Istri Pengganti Tuan Lumpuh

Istri Pengganti Tuan Lumpuh
Kesal.


__ADS_3

Setelah selesai dengan segala ritualnya di kamar mandi, Kairan pun keluar dari kamar mandi itu Dia beberapa kali memanggil-manggil nama istrinya. " Ela." Namun wanita itu tidak menjawab panggilannya.


" Ela." Panggil Kai lagi. Namun untuk kesekian kalinya wanita itu masih tidak menjawab panggilannya, entah karena dia yang tidak mendengar teriakkan Kairan atau hanya berpura-pura, cuma Ela yang mengetahui hal itu.


Melihat keadaan yang sepi dan Ela yang tidak menyahutinya, membuat pria itu yakin jika istrinya itu sedang tidak berada di kamar dan mungkin saja dia sudah turun ke lantai bawah untuk sarapan.


Kai pun perlahan beranjak dari kursi rodanya itu kemudian berjalan dengan santainya ke arah walk in closed.


Pria itu tidak benar-benar lumpuh, semua ini hanyalah persyaratan yang di ajukan oleh kakeknya saja.


Pria sepuh itu akan menyetujui pernikahannya dengan samna jika Kai mau melakukan segala sesuatunya di atas kursi roda sampai pernikahannya berjalan tiga bulan, tapi dia masih bisa meninggalkan kursi rodanya itu saat dia sendiri atau berada di mansion.

__ADS_1


Kakek Kai melakukan semua ini karena dia begitu yakin, jika Samna bukanlah wanita yang baik dan sesuai dugaannya keluarga mereka justru di permalukan, bersyukurnya Luna dan Narendra setuju menikahkan Ela dengan Kairan, kalau tidak mau di taruh dimana muka mereka.


Ceklek.


Kai langsung terdiam sembari memejamkan matanya, saat pintu Walk in closed itu tiba-tiba terbuka, pria itu sudah pasrah jika harus menerima segala macam umpatan dari istrinya tercinta, yang mengetahui kebohongannya selama ini.


" Tuan." Ucap bi Ina, membuat pria itu bernafas lega dia pun segera berbalik dan duduk di atas kursi rodanya lagi. " Hampir saja tuan! syukurnya bibi yang duluan keluar bukan non Ela." Ucap wanita paruh baya itu sementara Kai hanya mengangguk kepalanya saja.


" Dia di dalam ya Bi! Tadi aku pikir dia ke bawah." Jawabnya sekaligus bertanya.


" Boleh Bi, tolong ambilkan aku pakaian ya, aku harus ke kantor! Ada meeting yang tidak bisa di wakilkan, sekaligus siapin sarapan untuk kita berdua ya Bi." Ucapnya.

__ADS_1


" Baik tuan, tunggu sebentar bibi akan mengambil pakaian tuan, sebaiknya tuan berganti pakaian di kamar sebelah aja! Biar nggak ketahuan." Usul bi ina. Kai pun menyetujuinya. Setelah itu Kai pun keluar kamar itu di bantu Bi Ina.


Begitu selesai mengantar Kai ke kamar sebelah, Bi Ina kembali masuk ke kamar Kairan dan Ela, untuk mengambil pakaian kerja pria itu.


" Loh Bi, kok balik lagi? Ada yang kelupaan?" Tanya Ela begitu wanita paruh itu kembali masuk ke walk in closed. Karena Tadi bi Ina pamit ingin menyiapkan sarapan untuk dia dan Kai.


" Itu non! Bibi di suruh sama tuan Kairan untuk mengambil pakaian kerjanya." Jelas Bi ina.


" Ya udah bi, biar Ela aja yang ambil"


" Tapi non, tuan Kai nya udah di bantu mang Dadang di kamar sebelah tadi bibi yang bantu tuan ke sana. Ini bibi cuma di suruh bawah aja." Mendengar jawaban Bi Ina yang enggan dia melakukan hal itu untuk kai, Ela pun tidak bisa memaksa. " Ya udah non, bibi permisi ya." Ucapnya lagi setelah mengambil segala keperluan Kai.

__ADS_1


" Iya bi." Sahut Ela sembari mencoba untuk tetap tersenyum, walaupun dalam hatinya dia begitu marah. " Ngapain sih nikahi aku, kalau ujung-ujungnya bi Ina bisa mengerjakan semuanya. " Gumamnya sembari mengepalkan tangannya.


" Dasar pria menyebalkan."


__ADS_2