
Setelah permainan panas mereka pagi tadi, Kairan kembali membuat Ela mau tak mau mengulang lagi permainan panas mereka setelah makan dan membuat rencana keberangkatan mereka ke Bali tertunda karena Ela yang sedikit kelelahan.
Kairan dan Ela tidak sempat hadir pada akad nikah Lisa dan arga sebab keduanya baru tiba keesokan harinya di Bali setelah akad nikah itu selesai.
"Mau apa? Sana jauh-jauh." Ucap Ela, wanita itu sedang bersiap-siap karena sejam lagi mereka akan menghadiri resepsi pernikahan Arga dan Lisa. Namun Kairan tiba-tiba menghampirinya membuat Ela langsung siaga satu.
Bagaimana tidak Kairan itu begitu pandai membuat ia pasrah di bawah Kungkungan pria itu, sekeras apapun dia menolak pada akhirnya mende-sah juga.
"Astaga sayang, sebegitu takutnya, lagian aku cuma mau kasih kamu ini kok." Ucap Kairan sembari menunjuk kotak perhiasan yang dia bawah. " Ini akan cocok dengan gaun kamu." Lanjut Kairan lagi, membuka kotak berisi sebuah kalung berlian permata biru dan menunjukkannya kepada Ela.
"Kemari-lah, aku akan membantumu memakainya." Ucapnya lagi namun Ela tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya.
"Nggak, taruh aja disitu nanti aku pakai sendiri." Tolaknya.
"Baiklah." Kairan pun mengalah, lalu menjauh dari Ela. Setelah Kairan menjauh Ela kembali melanjutkan kegiatannya.
Satu jam berlalu ke-duanya kini telah berada di pesta pernikahan Lisa dan Arga kebetulan hotel tempat mereka menginap tidak begitu jauh dari hotel dimana Arga dan Lisa melangsungkan pernikahan mereka.
__ADS_1
Setibanya di ballroom hotel itu keduannya langsung menuju pengantin baru itu untuk mengucapkan memberikan doa restu."Hai kak selamat ya, semoga kakak mendapatkan pasangan yang terbaik." Ucap Ela sembari menjabat tangan Arga dan memeluk kakaknya.
Ela bahkan dengan terang-terangan melirik sinis kepada Lisa tanpa berniat menjabat tangan wanita yang telah menjadi kakak iparnya.
"El, nggak boleh gitu." Tegur Arga.
"Kenapa? Salahkah aku mendoakan yang terbaik untuk kakakku sendiri." Sahut Ela jengkel, karena kakaknya selalu membela wanita ular itu.
"Tidak salah sayang, tapi kamu juga harus memikirkan perasaan Lisa." Bisik Kairan.
"Sayang aku belum ngucapin selamat buat Arga." Ucap Kairan karena Kairan memang belum sempat mengucapkan selamat kepada sahabatnya.
"Udah nggak usah! Terlalu banyak yang memberikan doa, nanti makin langgeng mereka." Kairan mengeleng kepalanya tidak percaya dia memang tidak menyukai Lisa namun Kairan tidak seperti Ela yang dengan terang-terangan menunjukkan hal itu.
Saat keduanya akan menuju meja prasmanan, dimana aneka makanan yang diletakkan di sana.
Mata Ela melihat kehadiran Lita juga di pesta itu, iapun menarik tangan Kairan untuk menyusul Lita yang kebetulan itu sedang berbicara dengan Aby dan Kevin. Keduanya ikut duduk dan bergabung di meja yang sama bersama Lita dan yang lainnya.
__ADS_1
Waktu semakin larut, Kairan memutuskan untuk mengajak Ela untuk pulang.
"Ta, balik bareng kita yuk! Nanti sekalian aku sama bang Kai, antar kamu pulang." Tawar Ela.
Namun Lita justru mengeleng kepalanya. " Nggak kalian duluan aja, soalnya aku kasih titip Hani, aku juga belum ngucapin selamat buat Lisa." Tolak Lita.
"Kamu yakin? Gimana kalau kita antar kamu aja, ini sudah malam loh." Kata Kairan diangguki oleh Ela namun Lita tetap menolak.
"Nggak usah, lagian aku juga bawa mobil kesini, kalian pulang aja." Walaupun berat akhirnya Ela dan Kairan pun menyetujui keinginan wanita itu.
Mereka pulang terlebih dulu dan meninggalkan Lita di sana.
Setibanya di hotel, keduannya memutuskan untuk membersihkan diri dan Ela yang masih sangat lelah memilih untuk beristirahat terlebih dulu.
" Sayang." Panggil Kairan. "Sayang, kamu sudah tidur." tanya kairan sembari mengusap kepala Ela. namun wanita itu tidak kunjung membuka kedua matanya, padahal ia belum sepenuhnya tidur, ia melakukan hal itu karena ingin menghindari tugasnya malam ini.
Karena Ela tidak kunjung menyahut saat dipanggil Kairan pun memilih untuk berbaring sembari memeluk tubuh istrinya.
__ADS_1