Istri Pengganti Tuan Lumpuh

Istri Pengganti Tuan Lumpuh
Nyonya Baru.


__ADS_3

" Tuan, Nona! apa perlu bibi siapkan makan malam." Tanya Wanita paruh baya itu, saat keduanya hendak berjalan kearah lift yang akan menuju lantai atas dimana kamar Kai berada.


" Tidak perlu Bi, sebaiknya bibi istirahat saja." ucap Naela wanita itu tidak suka merepotkan orang lain, kecuali sang mama dan orang terdekatnya. Apalagi saat ini sudah hampir tengah malam.


" Tapi Non_ "


" Iya Bi istirahat saja." Ucap KAI sembari mengangguk kepalanya meminta wanita itu untuk masuk kembali kedalam kamarnya.


Bi Ina pun hanya bisa mengangguk, kemudian berbalik untuk pergi dari sana, tapi baru beberapa langkah, Ela kembali memanggilnya, wanita paruh baya itupun kembali menghampiri nyonya baru itu.


" Iya non!" Jawab wanita paruh baya itu sedikit menunduk.


" Bi, Nanti Ela izin pakai dapurnya ya." Ucapnya membuat wanita paruh baya itu langsung mengangkat wajahnya menatap tak percaya pada wanita muda yang kini sedang tersenyum ramah kepadanya, hingga membuatnya semakin terlihat manis di pandang mata.


Wanita itu sudah mendengar jika Kai tidak jadi menikah dengan kekasihnya dan sebagai gantinya dia menikahi salah satu putri pengusaha yang cukup terpandang di kota ini.


Dan setahu wanita paruh baya itu, nona muda keluar kaya rata-rata sombong dan suka memerintah kenapa wanita itu begitu berbeda dan sopan kepadanya yang hanya seorang pelayan." Kenapa harus meminta izin nona, anda adalah nyonya baru di sini, anda berhak mengunakan apapun di mansion ini, bahkan jika anda ingin merombaknya pun, bibi rasa tidak akan ada yang bisa menegur anda, nona." Ucap wanita paruh bayah itu, membuat Ela hanya tersenyum simpul.


Dalam hatinya wanita itu menjerit. Memangnya dia siapa, sampai mendapatkan hak seistimewa itu. Cuma istri pengganti dan tidak tahu seperti apa nasibnya di mansion ini kedepannya.


" Terima kasih, Bi." Ucap Ela, wanita itu tidak begitu menganggap serius ucap BI Ina dia cukup puas dengan mendapat izin mengunakan dapur saja. " Selamat malam bi, selamat beristirahat." Ucap Ela, melanjutkan langkahnya sembari mendorong kursi roda Kai.


" Selamat malam nona, tuan." Ucap BI ina pelan sehingga dia saja yang mendengar ucapannya, sembari memandang KAI dan Ela yang kini sudah masuk ke dalam lift.


Begitu pintu lift itu tertutup, wanita paruh baya itu langsung mengambil telpon rumah untuk menghubungi seseorang.


Beberapa lama menunggu, panggilan itu tidak kunjung di jawab, bahkan wanita itu harus mengulang panggilannya dua kali, barulah panggilan itu di jawab.


" Halo, apa tuan sudah beristirahat?" Tanya wanita paruh bayah itu kepada orang yang dia telpon.

__ADS_1


Entah apa yang dia bicarakan orang yang ada di seberang sana, Bi. Ina pun hanya mengiyakan saja.


"Pilihan anda tidak salah! Dia benar-benar cantik, bibi yakin yang kali ini hatinya pasti secantik wajahnya." Bi Ina terdengar memuji-muji nyonya barunya itu.


Cukup lama dia berbicara di telepon, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menyudahinya.


Bi Ina meletakkan ganggang telepon itu kembali ketempat semula, kemudian wanita paruh baya itu kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


Sementara itu di dalam kamar, Ela duduk berhadapan dengan Kai yang masih duduk di kursi rodanya, kedua orang itu terlihat begitu canggung satu sama lain.


" Mau sampai berapa lama?" Tanya Ela tiba-tiba, membuat Kairan mengerutkan keningnya tak paham.


" Haaah apa?"


" Mau sampai berapa lama pernikahan ini berjalan? Sebulan, dua bulan atau enam bulan juga." Ucapnya dan kai pun akhirnya paham, arah pembicaraan Naela.


Pria itu menyatukan kedua tangannya untuk menopang dagunya mengunakan kedua jempolnya seraya memusatkan pandanganya kepada Ela. " Kenapa diam?" Tanya Ela . Wanita itu sedikit risih di tatap lama-lama seperti itu oleh KAI.


" Aku menikah hanya sekali Ela dan tidak ada perjanjian apapun di antara kita. Tetap berada disisi ku jika kau ingin tapi jangan pernah mengharapkan perceraian karena itu tidak akan pernah terjadi." Ucap KAI dengan tegas.


Membuat wanita itu menautkan alisnya, bukankah ini sama saja dengan dia memposisikan Ela pada posisi yang sulit, di satu sisi KAI membebaskan dirinya tapi di sisi lain pria itu justru mengikatnya dengan pernikahan mereka.


" Aku ingin membersihkan tubuhku! Bisakah kamu memanggil seseorang untuk membantuku." Ucap KAI lagi, pria itu merasa tidak ada yang perlu di bahas lagi dengan Ela, toh ucapannya barusan sudah jelas dan kai yakin Ela mendengarnya.


" Biar aku yang membantumu?" Sahut Ela, Wanita itu langsung beranjak dari tempat duduknya.


" Tidak_"


" Kenapa? Kamu malu padaku? Tidak perlu malu, aku pernah memasang kateter pada pasien pria saat membantu temanku, kalau kamu mau aku juga bisa memasangkannya untukmu_"

__ADS_1


" Naela."


" Loh kenapa? Aku ingin membantu kamu agar kamu tidak perlu merepotkan orang lain, salah kah." Ucap Naela dengan sengaja membuat Kairan malu juga kesal kepadanya.


Karena Naela tidak suka dengan jawaban yang di berikan pria itu padanya. Walaupun tidak ada yang salah dengan jawaban kai, namun bagi Ela itu tetap salah.


Mereka bukan pasangan kekasih, mereka adalah musuh bebuyutan sejak lama dan seenaknya pria itu mengatakan jika dia tidak akan menceraikan Naela.


Atas dasar apa? Cinta, sayang! Terlalu mengada-ada untuk di percaya, kalau untuk membuat Naela cepat tua dan mati karena hipertensi, mungkin Naela dapat mempercayai hal itu.


Bukan karena dia yang overtaking atau apa! Tapi hubungannya dan kai memang selalu membuatnya hipertensi saat bertemu.


Naela tersenyum penuh kemenangan begitu melihat Kai tetap diam saat dia mengerjainya. Namun sedetik kemudian senyum itu langsung hilang di wajahnya.


" Baiklah, kamu memang ada benarnya dan aku rasa aku tidak perlu mengunakan kateter serta mengharapkan bantuan orang lain, bukankah ada kamu disini yang akan mengurusku dengan baik. "


" Apa_" sentak Ela, yang terjebak ucapannya sendiri.


" Kenapa? Kamu istriku, sudah sewajarnya jika kita saling melihat tubuh satu sama lain." Sahut Kai dengan tampan tak berdosa-nya, membuat wajah Ela langsung bersemu merah karena malu.


" Dasar pria cabul, mesum, brengsek dan serentetan kata-kata mutiara keluar dari bibir kecil itu, ditujukan kepada kai yang sedang berusaha menahan tawanya.


Wanita itu bergegas melangkah keluar kamar mereka, kemudian memanggil seorang penjaga yang sedang berjaga di depan mansion itu untuk membantu Kai, sementara dirinya langsung menuju dapur membuat makan malam untuk dirinya sendiri.


Satu jam kemudian, wanita itu kembali ke kamar kai, disana dia melihat Kai sedang duduk di atas ranjang sambil melihat iPad di tangannya. pria itu terlihat begitu serius.


" Dari mana?" Tanya KAI, Tanpa mengalihkan pandangannya dari iPad di tangannya. Namun wanita itu tidak menjawabnya, karena masih kesal kepada pria yang berstatus suaminya itu.


Ela memilih meneruskan langkahnya menuju bathroom, didalam sana! Wanita itu sedikit terkejut saat mendapati sabun dan *****-bengeknya adalah merek yang sering dia pakai tersusun rapi bersama punya KAI.

__ADS_1


" Pasti mama nih yang kasih tau."Gumamnya.


Namun sedetik kemudian, Ela tak ingin memikirkan tentang itu semua, dia pun memutuskan untuk segera membersihkan dirinya yang mulai terasa tidak nyaman karena kegerahan.


__ADS_2