
Malam itu, sepasang kekasih yang melarikan diri itu, kini sedang duduk bersimpuh di ruang tamu, mengharapkan pengampunan dari semua keluarga sang wanita setelah menghancurkan pesta pernikahan yang telah disusun dengan baik itu.
Semua orang yang ada di ruangan itu, tak ada yang buka suara, Mereka menunggu keputusan dari sang kepala keluarga.
Tak lama, Seorang pria paruh baya menghampiri mereka dengan tatapan tajamnya Dan_
Plak.
Sebuah tamparan mendarat tepat di pipi, wanita muda itu dari Pria paruh baya yang tidak lain adalah Ayahnya, lelaki itu begitu marah kepada anak perempuannya.
Bagaimana tidak, di saat sang ayah telah mendesak keluar terpandang seperti Kai dan kakeknya untuk menikahi wanita itu, dia justru dengan tidak tahu malunya mencoreng wajah sang ayah dengan lari bersama pria lain, beberapa jam sebelum pernikahannya dengan Kai di mulai.
" Dasar anak tidak tahu diri! Masih berani kamu menunjukkan batang hidung kamu disini." Teriak pria paruh baya itu sembari mengangkat tangannya dan kembali menampar wanita itu lagi.
Plak plak.
Tidak puas dengan menampar wajah putrinya, pria itu kembali kepada pria yang saat ini bersama putrinya itu, kemudian menghajarnya dengan membabi-buta.
Buk Buk Buk.
Orang tua mana yang tidak marah saat di permalukan oleh anak mereka seperti ini.
" Pa cukup pa! Papa bisa membunuhnya, sebaiknya kita tanya dulu alasan mereka! kenapa mereka sampai bisa melakukan hal ini." Cegah sang istri, yang tidak ingin kemarahan suaminya, membuat masalah baru nantinya.
Plak
" Diam kamu, ini semua karena kamu terlalu memanjakan dia, sehingga dia menjadi liar dan murahan seperti ini." Sang istri yang berniat baik, justru ikut menjadi sasaran kemarahannya.
" Papa_"
__ADS_1
" Tutup mulut kamu, aku tidak mempunyai anak murahan seperti kamu, sekarang juga kamu keluar dari rumah ini." Pria paruh baya itu langsung menyeret tubuh putrinya keluar dan menghempaskan tubuhnya begitu saja.
Bahkan pria itu tidak peduli dengan kehamilan putrinya. " Jangan pernah kamu menginjakkan kakimu di rumah ini lagi, karena mulai detik ini, kamu bukan lagi bagian dari keluarga ini." Ucap lelaki paruh bayah itu.
Membuat Samna tertunduk, sembari meneteskan air matanya. Wanita itu tidak menyangka jika ayahnya akan se-marah ini kepada dirinya, padahal sebelum-sebelumnya sang ayah tidak pernah mau tahu dengan apa ya di lakukan Samna, entah itu baik ataupun buruk ayahnya tidak peduli. Tapi kenapa sekarang dia begitu marah.
" Sayang kamu tidak apa-apakan? Ada yang sakit." Tanya pria yang ikut bersama wanita itu, Dia Juga di tendang keluar dari rumah itu.
Pria yang bersamanya saat ini adalah suaminya. Pagi tadi keduanya melarikan diri dari penikahannya dengan Kai kemudian menikah di kantor urusan agama setempat.
" Ini semua karena kamu, aku sampai di perlakukan seperti ini, harusnya aku tidak mendengarkan kamu." Teriak Samna, wanita itu melempar kesalahan yang mereka berdua buat kepada pria malang itu.
" Aku minta maaf sayang! karena sudah membuat kamu berada dalam situasi ini, tapi aku janji, kedepannya aku akan selalu ada buat kalian berdua." Ucap Pria itu, lebam di wajahnya tak ia hiraukan, karena fokusnya hanya untuk wanita di hadapannya saat ini.
Pria itu bernama Rio, dia adalah mantan kekasih Samna, Saat itu Samna memutuskan hubungan dengannya. Dan lebih memilih KAI yang unggul segala-galanya dari Rio, Kai adalah seorang pewaris juga Tampan.
Karena anak kecil sekalipun dapat menilai tatapan mata pria itu, yang hanya tertuju dengan penuh damba kepada seorang wanita, sayangnya wanita itu tidak menyadarinya.
Awalnya samna berpikir, jika dia bisa menyingkirkan posisi Wanita itu dari hati kai dengan memberikan semua yang di inginkan oleh KAI.
Tapi Dia salah besar, karena semakin kesini pria itu semakin menyakitinya, bukan dengan bersikap kasar atau ucapan pedes yang keluar dari bibirnya, tapi dari cara Kai menilai dirinya.
Pria itu selalu meninggalkan uang di atas bantal Setelah mereka selesai bersenang-senang dan masih banyak lagi sikap Kairan yang melukai harga diri Amna.
Amna merasa kai hanya mengenggap-nya tak lebih dari seorang ja-lang, semua sikap manis dan perhatian itu hanya di depan umum saja dan di depan wanita itu.
Untuk itu saat Rio meminta izin untuk kembali, Samna langsung menerimanya! Keduanya bahkan menjalani hubungan di belakang Kai.
Hingga Samna Hamil dan Anak itu sudah jelas bukan anak Kai, sebab pria itu terlalu berhati-hati dan tak pernah lupa dengan pengamanannya. " Sayang, Kamu boleh marah kepadaku, aku salah. Maaf sudah membuat kamu berada di situasi ini, Sekarang sudah malam, ayo kita pergi dari sini." Ucap Rio sembari mengulurkan tangannya kepada Amna.
__ADS_1
Dalam keadaan seperti ini, Amna tidak dapat menolak Rio, sebab hanya pria itu yang dia punya dan hanya Rio yang tulus mencintainya, Sekalipun Amna pernah menyakitinya tapi pria itu tetap mencintainya dengan tulus.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Keesokan Harinya, Ela terbangun karena merasa tubuhnya di tindih sesuatu. Wanita itu pun membuka matanya dan berhadapan langsung dengan dada bidang Kai, pria itu tidur tanpa mengunakan baju. Sementara baju mandi yang di gunakan Ela telah sedikit terbuka di bagian dadanya.
Ela mendongak keatas dan dia bisa melihat wajah damai Kai saat tertidur.
Plak.
" Kurang ngajar." Ela langsung menampar pipi Kai dengan begitu kerasnya, hingga membuat pria itu tersadar dari mimpi indahnya.
" Ela, apa-apaan ini?" Tanya KAI, pria itu begitu terkejut, tiba-tiba di tampar seperti itu. Untung saja dia cepat mengontrol reflek tubuhnya dengan baik, kalau tidak, mungkin Ela akan semakin membencinya.
Kai bangkit dari posisi tidurnya, kemudian duduk bersandar pada sandaran tempat tidur. " Pakai Tanya lagi, Harusnya aku yang nanya! Ngapain peluk-peluk aku, Bang KAI! nggak sadar kalau aku ini Adik sahabat kamu, bukannya di jaga malah dilecehkan! Mau saya laporin dengan tuduhan pelecehan." Sahut Ela dengan sedikit menantang, membuat Kai mengerutkan keningnya.
Sepertinya efek bangun tidur membuat wanita itu lupa akan status mereka sekarang.
Kai pun tersenyum kemudian mendorong kening Ela mengunakan telunjuknya. " Laporin kemana haah, bawel? Kamu lupa ya, kamu itu sudah menjadi istri aku, mau aku peluk sampai bolak-balik pun sah-sah saja." Ujar Kai sembari mencubit pipi Ela dengan begitu gemasnya, membuat wanita itu menjerit.
" Aaahhh, Bangkai sialan." Ela pun Hendak membalas pria itu, tapi kai dengan iseng menarik tali bathrobe yang Ela gunakan hingga membuat wanita itu mengurungkan niatnya dan lebih memilih menahan bathrobe yang dia pakai.
Karena saat ini Ela tidak menguntungkan apapun di tubuhnya selain bathrobe itu.
Semalam begitu dia selesai Mandi, Ela langsung berbaring di samping kai tanpa menganti bathrobe dan mengerikan rambutnya. Dia terlalu lelah untuk melakukan semua itu, apa lagi drama pilih tempat tidur, Ela tidak punya kesempatan melakukan itu.
"Breng-sek," umpat Ela, wanita itu langsung melompat turun dari ranjang sembari terus mengumpat suaminya.
Sementara Kai hanya tersenyum, kekesalannya karena di tampar saat tidur kini telah menguap entah kemana, saat berhadapan dengan sikap waspada Ela yang terkesan kekanak-kanakan itu.
__ADS_1