Istri Pengganti Tuan Lumpuh

Istri Pengganti Tuan Lumpuh
Untaian kata maaf


__ADS_3

Usaha Kairan untuk mendapatkan maaf dari Ela, tidak hanya sampai dengan memberinya bunga pagi tadi, pria itu juga melakukan hal yang sama sore harinya ketika menjemput Ela saat pulang kerja.


Namun kali ini sedikit berbeda, dimana ia membutuhkan bantuan orang lain. Mulai dari seorang pasien anak laki-laki yang memberikan Ela setangkai bunga mawar dan coklat, tak lupa kartu ucapan yang dengan serangkaian kata-kata indah untuk mendapatkan sebuah kata maaf.


" Sayang maafkan aku, aku menyesal pernah menyakiti kamu, aku mohon jangan pergi berhenti mencintai aku, aku janji aku akan mengubah semua sikapku menjadi lebih baik lagi."


Ela tersenyum membaca tulisan itu, kalau boleh jujur dia sudah tidak begitu marah kepada Kai, karena bagaimanapun itu masa lalu dan dari semua wanita yang pernah bersama Kairan, Ela-lah pemenangnya tanpa dia harus repot-repot bertarung.


Belum pudar senyum di bibir Ela, seorang cleaning servis menghampirinya kemudian menyerahkan setangkai bunga lagi kepada Ela dan sebuah boneka kuda poni berukuran kecil untuk Ela, tak lupa dengan kartu ucapannya.


" Sayang maafkan aku, maaf karena ucapan ku pernah menyakiti hatimu dan sikapku yang membuat kamu terluka, aku sungguh-sungguh ingin memulai semuanya, maaf."


Ela yang mulai luluh dengan sikap manis Kairan mengambil tasnya lalu bergegas keluar dari ruangan itu. Setelah berpamitan kepada rekan-rekannya, ingin segera pulang untuk menemui suaminya itu, tapi baru sampai di depan pintu ruang dimana ia piket salah satu rekan kerjanya memangilnya.


"Ela." Panggil rekan kerja Ela, membuat wanita itu menoleh ke arahnya.


"Ya, ada apa Inez." Tanya Ela tak sabar.


" Nggak papa cuma mau kasih ini."Ucap Bidan Inez sembari memberi setangkai bunga lagi dengan sebuah kotak berudu hitam kepada Ela." Sumpah ya! Kalau aku punya kekasih semanis itu aku sudah melempar diriku dengan suka rela kepadanya, kurang apa lagi Ela, ganteng, kaya, sikapnya juga manis kalau kamu nggak mau buat aku aja, aku ikhlas disakiti lahir batin kalau modelan kata gitu." Ucap wanita yang bernama Inez itu lagi, membuat Ela geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Apa segitunya hebat pesona suaminya itu. Berarti nggak salah dong kalau Ela sampai luluh dengan Kairan.


" Terima kasih ya Inez." Ela tidak menyahuti ucapan rekan kerjanya itu dan memilih meneruskan langkahnya.


Ia ingin segera bertemu Kairan dan memeluk prianya itu. Saat berjalan Ela sempat membuka kotak yang di berikan Inez di dalam kota itu ada gelang yang Ela tahu harganya bisa untuk membeli sebuah rumah, sungguh gila suaminya itu, jangan lupa untaian kata-kata mutiaranya untuk mendapatkan maaf dari Ela.


Ela menyimpan kotak berharga itu dalam tasnya, wanita itu terus melangkah dengan senyum yang tidak pernah pudar dari wajahnya, dia juga tak sabar untuk menemui Kairan.


"Bidan Naela ya." Tanya seorang Dokter yang berpapasan dengan Ela di koridor rumah sakit.


" Iya dok." Jawab Ela.


"Terima kasih." Ucap Ela.


Dokter itu mengangguk kepalanya mengiyakan. " Dia menunggumu di lobby." Ujar sang dokter.


"Terima kasih dok." Tanpa menunggu jawaban dokter itu, Ela langsung berlari kearah lobby.


Dan benar saja disana Kairan sedang menunggunya dengan sebuah buket bunga mawar berukuran besar di tangannya.

__ADS_1


Wajah pria itu tertutup buket ditangannya, walaupun begitu Ela masih bisa mengenali Kairan dari pakaian yang dia pakai pagi tadi.


" Bang." Panggil Ela, membuat pria itu menyingkirkan bunga yang menutupi wajahnya lalu tersenyum kepada istrinya itu.


Melihat Ela berlari kearahnya, Kairan sudah berharap wanita itu akan memeluknya.


Tapi sayangnya, begitu berada tepat di hadapannya, bukan pelukan yang Ela dapat tapi sebuah pukulan yang mendarat dengan cantik tepat di perutnya. " Buat malu." Ucap Ela kemudian meninggalkan pria itu, karena banyak pasangan mata yang melihat ke arah Kairan.


" Sayang apa aku salah lagi." Tanya Kairan sembari mengikuti langkah Ela menuju parkiran dimana mobil Kairan terparkir di sana.


"Buka pintunya." Bukannya menjawab, Ela justru minta Kairan untuk membuka pintu mobilnya.


Kairan pun pasrah dan hanya menuruti keinginan Ela, karena usahanya kali ini gagal lagi, pikirnya.


Kairan membuka pintu mobilnya untuk Ela, begitu wanita itu telah duduk dengan nyaman ia meletakkan buket itu di atas pengakuan istrinya kemudian menutup pintu mobil itu.


Setelahnya ia mengitari mobilnya untuk bergabung bersama Ela. "Sayang aku_" Kairan tidak dapat meneruskan ucapannya, karena Ela tiba-tiba menarik dasi pria itu dan mengecup bibirnya begitu ia berada di dalam mobilnya.


" Terima kasih, aku suka."

__ADS_1



__ADS_2