
Dalam kepanikanku aku tetap berusaha keras membuka pintu, meskipun aku tahu itu hanyalah usaha yang sia-sia.
“Tolong! Siapa pun buka pintunya! Selamatkan aku!” Aku berteriak keras meminta tolong seraya menggedor-gedor pintu mobil berharap ada yang mendengar teriakanku dari luar.
“Astaga, Angelina. Kenapa kau sepanik itu? Lihatlah, aku tidak melakukan apa pun padamu? Lantas apa yang kau takutkan?” Masih bisa kulihat senyuman mesumnya di balik sikap Benyamin yang terlihat tenang.
“Mr. Benyamin Larkin, apa yang Anda lakukan ini sama saja pemaksaan! Saya bisa menuntut Anda jika Anda bertindak di luar batas!” ancamku berani.
“Oya?? Memang apa yang kau bisa lakukan padaku, Angelina? Apa kau pikir dengan kau mengenal orang penting di Campbell Corporation aku takut padamu?” Benyamin mendengus angkuh, “Bukankah kau sudah biasa tidur dengan pria untuk mendapatkan sesuatu yang kau inginkan? Jadi untuk apa kau bersikap jual mahal padaku?” ejeknya tak berakhlak.
Seketika emosiku memuncak saat mendengar kalimat penghinaan itu lagi diucapkan oleh pria di hadapanku. Dengan keberanian serta kemarahan yang besar, tangan ini pun menampar keras wajah sombong Benyamin Larkin menatapku dengan pandangan hina.
Plak!
“Kau berani menamparku, wanita ******?!” Tak terima mendapatkan tamparan dariku, secara tak terduga Benyamin menyudutkan tubuhku dengan berat tubuhnya di dalam mobil. Seolah ada nyala api terlihat di dalam mata Benyamin Larkin.
“Lepaskan aku!!” Aku berusaha melepaskan diri dari tubuhnya yang semakin menghimpitku di dalam mobil.
Aku semakin ketakutan saat Benyamin mulai bertindak kurang ajar mencium bibirku. Dengan segala kekuatan yang aku miliki, aku mencoba sekuat tenaga menghindar dari sentuhannya yang menjijikkan. Aku terus berontak melepaskan diri, namun penolakanku justru membuat Benyamin Larkin semakin kesetanan, ia mencoba membuka paksa pakaian yang aku kenakan hingga beberapa kancingnya terlepas dan tersingkap terbuka. Di saat itu juga, suara kedoran pintu dari luar mengejutkan kami, Benyamin Larkin seketika menghentikan aksinya.
“Buka pintunya sekarang juga, Benyamin Larkin! Jika tidak akan aku hancurkan mobil milikmu ini!!” Sebuah suara teguran keras dari luar menyelamatkanku dari niat jahat pria iblis bernama Benyamin Larkin.
“Alan Jones?! Sial!!” Benyamin mengumpat kasar setelah tahu jika ada seseorang yang tak terduga datang menggagalkan aksi bejadnya padaku.
“Mr. Jones tolong selamatkan aku!!” Aku meminta tolong ketakutan pada Alan Jones yang ada di luar mobil.
__ADS_1
Merasa sudah terpojok dan tak memiliki pilihan, Benyamin pun akhirnya membuka pintu mobil sebelum Alan Jones menghancurkan mobil miliknya dengan sebuah alat berat yang dibawanya untuk berusaha menyelamatkanku. Detik itu juga aku pun segera berlari ke luar mobil menyelamatkan diri.
“Kau baik-baik saja, Angelina?” Kata terakhir itulah yang aku ingat sebelum aku jatuh tak sadarkan diri di dalam pelukan Alan Jones.
***
Seorang pria terlihat bingung menatap seorang wanita yang baru saja ditolongnya dalam keadaan pingsan. Setelah berhasil menyelamatkan sang wanita dari niat jahat seorang pria mesum, ia berniat membawa tubuh sang wanita yang pingsan dalam gendongannya ke rumah sakit. Pria sang penyelamat itu tak lain adalah Alan Jones, ia memang sudah mencurigai jika Benyamin Larkin berniat jahat pada Angelina Louis. Seorang karyawan magang yang menarik perhatiannya sejak awal bertemu.
Hari ini secara diam-diam Alan Jones mengawasi Benyamin Larkin, saat tahu jika pria mesum itu sengaja membuat Angelina lembur. Sekarang, saat Alan berhasil menggagalkan niat jahat Benyamin Larkin, Alan dibuat bingung karena Angelina justru pingsan. Merasa cemas dengan keadaan Angelina, Alan pun lebih memilih menyelamatkan Angelina terlebih dahulu sebelum ia memberikan pelajaran pada Benyamin Larkin. Namun, sebelum Alan berhasil mencapai mobilnya, ia mendapatkan serangan mendadak dari belakang hingga membuat Alan Jones yang tengah menggendong tubuh Angelina jatuh ambruk dan pingsan.
Sang penyerang tak lain adalah Benyamin Larkin kini tersenyum jahat melihat kedua orang yang menjadi targetnya kini dalam keadaan pingsan.
“Ckck! Sungguh pria yang bodoh! Sikap heroikmu justru akan menghancurkanmu, Alan Jones!” cibir Benyamin Larkin menatap sinis Alan Jones yang kini tak berdaya setelah berhasil dipukul olehnya dari belakang dengan benda keras.
“Saya sudah melakukan apa yang Anda perintahkan, Nona. Tugas saya sudah selesai sekarang,” lapor Benyamin Larkin dengan seseorang di sambungan teleponnya.
“Bagus! Sekarang giliranku. Seperti yang sudah aku janjikan, aku akan memberikanmu bayaran yang setimpal atas kerja keras yang sudah kau lakukan,” seseorang dari balik sambungan telepon itu menyahut.
“Baik, saya tunggu Nona. Senang berbisnis dengan Anda.” Benyamin Larkin menutup sambungan teleponnya lalu tersenyum devil penuh kepuasan.
***
Bug!!
“Dasar brengsek!! Kau akan hancur di tanganku, Alan Jones!!” umpat seseorang.
__ADS_1
Masih dengan keadaan setengah sadar aku mendengar suara orang mengumpat dan memukul. Kemudian setelah itu aku merasa tubuhku ditarik hingga jatuh tersungkur begitu saja.
Bruk!
“Arght!”
Aku jatuh detik itu juga dan merintih merasa sakit di tubuhku.
“Bangun kau, Angelina!! Kau wanita ****** yang tak tahu malu!!”
Sebuah suara yang familier aku dengar mengumpat kasar, dan ketika kesadaranku kini sudah sepenuhnya kembali, aku baru menyadari jika tubuhku baru saja ditarik oleh seseorang dari atas ranjang. Satu hal yang membuatku bingung dan panik setengah mati, karena aku baru tahu jika tubuhku sekarang dalam keadaan telanjang! Ya, Tuhan sebenarnya ada apa ini? Apa yang terjadi denganku?!
“Wanita menjijikkan! Kau berani bercinta dengan pria lain di belakangku, Angelina Louis!!!” Umpatan kasar itu kembali aku dengar. Sebuah umpatan dari pria yang tak lain adalah suamiku sendiri, Henry Bastian Campbell.
Plak!
Tamparan keras aku rasakan di pipiku, tamparan dari Henry, suamiku sendiri. Setelah itu, aku masih bisa merasakan ketika dengan kasarnya, Henry menarik rambutku ke belakang.
“Kau benar-benar wanita hina, Angelina Louis! Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah aku menikahi wanita sepertimu!!” maki Henry menatap nyalang padaku dengan wajah memerah.
Aku yang masih merasa syok hanya bisa menatap nanar pria yang terlihat marah besar itu. Henry menatapku dengan pandangan jijik dan hina. Rasa sakit di tubuhku yang aku rasakan saat ini seperti menguap begitu saja setelah mendengar kalimat menyakitkan serta tuduhan yang Henry lontarkan padaku.
“Aku tidak melakukan apa yang kau tuduhkan padaku, Henry. Aku berani bersumpah!” Hanya kalimat pembelaan itulah yang berhasil aku ucapkan di bibirku yang terasa kelu dan bergetar.
“Dan kau pikir aku akan percaya?! Brengsek!!” Henry semakin menekan rambutku hingga kepalaku mendongak kesakitan, “ Dengarkan aku baik-baik, Angelina Louis! Mulai sekarang dan detik ini, aku akan menceraikanmu!! Kau bukan lagi istriku karena kau adalah wanita hina yang sama sekali tak ada artinya untukku!!”
__ADS_1