ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG

ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG
Aku dan Axel Campbell


__ADS_3

“Axel?! Mungkinkah itu kau??” Aku mengerjapkan kedua mataku dalam kegelapan, seolah berusaha memperjelas penglihatan.


“Kau pikir siapa? Apa kau berharap aku ini orang lain?” Suara itu menyahut memperjelas jika memang jika pria yang menindihku tubuhku adalah Axel Campbell, suamiku sendiri.


“T-tapi bagaimana bisa? Bukankah kau mengatakan masih berada di London?” tanyaku masih tak percaya.


“Aku memang sengaja membuat kejutan untukmu. Aku tak bisa jika harus menahan rindu ini walaupun itu hanya sehari,” ujarnya lirih di telingaku. Hembusan nafas hangatnya bisa aku rasakan di wajahku.


Belum sempat aku menyahut ucapannya, bibirku dikunci olehnya. Kali ini ciumannya dalam dan begitu terburu-buru, seakan sentuhannya penuh nafsu di setiap inci di kulit tubuhku. Apakah ini caranya ia mengekspresikan rasa rindunya yang menggebu padaku?


Tetapi selama empat tahun aku mengenalnya, memang seperti itulah Axel Campbell yang aku kenal. Awalnya aku menikah dengannya hanya karena sebuah alasan, namun seiring berjalannya waktu kini aku bisa menerima pernikahan ini. Selama ini Axel Campbell selalu memberikan aku banyak cinta. Berbanding jauh dengan pernikahanku yang sebelumnya.


Seperti sekarang, kepulangannya yang tanpa sepengetahuanku sangat mengejutkanku. Semua yang Axel lakukan selalu penuh dengan kejutan. Kini di bawah kendalinya aku tak berdaya. Aku akui semua sentuhan yang dibuatnya selalu membuatku terbang tinggi. Dulu di awal pernikahan aku memang sempat menolaknya, dengan alasan aku belum bisa menerima sentuhan dari siapa pun, meskipun itu dari pria yang sudah menikahiku dan telah resmi menjadi suamiku sendiri. Namun, kini seiring dengan berjalannya waktu Axel membuatku bisa lepas dari bayang-bayang buruk itu. Perlahan aku mulai melepas kenangan buruk itu dan kini bersamanya aku bisa memulai hidupku lebih baik.


Cukup lama kami melakukan pemanasan, setelah aku sudah siap sepenuhnya Axel mulai memposisikan dirinya dan mulai melakukan penyatuan. Aku tersentak, merasa sesak dan penuh di dalam inti tubuhku dalam waktu cepat. Aku mengerjapkan kedua mataku mencoba menatap wajahnya di atas tubuhku dalam kegelapan.


“Uugh, kau selalu sempit. Angelina. Satu alasan inilah yang selalu membuatku selalu merindukanmu setiap waktu,” Axel berkata serak, mulai menggerakkan pinggulnya di atas tubuhku.

__ADS_1


Aku mendes*h setiap kali ia bergerak. Gerakan yang awalnya lambat, kini mulai semakin dalam menusuk ke dalam inti tubuhku.


“Axel, ahh. Aku merasa sesak!” aku tak bisa menahan diriku setiap kali ia memperdalam tusukan di dalam inti tubuhku.


“Apa kau ingin aku mempercepatnya lagi, sayang?” Axel bertanya serak di antara gerakan pinggulnya yang semakin membuatku gila.


Namun, seperti tak peduli dengan jawabanku. Axel semakin mempercepat tempoan gerakannya di atas tubuhku. Kini hanya ada deru suara nafas dan desah*n kami yang semakin keras terdengar. Menandakan jika baik aku ataupun Axel mulai berada di ambang limit penyatuan kami. Beberapa detik kemudian, gelombang itu pun datang. Tubuh kami menyatu sepenuhnya bersama dengan peluh yang membasahi tubuh kami berdua. Seperti yang biasa Axel lakukan setelah kami selesai bercinta, ia mengecup keningku dan berkata lirih.


“Terima kasih, Angelina sayang. I love you.”


Di sebuah hotel berbintang di kota Venesia, Italy. Di mana, di tempat itulah Henry Campbell menginap untuk tujuan bisnisnya. Namun, secara tak sengaja ia justru bertemu dengan seseorang yang telah lama dicarinya. Tentu hal itu tak akan Henry sia-siakan begitu saja. Meskipun untuk malam ini dia gagal, namun tidak untuk selanjutnya.


“Aku mungkin akan di sini lebih lama. Masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan.” Henry tampak berbincang serius melalui sambungan teleponnya.


“Apa!? Kenapa mendadak sekali? Bukankah kau pagi tadi baru saja mengatakan akan pulang besok?” sebuah suara menyahut memprotes.


“Semua ini terjadi di luar rencana. Aku tak bisa meninggalkan pekerjaan penting yang masih belum selesai, Carla.”

__ADS_1


“Apa kau tak bisa menundanya atau menghandlenya dari sini? Aku merindukanmu, Henry. Apa kau tak merasakan perasaan yang sama?”


“Jangan bersikap kekanakan, Carla. Aku baru pergi satu minggu, dan kau berkata seolah aku sudah bertahun-tahun pergi meninggalkanmu.”


“Kenapa kau bicara seperti itu padaku? Bukankah aku adalah istrimu, Henry Bastian Campbell? Aku merindukan suamiku sendiri, apa itu salah?”


“Sudahlah! Aku sedang tak ingin berdebat denganmu, Carla! Aku akan menghubungimu kembali jika aku sudah selesai dengan pekerjaanku di sini!”


Henry menutup teleponnya dengan kasar, sebelum Carla sempat menyahutnya. Setelah itu Henry melemparkan ponselnya ke atas ranjang begitu saja dengan ekspresi wajah kesal yang tak bisa ditutupi. Ia menghela nafas dengan berat, kemudian mengambil minuman whisky dan meneguknya dengan sekali tegukan seolah sebuah pelampiasan.


Pikirannya sedang kalut, begitu juga dengan moodnya. Setelah pertemuannya dengan Angelina Louis yang tanpa terduga, pikirannya menjadi kacau. Apalagi jika mengingat kembali pertemuannya dengan bocah laki-laki berwajah yang mirip sekali dengannya. Besar kemungkinan jika bocah itu adalah anak laki-laki Angelina Louis. Pertanyaan yang belum terjawab adalah siapakah ayah dari bocah laki-laki itu? Melihat kemiripan wajah dan usia dari anak itu, membuat Henry berpikir mungkinkah anak itu adalah anaknya? Benihnya?


Astaga! Bagaimana bisa Henry akan tidur tenang setelah mengetahui fakta mengejutkan ini? Henry bertekad akan mencari tahu jawabannya! Ya, secepatnya Henry akan mendapatkannya, entah bagaimana pun caranya Henry pasti akan bisa mendapatkan jawabannya. Empat tahun bukanlah waktu yang sebentar, selama empat tahun itu Henry seperti menjadi pria bodoh yang kehilangan sesuatu dalam dirinya.


Henry yakin ada sesuatu yang terlewatkan selama ini, yang mungkin tak diketahuinya selama ini. Entah apa pun itu, yang pasti itu sangatlah penting! Sebagai pria berego tinggi, tentu Henry tak bisa terima dengan sebuah pengkhianatan, namun ia juga tak akan terima apabila ada sebuah fakta penting yang tak diketahuinya selama ini. Sebuah fakta yang tersembunyi di balik hilangnya mantan istri kontraknya, Angelina Louis.


“Aku pasti akan menemukanmu kembali, Angelina Louis. Pasti! Jika pemikiranku benar tentang anak itu, aku bersumpah tidak pernah melepaskanmu lagi!” ucap Henry penuh keyakinan.

__ADS_1


__ADS_2