
"Kamu maafin aku." Tanya Kairan tidak percaya dengan apa yang baru saja di lakukan Ela kepadanya.
"Maafin nggak_"
Belum sempat Ela menyelesaikan ucapannya, Kairan sudah lebih dulu menarik tubuh Ela lalu memeluknya dengan begitu eratnya." I love you." Ucap Kairan sembari mencium pundak Ela bertubi-tubi.
Pria itu menganggap apa yang di lakukan Ela adalah cara dia memaafkan Kairan. " Bang lepas aku sesak." Lirih Ela, saking senangnya membuat Kairan tidak sadar menyakiti istrinya.
"Maaf sayang, aku terlalu bahagia." Sahutnya dengan raut menyesal.
" Bahagia sih bahagia! Tapi nggak gitu juga bang, gimana sih." Keluh Ela sembari memandang kesal pria itu.
"Sayang maaf! Jangan marah lagi ya, ini aja baru di maafin." Kairan menarik tangan Ela mencium punggung tangan wanita itu.
Sungguh ini merupakan hari paling bahagia dalam hidupnya, karena dia mendapatkan maaf dari wanita itu dan dia pun telah berjanji pada dirinya akan memberikan hadiah yang berharga untuk istri dari sahabat sekaligus kakak iparnya sebagai ucapan terima kasih karena dia, Kairan bisa mengetahui perasaan Ela dan mengakhiri kesalahpahaman-nya dengan Ela.
__ADS_1
"Iya-iya, tunggu apalagi kita pulang sekarang." Ucap Ela.
Kairan pun melepaskan genggaman tangan Ela, kemudian membantu wanita itu memasang sabuk pengaman pada Ela, setelah itu dia memakai sabuk pengaman untuk dirinya sendiri kemudian melajukan mobilnya dengan perlahan meninggalkan parkiran rumah sakit.
Sepanjang perjalanan, bibir keduanya terus melengkung seperti remaja yang baru kenal cinta. Kairan juga sesekali melirik kepada Ela, melihat senyum malu-malu mau istrinya itu itu.
"Aku mencintai kamu Naela, terima kasih untuk kesempatan kedua ini aku janji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang kamu berikan." Ucap Kairan sembari menarik tangan Ela untuk mengecupnya, karena dia harus konsentrasi menyetir, Kairan tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada mereka berdua di hari baik mereka.
•
•
Karena suasana masih sangat sore, Kairan membawa Ela ke suatu tempat yang dia yakin Ela pasti akan suka.
Setelah menempuh perjalanan hampir sejam akhirnya mobil Kairan berhenti di salah tepi pantai.
__ADS_1
"Bang kita ngapain di sini?" Tanya Ela, sembari melihat hamparan pasir dengan laut yang sedikit tenang di hadapannya.
"Pacaran." Jawab Kairan, membuat Ela menautkan alisnya bingung.
Pacaran bukannya mereka sudah menikah. Seolah tahu apa yang sedang di pikirkan Ela, Kairan langsung melepaskan sabuk pengaman di tubuhnya lalu mencondongkan tubuhnya kepada Ela mencium pipi wanita itu." Pacaran versi Halal sayang." Ucap Kairan. " Ayok." Lanjutnya, kemudian beranjak untuk turun dari mobilnya, begitu pun dengan Ela.
Dan tiba-tiba Kairan berlutut di depan Ela, pria itu melepas sepatu Ela, lalu melipat ujung celana seragam Ela ke atas kemudian ia melepaskan sepatu dan melipat ujung celana sendiri. Setelah itu Kairan mengulurkan tangannya kepada Ela, wanita itu dengan Sena hati menyambut uluran tangan Kairan.
Keduanya berjalan menyusuri pantai itu tanpa alas kaki sesekali keduanya bermain ombak, terkadang Kairan menjahili Ela, membuat wanita itu mengejarnya.
Karena kelelahan Ela berhenti dan menatap sebel pria itu, namun sedetik kemudian pria itu langsung berbalik, berlari kearah Ela, melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Ela kemudian mengangkat tubuh istrinya itu. " Aku mencintaimu Naela Azzura." Teriak Kairan, tidak peduli suara teriakan itu akan menganggu pengunjung pantai lain.
Sementara Ela hanya tertawa sembari menikmati hembusan angin yang menerpanya. Sungguh Ela sangat bahagia. " Aku juga mencintaimu." Balas Ela sembari menunduk untuk melihat wajah Kairan lalu mencium bibir pria itu di bawah langit senja.
__ADS_1