
" Saya terima nikah dan kawinnya Naela Azzura Sanjaya Binti Revaldy putra Sanjaya dengan maskawin-nya yang tersebut dibayar tunai.” Ucap Kairan dalam satu tarikan nafas, sembari berjabat tangan dengan sahabatnya.
Setelah berpikir panjang beberapa saat yang lalu dan melihat kondisi kakeknya Kai. Naela pun memutuskan untuk mengiyakan permintaan mereka.
Walaupun dia sendiri keberatan melakukan pernikahan ini, Tapi seperti yang dikatakan Hani, sahabatnya itu! hitung-hitung dia sedang beramal dengan membuat kakeknya Kai senang, siapa tahu dengan begitu.
Kesehatan kakek semakin membaik walaupun kemungkinan itu sangat kecil tetapi tidak ada salahnya kan jika mencoba.
" SAH." ucap saksi yang hadir, diikuti penghulu dan yang lainnya. Setelah itu mereka membacakan doa, dilanjutkan dengan Naela mencium punggung tangan Kai lalu Kai mencium keningnya.
__ADS_1
Setelah Akad nikah itu berakhir, Narendra, Hani dan Kevin mengantar kakeknya Kai ke rumah sakit sementara Kai sendiri Naela dan Luna beserta Arga masih berada di sana, menemani Kai dan Naela untuk menyapa tamu undangan yang hadir, juga yang ingin memberikan ucapan selamat kepada mereka.
Keduanya kini telah duduk di pelaminan untuk bersalaman dengan tamu yang Hadir, jika pada umumnya kedua mempelai akan berdiri untuk mendapatkan ucapan selamat namun untuk yang satu ini sedikit berbeda, di karenakan kondisi Kai saat ini, yang mana membuatnya harus tetap duduk di tempatnya dan Ella pun tidak mau jika harus berdiri seorang diri, sehingga dia pun ikut-ikutan tetap duduk di tempatnya, walaupun sang mama sudah berulang kali memberinya kode untuk berdiri, Juga memberikan tatapan tajam namun Ela tetap berpura-pura bodoh dengan hal itu dan membiarkan tamu undangan sedikit menunduk untuk memberi ucapan selamat kepada mereka berdua.
" Ela berdiri, Ela senyum dong masa mukanya di tekuk gitu." Bisik Luna entah yang keberapa kalinya, posisi duduknya yang berada tepat di samping putrinya itu, memudahkan dia melakukannya.
Bagi Ela hari ini merupakan hari yang paling menyebalkan dalam hidupnya, di mana dia harus menikahi pria yang selalu mencari masalah dan beradu mulut dengannya.
" Ya tuhanku, dosa apa yang pernah kulakukan! sehingga engkau menghukum aku seperti ini, selama ini aku sudah menjadi wanita baik-baik dengan tidak melakukan sesuatu yang mungkin membuat aku menjadi kecanduan seperti yang diucapkan mommy Mayang! tapi kenapa disaat aku sudah di bolehkan melakukan hal itu dan sah-sah saja untuk di lakukan, Kenapa juga harus dia. Lihatlah Kedua kakinya saja tidak bisa di gunakan untuk berjalan! apa kabar kakinya yang lain! bisa perawan tua seumur hidup aku, Tuhan." Jerit Naela dalam Hatinya, sembari berusaha untuk tersenyum kepada tamu undangan yang memberinya ucapan selamat juga Kairan.
__ADS_1
" Ma! ini kapan berakhir sih, aku sudah lelah?" tanya Ela yang mulai tidak nyaman di tempat duduknya.
" Sabar sayang, sebentar lagi juga selesai, nggak sabaran banget sih kamu." Jawab Luna dengan sedikit bergurau berharap bisa membuat anaknya tersenyum tapi yang terjadi, wajah Ela justru semakin di tekuk.
Apalagi saat melihat salah satu sahabatnya datang dengan membawa Kado. Entah kapan gadis itu menyiapkan semuanya hingga bisa membawanya Hadiah padahal Pernikahan ini saja dadakan, Ayah dan kakeknya tidak bisa menghadirinya, tapi sang mama sudah menghubungi mereka dan papa serta kakeknya mempercayakan pernikahannya kepada mamanya, termasuk menyerahkan wali kepada Narendra juga Arga selaku saudara kandungnya Ela. Namun Narendra meminta untuk menjadi wali langsung dari Reval, karena bagaimanapun dia dan Ela sudah sama-sama sejak berada di dalam kandungan.
" Selamat ya, akhirnya kamu menyusul Hani juga, turut bahagia ya! semoga langgeng dunia dan akhirat." Doanya tulus sembari memeluk tubuh Naela.
" Terima kasih kembali! aku dan Hani sudah mendapatkan karma dengan menikah paksa seperti ini, semoga kamu tidak merasakannya itu Lita." Sahut Ela terdengar tulus, namun membuat Lita merinding membayangkan posisi kedua sahabatnya yang kurang beruntung itu.
__ADS_1