Istri Pengganti Tuan Lumpuh

Istri Pengganti Tuan Lumpuh
Harapan Kakek.


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit baik Ella maupun Kai tidak ada yang bersuara, keduanya sama-sama diam dengan pikiran mereka masing-masing. Hingga mobil itu berhenti di depan lobby rumah sakit.


" Ela pun memilih keluar lebih di. Wanita itu kemudian menunggu supir pribadi keluarga suaminya itu, menurunkan kursi roda milik Kai dan membantu Kai turun dari mobil itu.


Begitu kau telah duduk di kursi rodanya, Ela langsung mendorong kursi roda Kai menuju ruang kakek mereka.


"Kamu tidak perlu melakukannya, baby! Aku tidak ingin kamu lelah." Ucap KAI namum wanita itu tidak menggubris ia tetap mendorong menuju lift. Karena kamar rawat inap sang kakek berada di atas.


" Berhenti memanggilku Seperti itu! Apa kamu tuli?" Tanya Ela.


"Apa salahnya aku memanggil istriku sendiri dengan panggilan sayang." Tanya kai.


"Jelas salah! Karena kamu tuh pembual dan pembohong, mana pernah kamu sayang sama aku! Nyakitin sih iya. Lagian itu kan hobi kamu." Sahut Ela.


Kai tidak menyahutinya, pria itu hanya diam sampai pintu lift itu terbuka dan keduanya pun masuk kedalam lift itu bersama beberapa pengunjung rumah sakit lainnya.

__ADS_1


Selama di dalam lift keduanya masih terdiam, tidak ada yang berbicara sampai pintu lift itu kembali terbuka. Ela mendorong Kursi roda suaminya keluar dari lift.


Mereka berjalan di koridor yang sedikit sepi, karena lantai itu memang di khususkan untuk ruangan VVIP sehingga tidak banyak pasien yang di rawat di lantai itu.


Kai sengaja menghentikan Ela, saat pria itu melihat bangku yang ada di koridor itu.


Pria itupun menarik tangan Ela untuk duduk di bangku itu, tentu saja Ela langsung menolaknya, namun Kai tetap memaksa hingga akhirnya Ela duduk disana.


Kai sengaja menahan tubuh Ela mengunakan kursi rodanya agar wanita itu tidak meninggalkannya saat dia sedang berbicara. " El, Lihat aku! Kapan aku bohongin kamu? Kapan aku membual?" Tanya Kairan dengan begitu pelan tetapi masih bisa di dengar oleh Ela.


" Apa-apaan sih kamu! Jangan sok-sok lembut, manis atau apapun itu kepadaku! Karena itu tidak akan membuat aku terpengaruh, aku justru akan semakin benci sama kamu." Ucap Ela sembari menghempaskan tangan kai, yang mencoba untuk menggenggam tangannya.


" Tantu saja!" Jawab Ela sembari memasang ekspresi datarnya.


" Sekalipun aku mengatakan aku cinta sama kamu " Tanya Kairan lagi.

__ADS_1


" Te_tentu saja! Semua yang kamu ucapkan kepadaku itu bohong dan tidak akan percaya apalagi sampai terlena. Nggak akan pernah." Ela kemudian mendorong kursi roda Kai ke belakang Setelah dia beranjak dari duduknya dan meninggalkan Kairan Sendiri di belakang Sena.


Kata-kata yang dia ucapkan barusan bukan hanya untuk menolak Kairan, tapi kata-kata itu juga untuk meyakinkan dirinya sendiri jika Kairan memang seperti itu.


" Hai kek..." Sapa Ela begitu dia tiba di ruang rawat inap kakek mertuanya.


Wanita itu menghampiri pria paruh baya yang saat ini tengah berbaring lemah di atas ranjang itu, kemudian mencium punggung tangannya.


" Kamu sendiri nak?" Tanya kakeknya Kairan dengan suara yang sedikit bergetar juga terdengar lemah.


" El sama Kai. Tapi Kairan-nya masih ingin di luar." Jawab Ela sedikit berbohong, padahal dirinya yang meninggalkan kami begitu saja.


Kakeknya Kairan mengedipkan matanya, sebagai tanda dia paham, kemudian lelaki yang sudah sedikit sepuh itu bertanya lagi. " Apa Kai memperlakukan kamu dengan baik nak?"


Ela mengangguk kepalanya. " Tidak hanya Kai saja, bahkan semua pelayan di mansion kakek, memperlakukan Ela dengan baik." Jawabnya.

__ADS_1


" Syukurlah, kakek tidak berharap banyak dari kalian berdua, kakek cuma ingin melihat kalian selalu bersama dan hidup bahagia." Ucap pria paruh bayah itu dengan begitu tulusnya.


" Kakek berharap, dia segera melupakan wanita itu dan belajar untuk mencintai kamu nak." Lanjutnya.


__ADS_2