Istri Pengganti Tuan Lumpuh

Istri Pengganti Tuan Lumpuh
Lihat aku sayang!


__ADS_3

"Bang yang tadi itu aku hanya bercanda, aku tidak serius dengan hal itu." Jelas Ela, entah sudah ke berapa kalinya.


Saat ini ke-duanya telah berada dalam mobil, menuju mansion dan selama perjalanan itu Ela terus mengulangi kalimat yang sama walaupun selalu di abaikan oleh kairan.


"Bang jangan diam aja!" Panggil Ela, begitu ucapannya kembali di abaikan. " Tadi itu hanya gurauan aja nggak serius. "Ucapnya lagi untuk kesekian kalinya.


"Tapi binar mata kamu tidak bisa menyembunyikan hal itu sayang, kamu seakan jujur dengan apa yang kamu ucapkan." Balas Kairan sengaja untuk menggoda istrinya.


"Bang tidak begitu!" Sahut Ela.


"Sayang diam-lah, simpan tenang kamu untuk malam nanti." Ucap Kairan sembari mengedipkan mata. "Ingat kamu harus menaklukkan aku, agar bisa menikah lagi seperti yang kamu inginkan sayang." Lanjutnya sembari mengusap kepala Ela.


"Si-alan kamu bang." Umpat Ella, wanita itu menepis tangan Kairan dengan kasar dari kepalanya, jika tidak bisa membuat Kairan mengerti dengan penjelasannya ia harus membuat perang dingin dengan pria itu, agar Kairan tidak berani menyentuhnya.


Seakan tahu apa yang dipikirkan Ela, Kairan justru tetap tenang sembari menunjukkan smirknya.

__ADS_1


Sisa perjalanan itu, ke-duanya sama-sama diam, membuat Ela merasa di atas angin.


Ia bahkan langsung keluar dari mobil Kairan tanpa menunggu pria itu membukakan pintu untuknya begitu mereka sampai di mansion.


Wanita itu berjalan terburu-buru masuk ke dalam mansion, meninggalkan Kairan dibelakang sana dan setibanya dia di dalam kamarnya, Ella langsung bergegas untuk membersihkan dirinya, ia ingin langsung beristirahat, Namun keinginan itu harus dia urungkan begitu ia keluar kamar mandi dan mendapati Kairan sudah menunggunya.


Pria itu sudah terlihat segar dan hanya mengunakan boxer-nya saja. "Aaakkh hmmppf." Ela langsung menjerit saat Kairan menarik pinggang dan langsung melu-mat bibir wanita itu dengan sengaja mengigit bibir Ela agar wanita itu membuka mulutnya, memberikan akses untuk Kairan mengabsen apa saja yang ada didalam sana.


Nafas keduannya terengah-engah begitu Kairan melepaskan ciuman mereka." Ingin menikah lagi kan?" Tanya Kairan, Ella mengeleng kepalanya sebagai jawaban.


Pria itu dengan sigap mendorong tubuh Ela, hingga ia berbaring di atas ranjang, tanpa memberinya kesempatan, Kairan langsung menindih tubuh Ela dan kembali melu-mat bibir.


Kedua tangannya bermain-main dengan puncak bukit kembar milik Ela, membuat wanita itu, mengeluarkan suara Desa-hannya.


Tangan Kairan turun kebawah, menarik ikatan bathrobe yang digunakan Ela hingga tubuh wanita itu polos di depannya.

__ADS_1


Kairan melepaskan ciuman mereka, perlahan ciuman itu mulai turun kebawah melewati bukit kembar itu dan berhenti pada inti sensitif tubuh Ela.


Dengan lidahnya yang pandai menari-nari, Kairan memanjakan titik paling sensitif di Tubuh wanita itu, membuat Ela merasa sensasi yang begitu hebat.


Tanpa sadar Ela membenamkan jari-jari tangannya pada helaian rambut Kairan, membuat Kairan semakin bergairah untuk memuaskan istrinya.


Desa-han Ela menggema di seluruh penjuru kamar, tubuhnya melenting keatas begitu pun dengan bukti kembar.


Kairan benar-benar tahu cara membuat Ela takluk dalam permainannya, sering kali bibir Ela merancau kata-kata penolakan tapi tubuhnya terus menikmati.


"Ahhhhh." Desa-han kembali lolos dari bibir Ela saat merasakan dua jari Kairan ikut berkolaborasi dengan bibir pria itu.


Kairan menyudahi permainan bibir di bawah sana, ia kembali naik keatas untuk melihat wajah Ela dengan jari yang terus keluar masuk di bawah sana.


"Lihat aku sayang." Bisiknya, sembari mengigit cuping telinga Ela, membuat wanita itu semakin bergairah. Ia menekuk kakinya dan membukanya lebar. " Jawab aku, masih berpikir untuk menikah lagi." Ela mengeleng kepalanya, wanita itu tidak sanggup untuk berkata-kata.

__ADS_1


Kairan tersenyum puas, walaupun hanya mendapat gelengan kepala saja, pria itu kemudian membuka boksernya. Mengganti jarinya dengan sang adik hanya satu kali hentakan. " KAII," Sang Adik tengelam dengan sempurna didalam inti tubuh Ela, selanjutnya pikir sendiri.


__ADS_2