan semua gerak-gerik mereka tampak jelas jika mereka sedang membicarakanku.
Sebenarnya ada apa? Aku terus bertanya dalam hati dan mencoba memberanikan diri untuk bertanya pada Sandra mengenai hal ini.
“Sandra, apa ada masalah sehingga beberapa dari karyawan di sini melihatku dengan pandangan aneh?” tanyaku.
“Aku tak tahu pasti, Angelina. Karena berita ini masih belum jelas. Tapi sebagai rekan kerja yang dekat denganmu, aku perlu memastikan langsung dan bertanya padamu. Entah dari mana asalnya, namun aku mendengar mengenai desas-desus kau masuk di perusahaan ini karena handil seseorang yang memiliki jabatan tinggi di Campbell Corporation.”
Deg!
Yang aku takutkan akhirnya terjadi juga, tetapi aku tak menyangka semua akan terungkap secepat ini?
“Tak hanya itu saja. Bahkan aku mendengar jika kau menjalin hubungan terlarang dengan orang tersebut,” lanjut Sandra, dan kali ini ucapannya benar-benar mengejutkanku.
“A-apa?! Apa maksudnya itu, Sandra?” Kedua netraku membulat merasa terkejut dengan berita yang seolah menyudutkanku itu.
“Itulah yang aku ingin tanyakan padamu, apakah semua itu benar atau memang berita itu dibuat sengaja untuk menjatuhkanmu dan membuat buruk citramu di perusahaan ini?” Sandra bertanya dengan gamblang.
Ya, Tuhan. Apa yang harus aku katakan pada Sandra? Haruskah aku menceritakan kenyataan yang sesungguhnya padanya? Tapi rasanya itu tidak mungkin, lebih tepatnya semua itu terlalu beresiko. Karena bagaimana pun, aku sudah terlibat kontrak dengan Henry, dan salah satu perjanjian dalam kontrak pernikahan kami berisi tentang kerahasiaan status kami yang harus dijaga dari orang lain. Jadi tidaklah mungkin aku menceritakan kenyataan yang sesungguhnya pada Sandra. Meskipun kami dekat, namun aku belum bisa seratus persen percaya padanya untuk menceritakan hal yang sensitif seperti ini.
__ADS_1
“Itu tidak benar, Sandra. Aku bisa masuk dan bekerja di perusahaan ini adalah keberuntungan dari usahaku sendiri. Semua berita itu tidaklah benar. Lagipula orang biasa sepertiku, tidak mungkin mengenal orang yang memiliki jabatan tinggi di perusahaan besar seperti Campbell Corporation ini,” jawabku dusta, mencoba untuk menyangkal.
Sandra menghela nafas dalam, kemudian tersenyum padaku dan berkata, “Aku percaya sekarang jika gosip itu memang tidak benar dan hanya berita bohong yang dibuat seseorang yang tidak bertanggung jawab.” Sandra memegang tanganku dan menatapku dalam, “Aku lebih percaya pada ucapanmu daripada orang lain. Jadi kau tak perlu merasa cemas, karena aku akan tetap ada dipihakmu, Angelina.”
Seketika hatiku merasa tersentuh sekaligus merasa bersalah secara bersamaan mendengar ucapan dari Sandra. Ya, Tuhan. Maafkan aku. Aku merasa menjadi teman yang buruk jika seperti ini. Karena aku sendiri telah menyalahi kepercayaan Sandra padaku.
...
“Angelina. Bisa kau ke ruanganku sekarang?” Nickollas Franklyn memanggilku di sela-sela kesibukanku siang itu.
“Baik, Sir.” Aku menyahut dan segera bangkit menuju ke ruangannya. Dari ekor mataku, aku bisa melihat semua mata tampak menatap ke arahku, bisa kutebak apa yang ada di pikiran mereka saat ini.
“Terima kasih, Sir.” Entah kenapa ucapannya padaku justru membuatku merasa gugup. Aku bisa menebak jika ia memanggilku kali ini bukan tanpa alasan. Apakah ini mengenai berita tentangku yang sedang menjadi pembicaraan hangat?
“Sebelumnya aku bertanya padamu, Angelina. Apakah kau merasa nyaman bekerja di tim pemasaran bersama dengan timku selama ini?” Nickollas memulai.
“Tentu, Sir. Saya merasa kerasan bekerja di tim ini bersama dengan Anda dan juga rekan tim lainnya. Tak hanya mendapatkan tempat bekerja yang nyaman, namun saya juga merasa mendapatkan keluarga baru di sini,” aku menjawab dengan tanpa ragu.
Pria berusia empat puluhan itu tersenyum lebar padaku, “Syukurlah jika seperti itu. Aku senang mendengarnya. Lalu, apakah kau tahu alasannya kenapa aku memanggilmu sekarang, Angelina?” Nickollas bertanya memancing dan aku hanya menggeleng lemah.
__ADS_1
“Aku sangat menyesal harus menyampaikannya padamu, jika mungkin mulai besok kau akan dipindahkan tugas bukan di timku lagi.”
“Maksud Anda, Sir?” aku bertanya dengan suara gugup, merasa bingung sekaligus terkejut.
“Ya, mulai besok kau tak lagi bekerja di tim pemasaran. Namun, kau akan bekerja di divisi keuangan di bawah kepemimpinan Mr. Benyamin Larkin,” jelas Nickollas Franklin.
“A-apa? Saya pindah divisi di bagian keuangan?” lidahku terasa kelu saat mengucapkan kalimat itu.
“Ya, Angelina. Aku yakin kemampuanmu akan semakin berkembang di sana. Karena aku percaya kau memiliki kemampuan dan potensi yang jauh lebih baik dari hanya sekedar karyawan magang biasa,” ujar Nickollas Franklin memberikanku dorongan semangat.
“T-tapi apa alasannya yang membuat saya harus dipindah tugaskan secara mendadak seperti ini, Sir? Apa karena saya melakukan kesalahan atau karena berita buruk mengenai saya?” aku memberanikan diri untuk bertanya, sebab semua ini terlalu cepat dan aneh bagiku.
Nickollas menggeleng, ekspresi wajahnya berubah teduh.
“Tidak, Angelina. Ini murni karena keinginan dari Mr. Benyamin Larkin. Beliau yang memutuskan agar kau bekerja di timnya, berdasarkan dari melihat kemampuanmu yang memang memiliki potensi yang besar,” jelas Nickollas Franklin.
“Ta-pi Sir,” aku mencoba untuk menolak, namun dengan cepat Mr. Nickollas Franklin menyelanya.
“Angelina, percayalah padaku. Semua akan baik-baik saja. Meskipun kau tak lagi berada di timku, akan tetapi aku tidak akan lepas tangan begitu saja jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan padamu nantinya,” ucap Nickollas menatapku penuh arti.
__ADS_1
Aku diam sesaat, berusaha untuk mencerna dan memahami apa maksud ucapannya. Benyamin Larkin adalah pria mesum. Selain kepemimpinannya yang diktator, dia juga dikenal seorang yang memiliki citra buruk karena perangainya yang selalu semena-mena terhadap para bawahannya. Itu berarti jika mulai besok aku pindah tugas di bagian keuangan, sama halnya aku ada dalam kuasa dan kendalinya. Dan itu sama saja aku akan hidup di dalam neraka. Jika seperti itu, apakah aku akan bertahan di bawah kepemimpinan seorang seperti Benyamin Larkin yang tak ada bedanya dengan Henry Bastian Campbell? Entah kenapa aku berpikir jika semua ini bukanlah hanya kebetulan semata. Gosip buruk dan desas-desus mengenai diriku juga kepindahanku seperti sebuah kesengajaan yang dibuat. Jika benar demikian, lalu siapa yang melakukannya dan apa motif sebenarnya padaku?