
" Kalian berdua ingat saat kita bertiga pergi ke Bali dan berpisah disana?" Disaat mereka tengah asyik bercanda, Hani tiba-tiba bertanya seperti itu, membuat Ela dan Lita langsung diam.
Bahkan Kairan dan Narendra yang sejak tadi mencuri dengar obrolan mereka pun langsung mendekat.
"Sepertinya seru, boleh kita bergabung?" Tanya Narendra sambil mendorong kursi roda Kairan mendekati ranjang dimana ketiga Wanita itu berada.
" Terserah." Jawab Ela tak peduli.
Sementara Lita yang penasaran dengan ucapan Hani langsung berjawab. " Iya, aku ingat, saat itu kau mengunjungi makam mantan kekasihmu, sementara Ela kembali ke Jakarta dan aku tetap di Bali."
Hani mengangguk membenarkan apa yang di katakan Lita, begitu pun dengan Ela sementara kedua pria itu masih menjadi pendengar setia tanpa mengeluarkan suara protes mereka.
"Hmmm, Apa kalian percaya dengan ramalan?" Tanya Hani lagi membuat kedua wanita itu menatapnya bingung.
" Haaniya sayang sebenarnya kamu ingin mengatakan apa? Langsung saja nggak usah berbelit-belit." Protes Ela yang semakin penasaran dengan ucapan Haaniya tapi juga kesal karena wanita itu langsung ke intinya.
" Jawab dulu." Desak wanita Hamil itu.
__ADS_1
" Percaya nggak percaya sih kenapa?" Jawab Lita agar Hani melanjutkan ucapannya.
" Ya aku juga begitu, Ela pun ikut-ikutan." Tapi Hani tidak langsung melanjutkan ucapannya, wanita itu menatap kepada Kairan dan Narendra untuk meminta pendapat mereka.
" Percaya." Jawab Narendra.
Sementara Kai menggeleng kepalanya sebagai jawaban, jika dia tidak percaya dengan hal-hal seperti itu.
Hani terlihat mengangguk kepalanya lalu wanita itu melanjutkan ceritanya lagi. " Waktu itu selesai aku membeli bunga di salah satu toko bunga yang ada di negara itu. Aku bertemu dengan wanita tua yang berjualan bunga tepat di samping toko bunga itu, aku ingin membeli bunganya karena kasihan dengan wanita itu namun wanita tua itu menolak di meminta aku membeli sesuai kebutuhan dan dia akan memberi ramalan sebagai imbalan. Aku yang ingin membantu wanita itu terpaksa membeli walaupun aku tidak mengharapkan ramalannya. Aku membeli dua tangkai bunga sesuai kesukaan kalian juga menyebut nama kalian berdua. Dan kalian tahu apa yang wanita tua itu katakan tentang ramalannya untuk kalian." Tanya Hani sengaja mengjeda ucapannya membuat mereka begitu penasaran.
" Katakan apa yang wanita katakan, jangan buat aku penasaran." Desak Ela.
Dan Lita pun tak tahan untuk tertawa, " Astaga lucu sekali wanita paruh bayah itu, kekasih saja aku tak punya bagaimana aku akan punya anak." Dan Hani menaikkan kedua bahunya acuh.
"Benar yang di katakan lita! Sepertinya wanita tua itu menipumu." Ela pun turut membenarkan ucapannya.
" Oke mungkin yang di katakan tentang Lita, Tidak benar tapi aku sedikit percaya ramalan dia untuk kamu." Sahut Hani sembari menatap serius wajah Ela.
__ADS_1
" Memangnya apa yang dia katakan tentang aku?" Tantang Ela.
" Aku akan mengatakannya tapi sebelum itu kamu harus menjawab pertanyaan aku dengan jujur." Desak Hani.
" Tak masalah, apa yang ingin kamu tanyakan?" Sahutnya. Dan Hani tidak langsung mengatakan apa yang ingin dia tanyakan ,wanita itu masih menatap Ela penuh arti. " Jangan menatap aku seperti itu." Bentak Ela.
" Sebenarnya apa yang ingin kamu tanyakan Hani?" Tanya Kairan yang begitu penasaran dengan cerita wanita hamil itu.
Bukannya menjawab, Hani justru tersenyum samar sembari melihat kepada kairan dan kembali menatap Wajah Ela. " Sejak kapan kamu mencintai Kairan." Tanya Hani, wanita itu tersenyum seraya menaikkan kedua alisnya seakan menggoda sahabatnya itu.
"Ap_apa maksud kamu! Jangan asal menuduh, aku nggak suka." Jawab Ela gugup dan tanpa sadar ia menaikkan volume suaranya. Ini pertama kalinya ia terlihat salah tingkah dan gugup di hadapan mereka, membuat Hani semakin yakin dengan ucapan wanita tua itu.
Bahkan Narendra dan Kairan pun menyadari hal itu, keduanya sempat saling menatap bingung satu sama lain, kemudian melihat kepada Naela penuh tanyanya.
Tatapan yang sama pun di tunjukkan Lita, karena apa yang ditanyakan Hani itu, cukup mengejutkan.
" Aku tidak menuduh kamu Ela! Aku bertanya. Tapi sepertinya kamu tidak suka akan hal itu dan itu cukup membuktikan bahwa kita hanya sekedar berteman biasa saja. Karena jika kita bersahabat kamu tidak akan menutupi apapun dari kita berdua." Ucap Hani sedikit kecewa dengan reaksi yang di tunjukkan Ela.
__ADS_1
Wanita itu seakan tidak ingin orang lain mengetahui apa yang dia rasakan, termasuk Hani dan Lita.