ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG

ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG
Pertemuan kembali


__ADS_3

Sebuah mobil sport limited edition baru saja masuk di halaman mansion utama Campbell, seorang pria tampan berumur awal tiga puluhan baru saja keluar dari mobil tersebut dan masuk ke dalam mansion di mana menjadi tempat masa kecilnya yang sudah lama ia tinggalkan.


“Tuan besar sudah menunggu Anda, Tuan muda Axel.” Seorang kepala pelayan menyambut putra sulung dari Arthur Campbell itu dan mengantarkannya masuk ke dalam mansion menemui sang tuan besar.


“Kenapa kau baru datang ke sini, Axel Campbell?” Pria setengah baya yang tak lain adalah Arthur Campbell bertanya setelah sang putra yang sudah lama dirindukannya baru saja datang menemuinya untuk waktu yang cukup lama.


“Perlu waktu bagiku untuk masuk ke dalam rumah yang telah meninggalkan banyak luka di masa lalu,” Axel menjawab dengan sikap dinginnya pada sang ayah.


Arthur mendekat, netra tuanya menatap lekat-lekat sosok pria gagah yang kini sudah berdiri di hadapannya. Melihat putra sulungnya dalam keadaan yang berbeda, membuat perasaan sentimentilnya muncul.


“Aku berharap masih ada ruang maaf untuk pria tua ini, putraku Axel,” ucap Arthur, “Seandainya Marry masih hidup aku rela bersimpuh di bawah kakinya untuk meminta maaf atas semua kesalahan dan dosaku di masa lalu,” sambung Arthur lirih.


Axel mendengus dan tersenyum sinis, “Sayang semua itu sudah terlambat, aku juga tak menjamin jika maafmu akan diterima oleh ibuku,” ucap Axel masih dengan sikap dinginnya.


“Aku tahu kesalahanku tak termaafkan, untuk itu melaluimu aku akan menebusnya. Seperti yang aku janjikan aku akan memberikan hakmu di Campbell Corporation,” ujar Arthur.


“Aku bukanlah pria yang silau dengan hartamu, Arthur Campbell. Tujuanku kembali ke sini, kau sudah tahu dengan jelas apa yang aku inginkan, bukan?” Axel berkata, sudut bibirnya terangkat sinis.


“Aku tidak lupa dengan janjiku itu.” Pria berambut putih itu menarik nafas dalam sebelum melanjutkan ucapannya, “Namun, aku juga berharap kau dan Henry berhubungan baik. Bagaimana pun kalian berdua adalah saudara, hanya itu yang aku harapkan dan aku inginkan dari kalian sebagai anak-anakku.”


“Tidak semudah itu, aku tidak bisa menjaminnya.” Axel berbalik badan dengan sikapnya yang acuh.

__ADS_1


“Aku sudah menyiapkan tempat tinggal untukmu, Axel! Aku sengaja menyiapkannya untukmu karena aku tahu, kau tak mungkin mau tinggal di sini bersamaku!” Arthur berkata cukup keras, pandangannya tak lepas menatap putra sulungnya yang melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.


***


Sejak Benyamin Larkin mengatakan pernyataan yang menghina padaku kemarin, dan aku menolak mentah-mentah tawarannya untuk menjadi wanitanya. Kini aku semakin berhati-hati pada pria mesum itu. Beruntung saat itu pembicaraan kami dipotong oleh telepon penting dari seseorang hingga mengharuskan Benyamin Larkin pergi. Sehingga aku lolos dari situasi yang berbahaya dan benar-benar membuatku tidak nyaman.


Aku rasa keberadaanku di perusahaan ini semakin terancam, dan entah sampai kapan aku akan bertahan dengan berita-berita miring sekaligus pandangan para karyawan perusahaan padaku sejak berita itu menyebar. Namun, aku berusaha bersikap biasa dan tak ingin terlalu memikirkan hal itu, dengan memilih lebih fokus untuk bekerja. Semoga saja aku bisa melewati semua hal buruk ini dengan baik, itulah harapanku.


“Kalian melihat pria tampan di lobi tadi? Melihat penampilannya seperti pria itu adalah orang penting.”


“Apa kau tak tahu siapa pria itu, Amy? Aku dengar pria yang kita lihat tadi masih memiliki hubungan darah dengan keluarga Campbell.”


“Maksudmu, apakah dia pewaris pertama keluarga Campbell yang telah kembali dan menjadi pembicaraan hangat itu?”


“Setelah bertahun-tahun pewaris pertama Campbell akhirnya kembali. Itu berarti akan ada sesuatu yang besar menunggu kita di perusahaan ini.”


“Ya, kau benar. Berhati-hatilah bicara, sebagaimana seperti yang kita tahu jika hubungan di antara mereka berdua sangatlah buruk.”


Itulah pembicaraan yang aku dengar dari beberapa karyawan wanita yang duduk di meja depan tempat aku dan Sandra makan siang bersama di kantor perusahaan.


“Kau dengar itu, Angelina? Pewaris pertama Campbell sudah kembali.” Ucap Sandra dengan suara rendah seraya menundukkan sedikit kepalanya bicara denganku.

__ADS_1


“Siapa maksudmu, Sandra?” aku bertanya merasa cukup penasaran.


“Axel Campbell, saudara tiri dari Henry Bastian Campbell, CEO kita,” jelas Sandra.


“Maksudmu Mr. Henry Bastian Campbell memiliki saudara tiri berbeda ibu?” aku bertanya memastikan.


“Ya, itu adalah fakta yang sudah lama diketahui dari sisi kelam keluarga Campbell,” jawab Sandra dengan suara seperti bisikan.


Aku mengerutkan kening seketika saat mendengarnya. Jujur aku baru tahu fakta jika Henry memiliki kakak tiri. Jika apa yang dikatakan Sandra dan beberapa karyawan wanita tadi adalah benar, mungkin hubungan di antara Henry dan kakak tirinya tidaklah baik.


Tak ingin mencoba tahu lebih banyak tentang keluarga Campbell, aku lebih memilih tak ingin bertanya lagi. Semua tentang Henry Bastian Campbell, aku tak ingin tahu segala hal yang berhubungan dengan pria itu. Oleh sebab itu aku lebih memilih bersikap pasif.


Selesai aku makan siang bersama dengan Sandra, kami hendak kembali ke tempat kerja masing-masing. Akan tetapi saat kami hendak menuju lantai dua puluh di dalam lift secara kebetulan kami bertemu dengan Benyamin Larkin, di sampingnya berdiri seorang pria tampan bertubuh atletis yang sepertinya tak asing aku lihat, dalam satu lift bersama kami saat ini.


Situasi menjadi canggung detik itu juga. Aku dan Sandra hanya bisa diam ketika satu lift bersama dengan Benyamin Larkin yang kini berdiri di belakang kami.


“Kita bertemu lagi, Miss. Angelina Louis. Sepertinya kau memang benar-benar lupa padaku.” Sebuah suara dari belakang terdengar membuatku terkejut setengah mati. Tak hanya aku yang terkejut, akan tetapi juga Sandra, terlebih Benyamin Larkin pun demikian.


“Ah, maaf. Saya benar-benar lupa,” aku menyahut canggung.


“A-apa Anda mengenal karyawan magang saya, Mr. Campbell?” Benyamin Larkin tercekat menatapku dan pria di sampingnya secara bergantian.

__ADS_1


Campbell?? Astaga jangan katakan pria di belakangku adalah Axel Campbell yang baru saja menjadi pembicaraan hampir seluruh karyawan di kantin tadi. Setelah cukup lama berpikir, aku baru ingat jika pria di belakangku adalah pria yang sama, yang aku temui di supermaket beberapa waktu lalu. Ya! Dia adalah pria itu. Ya Tuhan, aku tak percaya ini! Jika pria yang aku temui malam itu secara tak sengaja, ternyata adalah saudara tiri dari suamiku sendiri!


__ADS_2