Istri Pengganti Tuan Lumpuh

Istri Pengganti Tuan Lumpuh
Jangan terlalu benci


__ADS_3

Tadinya wanita itu hendak turun tapi dia urungkan niatnya saat melihat kedatangan dua wanita dedemit itu.


"Diih, siapa juga yang ngomong sama kamu! orang kita tanya sama kak Arga dan Kai." Ujar Lisa, sembari memandang tak suka kepada Lita.


" Kalau nanya ke Kai, Kenapa omongannya mengarah kepada Naela, kamu pikir otak aku se-dangkal kalian," balas Lita tak ingin kalah dengan kedua wanita jelmaan dedemit itu, apalagi sampai mengalah! oh tidak itu bukan kebiasaan mereka.


" Kamu ya, pesuruh aja belagu_"


" Cukup Lisa! jika kamu dan Nahla sudah tidak memiliki kepentingan lagi disini, sebaiknya kamu pergi." Usir Kai.


Pria itu sudah tidak Sudi menatap pada kedua wanita itu, dulu dia mau-mau saja berteman dengan mereka karena Samna dan Arga. Tapi sekarang Pria itu sudah muak melihat wajah mereka.


Sementara Luna, wanita paruh baya itu juga memilih diam tidak berkomentar sedikitpun saat kai mengusir Lisa dan Nahla.

__ADS_1


Karena semakin ke sini Luna semakin tidak suka kepada Nahla dan Lisa." Kai kamu apa-apaan sih Mereka berdua itu datang kesini untuk mengucapkan selamat buat kamu! kok malah diusir sih, Nggak sopan banget." Sahut Ela membela Lisa dan Nahla. "Jangan begitu, biar bagaimanapun kalian dulunya kan pengabdi setia mereka." lanjutnya mengejek.


" Udah-udah kalian nggak usah saling menyindir nggak enak di dengar orang, kalian berdua juga, cepat beri ucapan selamat terus turun, kasian tamu yang lain juga udah nungguin giliran mereka tuh." Ucap Luna, wanita itu terpaksa menengahi mereka, saat melihat beberapa tamu tengah berdiri menunggu giliran mereka untuk berjabat tangan dengan Kai dan Ela.


Ditegur seperti itu oleh Luna, Lisa dan Nahla pun cepat-cepat memberikan ucapan selamat kepada Ela dan Kai, setelah itu mereka pun turun dari pelaminan itu seperti yang di inginkan Luna.


" Sayang kamu jangan dulu pergi ya! Tunggu Tante sama Ela di bawah, habis ini kamu temani kita ke rumah sakit sekalian ketemu sama Hani di sana." Pinta Luna, Ela pun dengan cepat mengiyakan permintaan Luna.


...\=\=\=\=\=\=\=...


Waktu menunjukkan pukul empat sore saat Ela, Kai, Luna, Lita dan Arga, tiba di rumah sakit tempat kakek Kai dirawat.


Saat mereka datang, kakek Kai sudah di pindahkan ke ruang perawatan, di ruangan itu ada Hani, Narendra dan Kevin.

__ADS_1


" Bagaimana keadaan kakek? dokter bilang apa tadi." Tanya Luna kepada Anak dan menantunya.


Dan Reval pun menjelaskan kondisi kakeknya Kai seperti yang di jelaskan dokter tadi. Untuk saat ini bisa di bilang sedikit agak mendingan walaupun, kakeknya Kai Masih dalam pantauan dokter, mengingat umur serta riwayat sakitnya.


Luna mengangguk paham, Sementara Ela dan Lita memilih diam saja, Kedua wanita itu menghampiri Hani yang sedang duduk di sofa yang ada di ruangan itu. " Ciiee, pengantin baru." Goda Hani.


" Apaan sih! kaya kamu nggak pernah menjadi pengantin baru aja." Ingin sekali Hani tertawa, begitu pun dengan Lita, Namun keduanya cukup sadar posisi mereka dimana saat ini. " Kamu juga, jangan ketawa aja, jangan sampai giliran kamu lebih parah dari kita." Lanjutnya sembari menatap kepada Lita, Yang terus saja tertawa sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya, agar tawanya tidak menganggu yang lain, terlebih kakek yang sedang beristirahat.


" Ssstthh." Luna memberi kode kepada ketiga wanita itu untuk diam.


Namun Hani dan Liat tetap saja, diam-diam menertawakan Ela, ketika melihat wajah kesal wanita itu. " Makanya jangan terlalu benci, jodohkan." Bisik Lita membuat mood Ela makin buruk saja.


" Bahagia banget ya Ta! jangan sampai giliran kamu Nangis kita." Canda Hani, Namun tidak di hiraukan oleh Lita, wanita itu tetap masa bodoh dengan ucapan Hani.

__ADS_1


__ADS_2