ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG

ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG
Fakta mengejutkan


__ADS_3

“Kau sudah bangun?” Itulah pertanyaan yang pertama kali aku dengar saat aku mulai membuka mata.


“Apa yang terjadi denganku?” aku mencoba untuk bangun, namun sebuah tangan menghalangiku.


“Kau masih lemah, tak perlu memaksakan diri, Angelina,” suara itu kembali terdengar memperingatiku.


Setelah aku sadar sepenuhnya aku baru ingat jika aku sempat pingsan sebelum ada di sini, di kamarku sendiri.


“Mr. Axel Campbell??” Aku menatapnya penuh tanya saat mengingat kembali jika pria itulah yang telah menolongku sesaat sebelum aku pingsan.


“Katakan padaku, sejak kapan kau mendapatkan penyiksaan seperti ini, Angelina?” Tatapan Axel begitu menyelidik melihatku.


“A-pa?? Apa maksudmu?” Aku bertanya spontan pura-pura bodoh.


“Apa kau pikir aku tak tahu apa-apa? Dan jangan coba-coba menutupi perbuatan Henry padamu!” tukasnya membuatku semakin merasa terpojok.


Berusaha menghindari tatapannya yang semakin mendominasi, membuatku memalingkan wajahku darinya, “Itu bukan urusanmu!” jawabku ketus.


“Dengar, Angelina! Meskipun kita belum lama saling mengenal tapi aku tak bisa diam saja jika melihat Henry menyiksa seorang wanita seperti ini! Apalagi wanita itu adalah istrinya sendiri!” Axel menghadapkan tubuhku agar tatapan kami bertemu kembali.


“Apa tidak butuh rasa kasihanmu, Mr. Axel Campbell,” aku menyahut dingin.

__ADS_1


Axel mendengus kemudian tersenyum smirk padaku, “Jadi kau begitu mencintai Henry, sampai-sampai kau menutupi perbuatan buruknya padamu?” sindirnya tajam.


Entah kenapa aku hanya terdiam, tak bisa menyangkal ucapan pria yang kini terlihat menatapku penuh arti.


“Baiklah. Aku tak akan memaksa, lagipula itu adalah urusan keluarga kalian. Akan buang energi jika aku berurusan dengan hal yang berhubungan si pecundang Henry Bastian Campbell,” Axel bangkit berdiri lalu melangkah menuju ke keluar pintu kamar.


“Satu hal lagi, selamat atas kehamilanmu. Jika Henry menyakitimu lagi, datanglah padaku. Aku akan siap membantumu, Angelina Louis,” ucapnya mengejutkanku.


Aku menutup bibirku seketika merasa kaget sekaligus tak percaya dengan apa yang baru saja aku dengar, “A-apa?? Ha-mil??” Aku terkejut setengah mati saat itu juga.


Aku ingin bertanya lebih banyak lagi padanya, namun pria itu kini sudah menghilang dari pandanganku. Ya, Tuhan. Aku hamil? Benarkah aku hamil sekarang? Jika iya, bagaimana pria yang bernama Axel Campbell itu tahu aku sedang hamil saat ini? Kenapa aku begitu ceroboh sekali tak mengetahui perubahan yang ada dalam tubuhku sendiri? Aku merutuki kebodohanku sendiri saat itu juga, hamil untuk keadaanku yang sekarang itu sangatlah tidak mungkin. Tidak, tidak! Aku harus memastikannya jika apa yang dikatakan Axel padaku benar atau tidak.


“Ya, Tuhan. Nyonya?! Kenapa Anda bangun dari tempat tidur Anda?” Miranda langsung tergopoh-gopoh mendekatiku kemudian memapah tubuhnya yang memang masih terasa lemah.


“Miranda, katakan padaku. Apa yang sebenarnya terjadi padaku saat setelah aku pingsan tadi?” Aku buru-buru bertanya merasa penasaran.


“Saya hanya melakukan apa yang Tuan Axel Campbell perintahkan. Yaitu menghubungi dokter untuk memeriksakan Anda,” jelas Miranda.


“Lalu?” Aku memicingkan kedua netraku menatap Miranda untuk memastikan apa yang diucapkannya.


“Dokter menjelaskan jika Anda sedang hamil oleh sebab itu kondisi kesehatan Anda lemah sekarang,” tambah Miranda tak terlihat ragu-ragu sedikit pun saat mengatakannya.

__ADS_1


Ya, Tuhan. Jadi hal itu benar? Apa yang dikatakan Axel padaku, tentang kehamilanku ternyata adalah benar. Jika seperti ini keadaannya aku harus bagaimana? Apa yang harus aku lakukan untuk menghadapi situasi dengan kehamilanku yang tak terduga seperti ini? Pernikahan aku dan Henry adalah pernikahan kontrak, jika aku hamil sangat tidak mungkin Henry akan menerima kehadiran anak yang ada dalam kandunganku sekarang. Apalagi jelas-jelas Henry memiliki wanita lain, tentunya wanita yang dicintainya, Carla.


“Baiklah. Aku minta untuk saat ini kau jangan memberitahukan hal ini pada siapa pun, terutama Tuanmu, Miranda. Tentang kehamilanku, biar aku akan mengatasinya dengan caraku sendiri. Kau mengerti?” tegasku pada Miranda.


“Baik Nyonya. Saya mengerti.”


Setelah Miranda pergi, kini tinggal aku duduk sendiri di balkon kamar malam itu. Sampai saat ini aku tak tahu apa yang harus aku lakukan untuk menghadapi kehamilanku? Bahkan aku tak tahu apakah aku harus sedih atau senang? Aku mengelus perutku yang masih terlihat rata. Seandainya saja aku dan Henry adalah pasangan suami istri pada umumnya, tentu kehamilan adalah sesuatu yang paling diharapkan. Namun sayang, pernikahan kami bukanlah pernikahan yang sebenarnya, apalagi pernikahan atas dasar cinta. Hanya tinggal beberapa bulan kontrak itu akan berakhir. Lantas jika seperti ini, bagaimana dengan nasib anakku yang masih dalam kandungan? Sepanjang malam itu, aku pun hanyut dalam pikiranku sendiri. Meratapi nasibku dan memikirkan langkah apa yang harus aku lakukan untuk menghadapi semuanya.


***


Sementara itu di lain tempat di waktu yang sama. Tepatnya di Penthouse yang sudah beberapa hari menjadi tempat tinggal Axel Campbell. Pria itu kini tampak sibuk berbincang dengan seseorang di sambungan teleponnya.


“Jadi sekarang Henry sedang bermalam dengan kekasihnya, wanita model itu? Bagus sekali.” Axel mengangkat sudut bibirnya.


“Baiklah, kau pastikan selidiki juga tentang Angelina Louis dan awasi terus wanita itu! Aku tak mau sedikit pun informasi darinya terlewati!” perintah Axel tegas, setelah itu ia memutuskan sambungan teleponnya.


“Henry, Henry. Kau benar-benar pria pecundang. Istrimu sedang hamil, kau justru bermesraan dengan wanita lain.” Axel mendengus kasar, “Jika seperti ini kau akan hancur karena ulahmu sendiri tanpa perlu campur tangan dariku,” ucapnya bermonolog.


Setelah Axel tahu jika Henry mendatangi rumah Angelina malam itu, ia semakin tertarik untuk mengetahui sejauh mana mereka berdua telah berhubungan dan mencari tahu segala hal tentang Angelina Louis. Dan saat itu juga Axel mendapatkan fakta mengejutkan yang tak terduga, jika Henry menikahi Angelina secara diam-diam. Tentu hal itu menjadi semakin membuat Axel bertanya-tanya, apa motif Henry melakukan pernikahan itu dengan Angelina Louis? Henry melakukan pernikahan sembunyi-sembunyi, tanpa diketahui oleh publik sedangkan di satu sisi berita mengenai hubungan Henry dengan seorang wanita model bernama Carla Queen Baker sedang menjadi trending topik di mana pun.


Di saat Axel ingin mencari tahu sendiri dengan menemui langsung Angelina di rumahnya tadi, secara tak terduga ia justru mendapatkan fakta yang lebih mengejutkan. Yaitu luka di tubuh Angelina dan kehamilan wanita itu. Dua hal itulah yang membuat Angelina Louis jatuh pingsan pagi tadi. Sungguh wanita yang malang. Satu kata itulah yang ada dalam pikiran seorang Axel Campbell. Setelah mengetahui semua fakta itu Axel Campbell pun memiliki rencana lain, ia semakin tertarik untuk mengetahui siapa sebenarnya Angelina Louis dan apa motif sebenarnya Henry menikahi wanita itu? Dan yang jelas Axel semakin tertantang untuk terlibat jauh dengan istri dari saudara tirinya itu.

__ADS_1


__ADS_2