Istri Pengganti Tuan Lumpuh

Istri Pengganti Tuan Lumpuh
The end.


__ADS_3

Disaat Ela dan Khairan tengah berbahagia merayakan resepsi pernikahan mereka, di tempat lain sana justru tengah berjuang melawan rasa sakitnya untuk sang anak yang sebentar lagi akan lahir.


"Sakit, mas aku nggak kuat! Kenapa sakit sekali." Samna terus merintih sembari menggenggam erat tangan suaminya.


Keduanya saat ini berada di dalam taksi menuju rumah sakit." Sabar sayang, Sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit, kamu yang kuat ya demi anak kita. Aku sayang sama kamu." Pria itu terus menguatkan Samna sembari menuju Bahkan ia tidak menghiraukan rasa sakit dari cengkraman tangan wanitanya sekalipun kupu-kupu Samna telah menancap di kulitnya.


"Enggak ini sakit banget, Mas." Akunya dengan air mata yang terus beranak sungai, membasahi pipinya.


Rasa sakit dari kontraksi itu benar-benar sakit yang tidak dapat dibandingkan dengan rasa sakit apapun dan setiap wanita yang diberikan kepercayaan untuk menjadi seorang ibu, pasti akan merasakan sakitnya terlebih dulu sebelum bertemu buah hati yang telah mereka tunggu.


"Sayang tahan sebentar ya, maaf untuk rasa sakit kamu hari ini."Ucap pria itu dengan tangan bergerak mengusap perut Amna, hati pria mana yang tidak sakit jika melihat wanita yang dia cintai kesakitan seperti ini.


Sementara dirinya tidak dapat melakukan apapun untuk mengurangi rasa sakit istri-nya, selain berdoa dan berharap istri dan calon buah hatinya akan baik-baik saja.


"Jangan minta maaf, mas ini bukan salah kamu! Berdoa saja semoga aku dan anak kita baik-baik saja." Sahut Amna, sedikit tersendat-sendat.


"Iya sayang, aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian." Pria itu mengecup kening istrinya sembari terus mengusap perut buncit Amna.

__ADS_1


Sesaat setelahnya, taksi yang mereka tumpangi akhirnya sampai di rumah sakit dan Amna segera di tangani oleh tenaga medis.


Tepat pukul jam 12 belas malam, akhirnya Amna melahirkan bayi laki-laki. Bayi itu sehat tanpa kurang satu apapun, begitu pun dengan Amna, wanita itu hanya sedikit kelelahan namun senyum terus menghiasi wajahnya.


...\=\=\=\=\=\=\=...


Ceklek...


Saat membuka pintu kamarnya, Kairan sedikit terkejut saat mendapati Ella sedang menunggunya dan bukan hal itu yang membuat Kairan terkejut, melainkan apa yang di gunakan istrinya itu saat ini.


Lingerie berwarna hitam dan begitu transparan hingga Kairan dapat melihat tubuh sang istri dengan jelas, sedang yang Kairan tahu, istrinya itu tidak suka mengenakan baju dinas istri sholehot.


" Katanya lelah, kenapa belum istirahat." Tadi setelah mengantar Ella ke kamar dan bercanda sejenak dengan wanita dihadapannya ini, ia langsung kembali ke ballroom hotel untuk menyapa tamu undangan yang masih berada di sana meninggalkan Ella sengaja agar wanita itu dapat beristirahat tapi siapa sangka begitu kembali ia langsung disuguhkan pemandangan yang begitu menyegarkan mata, hingga dapat menghilangkan rasa lelahnya dalam sekejap.


"Aku nungguin kamu bang, apa lagi?" Jawab Ella santai, sembari mengelus rahang Kairan mengunakan jari telunjuknya.


" Dan ini." Tanya Kairan sedikit menurunkan pandangannya pada tubuh wanitanya.

__ADS_1


" Untuk malam pertama kita, apalagi." Jawab Ella membuat Kairan ingin tertawa.


Malam pertama dari mananya, dia saja sudah sering keluar masuk tubuh wanitanya ini. Tapi yang dikatakan Ella juga tidak salah, ini malam pertama mereka untuk yang kesekian kalinya.


"Baiklah, aku akan membuat malam pertama kita ini semakin berkesan." Balas Kairan dengan senyum penuh arti. Hal itu membuat Ella merinding, ia tahu seganas apa Suaminya diatas tapi Ella selalu menikmatinya. " Aku bersihkan diri terlebih dulu." Lanjutnya hendak masuk kedalam kamar mandi, namun Ella menahannya.


"Tidak sekarang, kita bisa mandi bersama Setelah satu ronde." Tawarnya langsung di sambut Oleh Kairan.


Tanpa menjawab Kairan langsung membenamkan bibirnya pada belahan bibir Ella, Dan malam itu keduannya lalu dengan adegan-adegan panas.


"Aku mencintai kamu, Naela Azzura Sanjaya." Ucap Kairan disela-sela permainannya sembari menatap dalam kedua mata istrinya. " Terus temani aku, menua bersama."


"Hmm, aku juga cinta sama kamu, bang Kai." Balas Ella sembari melingkarkan tangannya di punggung Kairan.


Dulu mereka saling memuja satu sama lain dalam diam, saling mengusik dan berdebat hanya untuk mendapatkan perhatian satu sama lain, siapa sangka pada akhirnya mereka akan saling memiliki sepeti ini, sungguh Takdir yang menakjubkan.


Keduanya dekat namun terasa jauh akan tetapi waktu mampu menyatukan mereka dan menghapus jarak yang tidak pernah ada itu.

__ADS_1


Walaupun jalan keduannya masih panjang, namun mereka yakin dengan saling menggenggam dan cinta yang mereka punya mereka dapat Melawati krikil-krikil kecil yang sedang menunggu mereka di depan sana.


...The end....


__ADS_2