ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG

ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG
Kisah kita belum berakhir


__ADS_3

Aku merasakan delima, bingung dan gelisah. Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Cukup lama aku berpikir dalam kebimbangan juga menimbang banyak hal, akhirnya aku pun terpaksa mengikuti apa yang dikatakan Henry. Lagi pula akan sampai kapan aku menghindar darinya? Walaupun hubungan kami sudah berakhir, namun masih ada sesuatu yang belum selesai di antara kami berdua.


“Lana, kau tolong jaga baik-baik Andrew selama aku tak ada. Segera hubungi aku jika suamiku pulang, namun aku akan usahakan urusanku selesai sebelum suami pulang,” perintahku pada Lana yang tengah menemai Andrew bermain.


“Mom, akan pergi? Tidak mengajakku?” Andrew menatap dengan raut wajah memelas membuatku merasa sedikit berat harus meninggalkannya.


“Mom hanya sebentar, Sayang. Ada urusan penting yang harus Mom lakukan. Tetapi Mom berjanji akan pulang cepat.” Aku mengusap lembut rambut hitam Andrew, “Tetaplah bersama Lana, jadilah anak yang baik, okay?” Sentuhanku turun ke pipi montok Andrew seraya tersenyum padanya.


“Baiklah, okay Mom,” Andrew menyahut patuh.


...


Dengan hanya membawa serta Rex, sebagai pengawal sekaligus supirku kali ini, aku pun menuju ke tempat di mana Henry meminta sebuah pertemuan, yaitu di salah satu resort terbesar di Milan. Dalam hati aku merasa was-was dengan pertemuan ini, namun aku tak memiliki pilihan lain. Aku telah bertekad ini adalah pertemuanku yang terakhir untuk menyelesaikan apa yang belum usai di antara aku dan Henry Bastian Campbell.


Setelah kurang lebih satu jam perjalanan, akhirnya aku pun sampai di tempat yang dituju. Aku menyuruh Rex untuk tetap menungguku hingga aku kembali secepatnya. Rex yang memang tak banyak bicara dan dapat kupercaya sebagai pengawal terbaikku, mengangguk patuh dan mengerti.


Dengan diantar oleh seorang pegawai hotel aku menuju ke dalam resort, di mana Henry sudah menungguku di sana. Pegawai hotel itu mengantarkanku ke sebuah gazebo di dekat sebuah kolam renang besar dan menyuruhku untuk menunggu di sana. Setelah pegawai hotel itu pergi, kini tinggal aku sendiri berada di tempat ini. Sebuah resort mewah yang mungkin sengaja Henry sewa untuk melakukan pertemuan ini.


Aku cukup merasa gugup, bagaimana pun ini adalah pertemuanku dengan Henry secara pribadi setelah sekian tahun, setelah malam menyakitkan di mana ia menuduhku berselingkuh dengan Allan Jones.

__ADS_1


“Kau datang tepat pada waktunya, Angelina.” Sebuah suara yang familier terdengar di belakangku.


Tak salah lagi itu adalah Henry Bastian Campbell. Tak menjawab ucapannya aku tetap bersikap tenang di depannya meskipun jantungku tak bisa berhenti berdetak dengan kencang saat ini. Setelah dia duduk di depanku, kini aku bisa melihat sosoknya dengan jelas. Henry tak banyak berubah, masih tetap sama dengan terakhir yang aku lihat. Wajah tampannya yang terkesan dingin selalu tak banyak ekspresi itu masih tetap sama. Tak berbeda dengan saudara tirinya, suamiku sendiri, Axel Campbell.


“Aku tidak memiliki banyak waktu untuk berada di sini, jadi katakan apa yang ingin kau katakan,” aku memulai dengan memasang ekspresi dingin.


Aku bisa melihat Henry tersenyum, senyuman penuh arti yang terlihat samar. Tapi apa maksudnya? Sikapnya yang demikian tentu membuatku merasa cukup bingung dan bertanya-tanya. Karena bagaimana pun selama mengenalnya, baru sekali ini aku melihat dia tersenyum di wajahnya yang selalu dingin dan terkesan kaku itu.


“Tak bertemu selama lebih dari empat tahun ternyata kau sudah banyak berubah, Angelina Louis. Hebat sekali, apa Axel Campbell sudah mengajarimu banyak hal? Termasuk cara untuk menusukku dari belakang?” sindirnya tajam.


Aku tersentak seketika, kedua mataku membulat sempurna merasa tak terima dengan pernyataan yang baru diucapkan pria angkuh yang duduk di hadapanku sekarang.


“Apa maksudku? Seperti yang aku katakan malam itu padamu, jika kau berhutang banyak penjelasan padaku, Angelina Louis?” Henry mencondongkan tubuhnya ke depan seolah sikapnya itu memang sengaja menyudutkanku.


Aku mendengus, “Apa yang perlu kujelaskan padamu? Tidak ada sama sekali! Di sini aku yang seharusnya bertanya padamu, apa maksudmu memata-matai keluargaku, Henry Bastian Campbell?! Kau tahu dengan jelas, selain itu bisa dikatakan tindakan kriminal, hal itu juga tidak pantas untuk dilakukan!” tukasku penuh penekanan.


“Oya? Aku ingin melihat sejauh mana kau akan bertindak untuk melawanku, Angelina?” Henry mengangkat sudut bibirnya dengan angkuh, “Kau pikir aku tidak tahu apa yang kau sembunyikan dariku selama ini?” ucapnya mengejutkanku.


Mendengar ucapannya yang penuh arti itu, aku pun tersentak. Kali ini ucapan Henry berhasil membuatku gugup. Namun, aku berusaha keras untuk menutupinya dengan bersikap setenang mungkin di depannya.

__ADS_1


“Kau pikir kau akan bisa memanipulasiku lagi, Henry? Tidak! Dulu aku mungkin bisa kau injak-injak dengan bersikap semena-mena padaku. Sudah cukup kau menorehkan luka dalam hidupku selama menjalani pernikahan kontrak denganmu! Jadi sekali lagi aku tekankan di sini, jangan mencoba mengusik hidupku lagi, apalagi menuduhku dengan sesuatu yang tidak aku lakukan! Sudah cukup aku diam selama ini, tapi tidak untuk sekarang! Itulah alasannya aku datang ke sini, bukan karena aku takut dengan ancamanmu melainkan untuk mengatakan jika hubungan kita sudah selesai, bahkan sebelum kontrak pernikahan kita berakhir dan itu terjadi setelah kau menceraikan aku!!” tukasku lantang dengan tatapan mata berapi-api.


Setelah puas mengatakannya aku beranjak dari tempat dudukku dan segera berbalik untuk pergi, namun tanpa aku duga sebuah tangan mencengkeram pergelangan tanganku kuat dan menghalangiku untuk pergi.


“Aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja dari sini, Angelina! Tidak akan semudah itu!”


Belum sempat aku melepaskan diri tangan kuat itu menarik tubuhku hingga menghadapnya. Detik itu juga sesuatu yang tak pernah aku pikirkan terjadi. Henry mencium bibirku saat aku mencoba berontak melepaskan diri dari dekapan tubuhnya. Aku melotot seketika, bahkan jantungku terasa seperti ingin keluar dari tempatnya. Ciuman Henry di bibirku begitu dalam hingga sesaat aku merasa lupa jika ini adalah sebuah kesalahan besar!


Plakk!!


Tamparan keras akhirnya melayang dan mendarat di wajah Henry, setelah sekuat tenaga aku berhasil melepaskan diri dari cengkeramannya.


“Kau kurang ajar, Henry!!” makiku dengan emosi yang meluap tinggi. Dadaku naik turun menahan gejolak emosi yang meledak-ledak atas perlakuan Henry yang tidak pantas padaku.


“Bagaimana pun aku adalah kakak iparmu! Apa kau lupa itu!!?” makiku keras.


Bukan rasa bersalah yang aku lihat di matanya, pria angkuh itu tetap terlihat tenang meskipun aku sudah menampar wajahnya dengan keras.


“Aku hanya ingin mengingatkan padamu, jika kisah kita belum selesai seperti yang kau pikirkan, Angelina Louis. Karena kini aku semakin yakin jika masih ada yang . laki-laki berumur empat tahun yang bersamamu itu adalah anakku, bukan?” ucapnya lantang dan penuh penekanan.

__ADS_1


__ADS_2