Istri Pengganti Tuan Lumpuh

Istri Pengganti Tuan Lumpuh
Kita bicara nanti!


__ADS_3

Dulu Amna selalu berusaha menunjukkan kemesraan mereka dan tersenyum untuk menunjukkan kepada semua orang jika dia bahagia memiliki kekasih sesempurna Kairan tapi jauh di lubuk hatinya dia menangis dan selalu iri kepada Ela.


Hati wanita mana yang tidak akan sakit, ketika di beri status hubungan oleh orang yang kamu sukai tapi nyatanya tatapan serta pikiran orang itu selalu tertuju pada gadis lain sekalipun kamu berada dalam pelukannya.


Tanpa sadar Amna meneteskan air matanya, karena rasa sakit yang dia tutup selama ini menggerogotinya dari dalam tanpa ia menyadarinya dan baru bisa ia keluarkan saat ini.


" Sayang sudah jangan di ingat lagi, kamu punya aku disini," Ucap pria itu lagi sembari mendekap mesra tubuh istrinya seakan tahu apa yang di rasakan Samna saat ini.


" Maaf seharusnya aku tidak meninggalkan kamu dulu. Aku sungguh menyesal." Sahut Amna begitu pelan, hampir tak terdengar.


" Sudahlah kita lupakan semua itu dan terpenting kamu sudah kembali kepadaku." Pria itu mencium kening Amna bagitu lama hingga membuat hati wanita itu perlahan menghangat.


Apa yang dulunya tidak pernah dia dapatkan dari Kai, kini dia dapatkan dari pria itu. Kasih sayang, perhatian dan cinta. Untuk harta Amna akan mencoba mengikuti kata-kata suaminya dimana dia harus bersyukur karena dia juga ingin bahagia.


" Aku akan memblokir dan menghapus nomor mereka." Ucap Amna begitu suaminya melepaskan dekapannya.

__ADS_1


Pria itu tersenyum sembari mengusap kepala istrinya, begitu melihat Amna benar-benar melakukan apa yang baru saja dia katakan. " Ayo kita masuk, kasihan anak kita, pasti dia sudah lapar di dalam sini." Ucap pria itu sembari mengusap lembut perut Amna lalu membantunya berdiri.


Keduanya pun masuk kedalam rumah, untuk sarapan. Karena pria itu telah membuat nasi goreng spesial untuk mereka berdua.


...\=\=\=\=\=\=\=\=...


Di waktu yang sama, Kai dan Ela juga tengah sarapan bersama kakek mereka, kondisi pria paruh bayah itu perlahan-lahan mulai membaik walaupun masih terlihat lemah, karena umurnya yang sudah tidak muda lagi.


" Kakek senang melihat kalian seperti ini! Kakek harap Kakek dapat melihat cicit kakek Sebelum menutup mata untuk selama-lamanya." Ucap pria paruh bayah itu membuat Kai dan Ela kompak menghentikan makan mereka.


" Iya, kek! Kakek akan baik-baik saja, Ela dan bang Kai akan melakukan apapun agar kakek tetap bersama kita." Ela pun ikut berbicara.


"Kakek juga menginginkan hal yang sama nak! Tapi ajal tidak ada yang tahu kapan dia akan menjemput." Sahut pria paruh baya itu membuat keduanya terdiam.


Hubungan mereka saja masih berjalan di tempat padahal sudah berbulan-bulan mereka menikah dari Hani masih ada hingga wanita itu tak tau dimana sekarang.

__ADS_1


" Sudahlah kalian tidak perlu memikirkan hal itu, habiskan sarapan kalian." Ucap Pria paruh bayah itu lagi, begitu melihat kedua cucunya hanya terdiam. " Kakek sudah selesai, kakek akan kembali ke kamar." Pamitnya kemudian memanggil bi Ina untuk membantunya.


BI Ina di bantu suster yang merawat kakek Kai, memapah pria paruh baya itu ke kamarnya.


Sementara Ela dan Kai masih sama-sama terdiam ditempat mereka dengan pikiran masing-masing." El_"


" Kita bicarakan ini nanti, sebaiknya Abang segera berangkat, bukankah bang Kai ada pertemuan nanti." Sela Ela mengingat Kai akan pekerjaannya.


Kairan pun hanya bisa mengangguk kepalanya, lalu Ela beranjak dari tempatnya duduknya untuk membantu pria itu dengan mengantarnya ke depan dimana asistennya sudah menunggunya di sana.


" Hati-hati bang." Ucap Ela Setelah pria itu duduk di dalam mobilnya dan asistennya di depan bersama sang supir yang selalu mengantarnya.


"Iya, terima kasih sayang." sahut Kairan dan Ela pun hanya tersenyum mengangguk kepalanya.


Setelah mobil Kai pergi, Ela kembali masuk kedalam rumah untuk membantu BI Ina dan pelayan di mansion itu, karena hari ini dia akan shift malam.

__ADS_1


__ADS_2