
Ela yang tadinya menatap Kairan tajam, langsung salah tingkah ketika Kairan berlutut di depannya lalu mendongak kepalanya ke atas untuk membalas tatapan mata Ela.
Jika gadis itu menatap Kairan dengan marah namun berbeda dengan Kairan yang justru menatapnya penuh cinta. Bahkan Kairan tidak mengedipkan matanya sekali pun membuat wanita itu salah tingkah.
"Jangan melihat aku seperti itu." Ela membalas ucapan Kairan sembari menutup wajah pria itu mengunakan satu tangannya.
"Kenapa? Takut juga." Tanya Kairan sembari tersenyum. Bahkan ia tetap membiarkan Ela menutup kedua matanya.
"Aku tidak takut padamu. Tapi tatapan itu seakan tengah menelanjangi aku." Ujar wanita itu.
Sementara Kairan hanya tersenyum kecil menangapi ucapan istrinya, kemudian tanpa permisi ia langsung melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Ela.
__ADS_1
" Maaf, maaf kan aku yang telah membuat hubungan ini semakin rumit. Tapi percayalah aku benar-benar mencintai kamu." Ucap Kairan, pria itu dengan sigap menahan pergerakan Ela ketika wanita itu ingin menghajarnya untuk ke sekian kalinya." Jangan marah lagi, aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Aku tidak akan dekat dengan wanita mana pun kecuali dengan kamu dan aku berjanji akan setia selamanya disisi kamu." Lanjutnya menyatukan kedua tangannya di dada, sebagai bentuk pemintaan sembari menatap Ela dengan puppy eyes-nya.
Ela terdiam, mencari kebohongan dari tatapan mata pria itu namun wanita itu tidak menemukannya. " Ela." Panggil Kairan, saat wanita hanya diam membisu.
" Aku butuh waktu, untuk mempercayai perkataan kamu, bang." Ucap wanita, lalu beranjak dari tempat duduknya setelah melepaskan pelukan Kairan.
Pria itu tidak punya pilihan dan membiarkan Ela pergi, karena jika dia memaksanya, dia takut Ela semakin jauh darinya.
Setelah sedikit lebih baik, wanita itu segera membasuh wajah lalu melepas pakaian lalu membalut tubuhnya dengan bathrobe berwarna hijau mint lalu melangkah keluar dari kamar mandi itu menunju walk in closed untuk Menggantinya dengan piyama. Setelah itu di keluar dari walk in closed dan membaringkan tubuhnya di ranjang tanpa memperdulikan Kairan yang masih termenung di sana.
Ela menyelimuti tubuhnya lalu memejamkan matanya, meninggalkan Kairan.
__ADS_1
Setelah jam kemudian, Kairan pun beranjak dari tempatnya, pria itu Menganti pakaiannya dan ikut bergabung dengan Ela di atas ranjang.
Dengan berani Kairan memeluk Ela yang tengah memunggunginya, karena berpikir wanita itu telah terlelap tapi nyatanya ia hanya memejamkan matanya saja.
"Harus dengan cara apa agar kamu percaya kalau aku sayang sama kamu." Bisik Kairan, sembari mengusap kepala Ela.
" Harusnya aku mendengar jawaban kamu terlebih dulu, sebelum mengambil keputusan." Sesalnya lagi, mengingat kejadian beberapa tahun silam.
Dimana dia langsung menyimpulkan segala sesuatu sendiri, hingga tanpa sadar ia terus menyakiti. Pantas Ela terlihat begitu marah dan selalu balas setiap kata dan perlakuannya dengan kejam, ternyata semua itu karena kekecewaannya terhadap Kairan.
"Selama malam sayang, semoga mimpi indah." Ucap Kairan, lalu mengecup pipi Ela. Setelah itu dia pun memejamkan matanya.
__ADS_1
Setelah mendengar suara teratur Kairan, wanita itu pun membuka matanya Lalu sembari menatap wajah damai Kairan.