Istri Pengganti Tuan Lumpuh

Istri Pengganti Tuan Lumpuh
Pertanyaan Kai.


__ADS_3

Ela yang kesal kepada kairan, langsung melompat dari ranjang mereka, karena kurang berhati-hati wanita itupun tersandung karpet dan iapun terjatuh dengan posisi tengkurap.


Melihat Ela yang terjatuh kairan pun menghentikan tawanya, pria itu ingin membantu sang istri untuk bangkit dari posisinya, tetapi dia sadar akan keadaannya saat ini, sehingga di hanya bisa melihat sembari memejamkan matanya.


" Arrggghhh. " geram Ela marah dengan nasibnya pagi ini, dia bangun dari posisinya kemudian menatap kesal kepada Kai." Sial, sial, sial semua ini karena kamu! Hidup aku penuh dengan kesialan Setelah menikah dengan kamu, kamu itu pembawa sial buat aku," Wanita itu masih berteriak menyalakan Kai, atas apa yang terjadi kepadanya.


Padahal sudah jelas dia yang salah karena kurang berhati-hati." Dasar pria menyebalkan, aku benci sama kamu." Ela masih mengatai Kai, untuk menutupi rasa marahnya kepada pria itu sekaligus mengalihkan rasa sakitnya, karena dia terjatuh dalam posisi yang tidak siap, sehingga dadanya terbentur dengan cukup keras dan itu rasanya sangat sakit.


Saking sakitnya wanita itu sampai meneteskan air matanya. " El_"


" Diam." Teriaknya lagi. " Semua ini gara-gara kamu." Ela bahkan tak malu terisak di depan Kai, karena dia sungguh-sungguh merasakan sakit.


Kairan pun terpaksa Daim, sembari menatap Ela yang masih duduk bersila di lantai sembari mengusap air mata yang tak mau berhenti menetes dari kedua kelopak matanya.


" El, kemari-lah." Panggilnya dengan begitu lembutnya berharap wanita itu mau menurutinya kali ini.


Tapi Naela, tetaplah Naela, gadis itu terlalu keras untuk di luluh-kan hanya dengan panggilan lembut.


Karena Ela bukanlah gadis lima tahun, yang terjatuh terus di panggil ibunya dia akan segera menghampirinya kemudian mengadu pada sang ibu.


Ela juga terlalu malas membuat drama hanya untuk sebuah perhatian, apalagi perhatian musuh bebuyutannya seperti Kai.


" EL_"


" DIAM, KAU KIRA AKU ANAK KECIL." Wanita itu kembali berteriak dengan begitu nyaringnya, hingga membuat Kai kembali memejamkan matanya lagi. Karena teriak Ela seakan menembus sampai ke hatinya, Rasa Nyeri itu, begitu terasa di dadanya.


" Jangan pedulikan aku, kamu kira aku tak tahu, kalau kamu senang-kan melihat aku seperti ini, kamu puasa-kan mempermalukan aku, ia kan." Tuduh Ela.


Rasa bencinya kepada Kai semakin menjadi-jadi saja. Padahal kai sendiri tidak tahu yang pasti salahnya itu dimana, Sampai Ela tiba-tiba membencinya dengan begitu hebatnya.

__ADS_1


Jika hanya karena perdebatan mereka, candaan, terus sikap usil Kairan selama ini rasanya terlalu berlebihan, sampai Ela sebegitu bencinya.


Kairan membuka kembali kedua kelompok matanya sembari menatap penuh iba wanita yang berstatus istrinya itu, Seraya bertanya" Tolong jawab pertanyaan aku dengan jujur ela, sebenarnya salah Abang tuh di mana sampai kamu begitu membenci Abang seperti ini. Kalau hanya karena perdebatan kita, candaan Abang dan sikap Abang yang sering Jahil-in kamu. Dari ujung rambut sampai ujung kuku kamu Abang minta maaf dan kalaupun bukan karena hal itu katakan salah aku, agar kedepannya aku bisa memperbaiki nya dan menjaga perasaan kamu."


" Alah sudah deh memangnya Bang Kai tau apa, tentang perasaan aku! kalaupun tahu emangnya bang kai peduli, nggak kan jadi nggak usah tanya-tanya." Sahut Ela.


Wanita itu kemudian beranjak dari tempatnya, lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi dengan sedikit tertatih-tatih.


BRUK.


Ella membanting pintu kamar mandi, hingga suaranya terdengar begitu keras dan membuat Kairan yang berada di tempat tidur terkejut.


Pria itu tidak bisa berkata apa-apa selain mengusap dadanya melihat perlakuan Ela kepadanya.


Sementara itu di dalam kamar mandi Ela bersandar pada pintu kamar mandi sembari memejamkan matanya.


Dia kembali teringat dengan pertanyaan Kai barusan. Pria itu bertanya alasan dia membencinya.


Flashback.


POV Ela.


Saat itu Aku sedang tidak enak badan, sehingga aku tidak pergi ke sekolah dan untuk menghilangkan rasa bosan-ku, karena berada sendiri di rumah, Aku meminta supir untuk mengantar aku ke rumah kakek dan nenek.


Kebetulan saat itu nenek Vio, sudah tidak berkerja lagi, karena kondisi kesehatannya dan menyerahkan segala urusan bisnisnya kepada mama dan tante Rania.


Mama di tugaskan untuk mengurus rumah sakit sesuai dengan bidangnya mama, di bantu oleh mommy-nya Hani dan Tante Dina.


Sedangkan Tante Rania mengurus butik, di bantu bunda Dian dan tante Nurul, sebelum Tante Rania mengikuti suaminya keluar negeri.

__ADS_1


Saat itu aku sedang memberi makan hewan peliharaan kami di taman belakang, taman yang di ubah papa menjadi kebun binatang mini untuk hewan peliharaan kami.


Dan Hari itu Bang Rendra mengajak, Bang Kai untuk melihat Tiger, macam putih peliharaannya bang Rendra yang besarnya sudah melebihi kami. Kalau di ingat-ingat karena Tiger juga, Hani sampai di Jambak oleh bang Rendra saat pertama kali mereka bertemu karena sahabat ku itu tidak ada takut-takutnya padahal umurnya lebih kecil dari aku dan bang Rendra.


" Katanya sakit! Kok malah disini? Kamu bohong ya biar nggak ke sekolah kan, ngaku." Ucap bang Rendra yang tiba-tiba sudah berada di belakangku, aku pun menengok kepadanya dan mendapati bang Rendra tidak sendirian.


" Apaan, emang Ela benaran sakit kok! Kalau nggak percaya nih rasa ini." Ucapku, sembari menarik tangan bang Rendra dan meletakkan punggung tangannya di dahi aku. " Panaskan." Ucapku lagi.


" Iya, cepat sembuh ya." Ucapannya sembari mengusap kepala dan mengecup kening aku.


Bang Rendra walaupun tengil dan suka jahil-in aku dan Nayna tapi dia begitu sayang sama kami berdua.


" Oh iya, kenalin Sahabat Abang, Kairan! Panggil aja bang kai atau Kai, terserah senyaman kamu aja."Ucapannya memperkenalkan Kai, yang tersenyum dan mencuri pandang padaku dan membuat aku risi sendiri.


" Kai." ucapnya sembari mengulurkan tangannya kepadaku, lalu menyebut namanya! Tapi aku tidak menyambutnya.


" Ela." Ucap ku, kemudian pergi dari sana karena aku terlalu malu untuk untuk menyambut uluran tangan itu. Bagaimana tidak, Bang Kai begitu tampan dan aku tidak memungkiri hal itu.


" Sudahlah Kai, abaikan saja! Mending kita lihat Tiger yuk." Ajak bang Narendra dan samar-samar aku bisa mendengarnya.


Sejak saat itu bang Rendra terus membawa bang Kai ke rumah kami, dia dan bang Rendra itu sudah seperti kekasih Kemana-mana selalu berdua.


Dan lama-kelamaan personil mereka pun semakin bertambah, Kak Arga, abis itu sih Kevin dan terakhir Nino.


Bang Kai juga setiap kali berkunjung ke rumah selalu menatapku dan tak pernah mengalihkan pandangannya dariku, bukannya GeEr tapi kenyataannya memang seperti itu, karena aku sering kali mendapatinya melihat aku.


Aku yang awalnya ingin mengabaikan dia dan tatapannya itu, lama-kelamaan terbawa perasaan juga, salah kah?


Dan setelah aku sudah mulai berani menaruh hati padanya tapi bang Kai justru mempermalukan aku dan setiap kali mengingat hal itu aku semakin membencinya apalagi saat dia melihat ke arah aku rasanya aku ingin mencongkel kedua bola matanya itu.

__ADS_1


Flashback off.


__ADS_2