Istri Pengganti Tuan Lumpuh

Istri Pengganti Tuan Lumpuh
Perasaan Ela.


__ADS_3

"Maaf, semua itu terjadi sudah sangat lama dan aku tidak menceritakan kepada kalian berdua, karena aku ingin melupakan perasaan itu, bukan karena aku tidak menganggap kalian berdua sahabatku." Jawab Ela, entah kenapa sahabatnya itu sedikit menyebalkan dari kemarin.


Padahal biasanya dia tidak pernah memaksa mereka untuk bercerita seperti ini dan menunggu mereka sendiri untuk bercerita. Itu sudah merupakan kebiasaan Hingga menjadi peraturan dalam persahabatan mereka, tapi kenapa Hani justru bertanya di saat seperti ini, yang paling menyebalkan di saat Kairan ada dan mendengar semuanya.


"Kalau begitu ceritakan, bagaimana bisa kamu sampai mencintainya, kapan itu terjadi dan kenapa kamu sampai ingin melupakan perasaan kamu." Desak Hani.


"El," panggil Kai.


"Belum saatnya kamu untuk berbicara, jadi sebaiknya kamu diam atau menunggu di luar sampai kita bertiga selesai berbicara." Ucap wanita itu sembari menatap suaminya. " Azzam, bawa sahabat kamu keluar." Titah Hani kepada suaminya itu.


" Oke aku diam." Kai tentu tidak ingin melewatkan satu katapun yang keluar dari bibir istrinya karena ini adalah kesempatannya untuk meluruskan hubungannya dengan Ela.


Dan mereka pun menatap kepada Ela untuk memulai ceritanya. Wanita itu bahkan terlihat menarik nafasnya gusar antara ingin menceritakan semuanya atau tidak.

__ADS_1


Ela yang tidak punya pilihan akhirnya menceritakan semuanya, mulai dari pertemuan mereka di rumah bunda vio, Neneknya. Hingga semua perhatian dengan sikap manis yang Kai tunjukkan kepada dirinya, bukan dirinya saja, Nayna pun mendapatkan perhatian yang sama tapi tak sebesar dan intens perhatian Kai ke Ella.


Dia yang kalah itu wanita remaja belasan tahu, tentu saja luluh dengan semua sikap Kairan. Bahkan sampai bela-belain ikut Gabung sama Narendra dan yang lain ketika Lita dan Hani di buat sibuk oleh kakek Sanjaya dengan Les dan pelajaran mereka, belum lagi keduanya memilih masuk asrama sementara dia tetap sekolah dari rumah walaupun mereka sekolah di sekolah yang sama, hanya sesekali dia ikut mereka ke asrama.


"Kenapa kamu tidak mengatakan kalau kamu mencintai Kai." Tanya Narendra dan langsung mendapat lemparan bantal dari Hani.


Wanita itu begitu kesal di saat mereka tengah mendengarkan cerita Ela, Narendra justru memotong ucapan Ela dengan pertanyaannya itu.


Apa suaminya itu bodoh! Adiknya perempuan, tentu saja dia punya harga diri untuk mengatakan itu semua, kecuali Lita tidak memiliki harga diri, okelah.


"Bukankah waktu itu aku sudah mengatakan perasaanku, padamu di depan teman-teman sekolah kamu! Tapi kamu justru menolak aku, El." Ujar Kairan pria itu tidak peduli dengan perdebatan suami istri itu, sementara Lita tetap menjadi pendengar yang baik tanpa berkomentar.


" Apa aku pernah mengatakan tidak! Apa bang Kai mendengar aku berkata tidak mau waktu itu?" Ela malah balik bertanya.

__ADS_1


Kairan dengan ragu menggeleng kepalanya. " Tapi kamu menangis waktu itu, aku pikir kamu tidak suka aku ganggu makanya kamu menangis." Jelas Kairan, suaranya terdengar pelan.


" Bang Kai mau tau kenapa aku menangis, karena aku bahagia perasaanku terbalaskan, aku senang bang Kai istimewa-kan aku di depan semua teman-teman sekolahku, aku bahagia bisa mempunyai kekasih sesempurna bang Kai, karena waktu itu bang kai sempurna di mata aku dan dalam pikiran aku sudah di penuhi rencana untuk membagikan kebahagiaan yang aku punya bersama Lita dan Hani, tapi semua itu hilang saat bangkai bilang. 'Jangan menangis aku cuma bercanda, tadi itu nggak benaran serius cuma Bohongan kok diam ya.' Setelah itu bang kai pergi begitu saja tanpa memikirkan bagaimana malunya aku saat itu. Tapi tak masalah aku mencoba menguatkan hati aku dengan berkata semua akan kembali membaik dan Sialnya sore harinya bang kai justru memperkenalkan wanita entah dari mana asalnya, sebagai kekasih baru bang Kai dan bermesra-mesran di depan mata aku, tanpa memikirkan hati aku yang baru saja kamu porak-porandakan dan itu terus berlanjut sampai kamu bertemu si Samna itu. Kamu tahu kamu itu breng-sek dan nggak punya otak." Ucap Ela dalam satu tarikan nafas.


Semua unek-unek yang mengganjal di hatinya pun keluar dengan sendirinya, membuat Kairan tidak bisa berkata-kata sekaligus menyesali kebodohannya.


" Ada lagi yang ingin kalian tanyakan?" Ela lagi. Hani dan Lita menggeleng kepala mereka sebagai jawaban. " Maaf aku nggak jadi nginap disini! Aku numpang di apartemen kamu." Ucap Ela, wanita itu beranjak turun dari ranjang Hani, karena sejak tadi dia dan Lita duduk disana.


"Silahkan." Sahut Hani memberi izin.


" Mau kemana! Kita harus bicara." Ucap Kairan sembari menahan tangan Ela, namun wanita itu langsung menepisnya, entah mengapa hatinya kepada sakit menceritakan semua itu.


Dia butuh teman untuk menenangkan dirinya dan apartemen Hani adalah satu-satunya tempat yang bisa Ela andalkan saat ini.

__ADS_1


...\=\=\=\=...


Oh iya yang kemarin tanya cerita Lita buka aja profil aku, cek judul TAKDIR ANAK WANITA MALAM.🙏🙏


__ADS_2