ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG

ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG
The Pink Star


__ADS_3

Venesia, Italy.


“Bagaimana kau bisa pergi saat aku baru saja sampai di sini menyusulmu, Henry?!” protes Carla tak terima melihat suaminya hendak bersiap pergi siang itu.


Seperti tak mendengarnya Henry tak memperdulikan sikap protes Carla padanya. Ia tetap bersikap cuek seolah tak menganggap keberadaan Carla.


“Henry, aku sedang bicara denganmu! Ingat aku adalah istrimu! Kau tak bisa bersikap seperti ini padaku!” Carla mencoba menghalangi Henry untuk pergi.


Detik itu juga Henry menatap tajam Carla yang mencoba menghalangi jalannya, “Siapa yang menyuruhmu menyusul ke sini? Bukankah kau sendiri? Maka lakukanlah sesuka hatimu, Carla. Aku akan pergi, jadi jangan berusaha menghalangiku!” Henry berkata tajam.


“Apa kau marah padaku karena aku menyusulmu ke Italy? Hingga kau bersikap seperti ini padaku, Henry?” Carla bertanya dengan suara rendah.


“Kau pikir apa? Kau tahu dengan jelas jika aku tak suka dengan istri pembangkang!” tegas Henry dengan kilat mata tajam menusuk.


Melihat ekspresi Henry yang demikian, Carla pun mulai ketakutan.


“Maafkan aku. Aku melakukannya karena aku merindukanmu dan aku hanya ingin memberikan kejutan padamu dengan tanpa memberitahukanmu niatku sebelumnya,” Carla membela diri.


Melihat sikap diam dan dingin suaminya, Carla mencoba membujuknya lembut.

__ADS_1


“Aku sudah terlanjur datang ke sini, jadi aku mohon jangan menganggapku tak ada, Henry. Aku berjanji akan patuh padamu dan tidak akan membuat keonaran selama bersamamu.”


“Aku pegang ucapanmu itu, Carla! Ingat tak ada toleransi kali ini!” tegas Henry tajam.


“Aku mengerti.”


...


Malamnya di Roma.


Sebuah acara tampak berlangsung meriah. Banyak pengusaha bahkan pejabat berbagai kalangan datang dari penjuru negara menghadiri pelelangan besar yang setiap satu tahun sekali diadakan di Roma. Kehadiran mereka di acara tersebut akan menunjukkan status mereka. Bagaimana tidak? Tak hanya barang antik yang akan dilelang di acara itu, namun juga perhiasan langka di dunia yang paling menjadi incaran para pengusaha dan juga pesohor dari berbagai negara. Konsep pelelangan itu pun unik karena setiap tamu yang hadir diwajibkan memakai topeng dan tak menunjukkan wajah mereka.


Jika seperti ini konsepnya lalu bagaimana cara Henry bisa menemukan Angelina ataupun Axel di antara banyak orang?


“Sial!” Henry mengumpat dalam hati.


Walaupun sebelumnya ia sudah tahu konsep acara pelelangan itu sebelumnya dari Mark, namun tetap saja Henry tak menyangka jika acara lelang tahunan ini jauh dari ekspetasinya. Bagaimana pun ini adalah pertama kalinya Henry hadir dalam acara pelelangan besar seperti ini, dan dengan egonya yang besar tentu Henry tak ingin kalah dengan saudara tirinya sendiri, Axel Campbell.


“Aku pasti akan menemukan kalian berdua, dan kau Angelina Louis. Bisa aku pastikan kau tak akan bisa lari dariku lagi!” desis Henry dalam hati, dari balik topeng yang dipakainya pandangannya tak lepas menatap satu persatu dengan seksama para pasangan bertopeng lainnya yang hadir di acara pelelangan tersebut.

__ADS_1


Sedangkan Carla yang kali ini memakai gaun panjang warna hitam dengan bahu terbuka, berdiri di sisi Henry. Entah kenapa ia merasa suaminya menyembunyikan sesuatu darinya. Tapi apakah itu? Carla belum tahu apa sebenarnya maksud Henry menghadiri acara pelelangan ini, dan Carla beruntung bisa ikut dengan Henry dalam kesempatan ini. Sepertinya menyusul Henry ke Italy adalah keputusannya yang tepat, dan Carla yakin ia akan tahu apa sebenarnya yang terjadi, asalkan ia menjadi istri penurut untuk saat ini, di momen ini.


***


Aku dan suamiku, Axel Campbell melangkah dengan penuh percaya diri memasuki gedung di mana acara pelelangan terbesar diadakan. Roma adalah tujuan kota kami saat ini. Walaupun ini bukan pengalaman pertamaku mendampingi Axel untuk hadir di pesta ataupun acara tertentu, namun ini adalah pertama kalinya aku hadir untuk mendampingi Axel di acara lelang terbesar tahunan yang diadakan di Roma.


Awalnya aku tak tahu jika Axel akan mengajakku ke tempat ini, di acara ini. Axel hanya ingin memintaku untuk mendampinginya datang ke sebuah acara besar, dengan konsep unik yaitu memakai topeng atau penutup mata. Dan kali ini aku tak membawa serta putraku, Andrew.


“Apa kau terkejut, sayang?” Axel menyunggingkan senyumnya padaku di balik penutup mata yang dipakainya.


“Ini luar biasa, Axel. Ini lebih mirip sebuah pesta daripada sebuah acara pelelangan,” aku berpendapat cukup takjub dengan apa yang aku lihat di depan mataku sekarang.


“Ini bukanlah apa-apa. Masih ada kejutan lain yang akan menunggumu.” Axel tersenyum penuh arti padaku, “Sebagai istri dari Axel Campbell, tetaplah berdiri di sisiku, Angelina sayang. Dan tunjukkan pesonamu sebagai istriku yang menawan.” Axel semakin memperat lingkaran tanganku di belakang tubuhnya dengan sikapnya yang posesif.


Melihat sikapnya yang penuh misteri tentu membuatku bertanya-tanya, apa maksud ucapan itu sebenarnya? Kejutan lain? Apakah akan ada kejutan lain yang sudah dipersiapkan untukku? Tapi apakah itu?


Acara pun dimulai, satu demi satu barang antik mulai dilelang. Aku dan Axel kali ini bertindak masih sebagai penonton. Walaupun aku masih bertanya-tanya dengan kejutan apa yang dimaksud Axel padaku, tetapi aku tetap bersikap seperti biasa. Sepanjang acara aku hanya bersikap seperti layaknya seorang istri. Menemani dan mendampinginya mengobrol dengan para relasinya yang kebetulan hadir di acara yang sama. Meskipun para tamu memakai topeng atau penutup mata di balik wajah kami, namun kami masih bisa melihat sebagian dari wajah orang yang kita kenali, bukan?


Hingga saat pembawa acara memperkenalkan barang lelangan berikutnya, perhatianku teralihkan. Sepertinya tidak hanya aku, namun semua orang yang hadir di tempat ini, kini fokus pada sebuah barang lelangan indah yang mengundang banyak perhatian kami semua yang hadir. Sebuah perhiasan cantik berupa cincin berlian langka 59,60 karat yang dinamakan The Pink Star. Mataku seakan tak berkedip melihat keindahan perhiasan itu. Bagaimana tidak? Ini untuk pertama kalinya aku melihat berlian langka berwarna pink secara langsung seperti ini? Dengan harga pembuka tiga puluh lima juta dolar, The Pink Star, lelang harga perhiasan itu pun di mulai.

__ADS_1


__ADS_2