ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG

ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG
Konspirasi licik


__ADS_3

“Apa kau bilang, menikah?” Aku bertanya gugup tak percaya.


“Ya, menikah. Kau dan aku akan menikah.” Axel berkata dengan penuh keyakinan.


Mendengar ucapan Axel yang terlihat tanpa keraguan itu membuatku tertawa gugup, “Apa aku terlihat begitu menyedihkan hingga kau berkata demikian untuk menghiburku?” dalihku.


“Aku serius mengatakannya, Angelina Louis. Aku ingin menikahimu. Dan aku melakukannya bukan karena rasa kasihan,” ucap Axel tanpa keraguan sedikit pun.


“A-apa? Ta-pi bagaimana bisa? Kenapa kau ingin menikah denganku?” aku semakin merasa bingung


“Karena kau sedang hamil, dan kau membutuhkanku, Angelina. Itu jika kau ingin lepas dari Henry Bastian Campbell untuk selamanya.”


Aku membisu tak bisa menjawabnya, aku merasa jika semua ini masih terasa mimpi bagiku.

__ADS_1


“Tenanglah, kau tak perlu buru-buru menjawabnya. Waktu masih panjang, dan aku akan memberikan waktu untukmu berpikir,” ucap Axel seraya tersenyum.


“Pulihkan dirimu dulu, Angelina. Setelah itu pikirkan baik-baik tawaranku. Yang jelas anak dalam kandunganmu itu tidaklah bersalah. Bagaimana pun anak itu membutuhkan seorang ayah entah itu sekarang atau nanti,” tambah Axel meyakinkanku.


Setelah mengatakan hal itu Axel pun pergi meninggalkanku di kamar. Meninggalku sendiri yang masih terpaku duduk di ranjang dengan pikiran yang masih menerawang. Menikah? Entah kenapa satu kata itu membuatku trauma. Pernikahan kontrak yang aku jalani bersama Henry berakhir begitu saja dengan meninggalkan rasa sakit yang tak akan aku lupakan seumur hidupku. Difitnah dan dilecehkan kemudian dibuang bagai wanita sampah yang hina. Semua itu bagai mimpi buruk yang aku alami, ironisnya kini aku dalam keadaan hamil. Dan ayah dari anak dalam kandunganku ini menuduhku berselingkuh dengan pria yang justru menolongku saat aku dilecehkan. Bukankah itu fitnah yang sangat kejam? Meskipun aku yakin jika Alan Jones tak mungkin berbuat kotor padaku, namun aku tak bisa membuktikan itu semua pada Henry yang sedang gelap mata.


Sampai saat ini aku tak tahu siapa yang menjebakku dan Alan Jones hingga harus berakhir di ranjang yang sama, dan Henry memergoki kami berdua. Bukankah itu terasa aneh untuk sebuah kebetulan? Aku yakin apa yang terjadi padaku adalah sebuah konspirasi seseorang. Entah siapa, tapi aku yakin itu. Ya, semua yang terjadi padaku adalah sebuah konspirasi. Mungkin untuk saat ini aku belum bisa membuktikannya, tetapi aku berjanji suatu saat nanti akan aku buktikan jika aku bukanlah wanita rendahan seperti yang Henry Bastian Campbell kira.


***


Mansion Campbell


Keadaan di dalam mansion sangat berantakan. Hampir seluruh perabotan mahal di dalam hunian megah Henry Bastian Campbell hancur karena ulah tangan sang pemilik yang murka. Lebih tepatnya setelah Henry memergoki Angelina bersama dengan pria lain dalam satu ranjang dalam keadaan sama-sama telanjang! Dan yang paling membuatnya murka adalah pria itu adalah Alan Jones! Seorang Manager dari perusahaan miliknya sendiri. Sudah berapa kali Henry memergoki mereka berdua bersama-sama dalam satu tempat, namun siapa menyangka jika Angelina berani bermain api dengan Alan Jones dan mengkhianati dirinya.

__ADS_1


Sungguh harga dirinya sebagai pria sekaligus suami merasa diinjak-injak. Henry tak terima itu semua, ia tak terima sebuah pengkhianatan! Saat itu juga Henry telah menceraikan Angelina Louis, bahkan sebelum kontrak itu berakhir beberapa bulan lagi.


“Brengsek!!!” Henry melemparkan sebuah barang yang ada di matanya ke sembarang arah.


Amarahnya masih memuncak jika mengingat kejadian itu di depan matanya. Bagaimana tubuh polos Angelina yang membuatnya tergila-gila dan merasakan candu itu justru bersanding bersama dengan pria lain? Benar-benar menjijikkan!


“Kau memang wanita ****** yang menjijikkan, Angelina Louis!!!” maki Henry dengan ekspresi wajah mengerikan.


Tak ada yang berani mendekati Henry saat ini. Sekalipun itu adalah Carla. Carla yang saat itu memang sedang berada di mansion Henry hanya bisa diam. Carla tak berani mendekati sang kekasih yang baginya baru pertama kali ini terlihat begitu marah besar, bahkan terlihat mengerikan. Ia sama sekali tak menyangka jika reaksi Henry sangat di luar dugaan. Carla memang menginginkan Henry dan istri kontrak dari kekasihnya itu berpisah, dan rencananya memang berhasil dengan mulus. Tetapi ia tak menyangka jika Henry sampai tak mau didekati oleh siapa pun sekalipun itu adalah dirinya saat ini. Apa Angelina begitu sangat berharga hingga Henry bereaksi sedemikian itu?


“Cckk!! Kau memang pantas mendapatkan nasib buruk itu, Angelina Louis! Itu adalah harga yang pantas untuk kau bayar karena kau telah berani berurusan denganku!” umpat Carla dalam hati seraya tersenyum penuh kepuasan.


Kini Angelina Louis bukan menjadi penghalang lagi untuk dirinya bisa menjadi Nyonya Campbell. Henry adalah miliknya, sejak dulu Henry memang adalah miliknya. Wanita yang bernama Angelina Louis itu bukanlah lawan yang sepadan untuk dirinya dan memang hanya dirinyalah yang pantas untuk mendapatkan cinta dari Henry Bastian Campbell. Setelah Angelina Louis pergi, kini hanya menghitung hari Carla Queen Baker akan menjadi nyonya dari Henry Bastian Campbell.

__ADS_1


__ADS_2