
Begitu fajar menyingsing dari peraduannya Kairan langsung membawa Ela meninggalkan pantai itu menuju restoran untuk makan malam.
Bukan makan malam biasa, tapi makan malam romantis dan mewah pastinya. Semua sikap Kairan hari ini membuat hati Ela semakin jatuh sepenuhnya untuk pria itu.
"I love you." Entahlah sudah berada kali tiga kata itu keluar dari bibir Kairan, pria itu seakan tak ada bosannya mengulang kata-kata itu dan mungkin akan menjadi kata wajib untuknya setiap hari.
"Aku juga mencintaimu." Balas Ela, wanita itu tidak malu untuk mengungkapkan perasaan, karena memendam semuanya itu sungguh sangat tidak enak.
"Kita pulang sekarang atau kamu masih ingin ke suatu tempat?." Tanya Kairan setelah mereka selesai makan malam.
"Pulang saja, aku sangat lelah hari ini! belum lagi besok aku masih ada ship pagi." Jawab Ela, Kairan pun mengangguk kepalanya.
Setelah itu dia mengandeng tangan Ela menuju parkiran. Setibanya di sana Kairan membukakan pintu untuk Ela terlebih dan menutup kembali pintu mobil itu begitu Ela telah duduk dengan nyaman. Setelah itu barulah dia membuka pintu untuk dirinya sendiri dan masuk kedalam mobilnya lalu meninggalkan restoran itu.
\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
"Selamat malam kek." Sapa Kairan dan Ela kompak ketika keduanya memasuki mansion itu dan mendapati sang kakek sedang duduk bersama seseorang di ruang tamu.
" Malam nak! Kalian baru pulang." Jawab sang kakek sembari memberikan punggung tangannya untuk di cium cucu dan cucu menantunya itu.
"Iya kek! Tadi juga sekalian makan malam diruang." Ujar Ela, sang kakek pun mengangguk mengerti.
Dalam hatinya pria itu bersyukur karena hubungan kedua cucunya kini sudah mengalami kemajuan dan dia berharap bisa melihat cicit-cicitnya sebelum sang maha kuasa memanggilnya untuk kembali ketempat yang kekal.
"Sayang kamu ke kamar dulu ya! Aku akan menemani kakek dan paman Kris disini." Ucap Kairan, Ela yang mengerti mengangguk kemudian berpamitan kepada ketiga pria itu lalu kembali ke kamar.
Setelah Ela pergi Kairan duduk bersam kakeknya dan pria yang dia panggil paman Kris itu, pria itu adalah pengacara kakeknya Kairan.
Sementara itu, Ela yang baru tiba di dalam kamar, langsung bergegas membersihkan dirinya.
Begitu selesai Ela menunggu Kairan sembari memainkan ponselnya, wanita itu mengambil ponselnya kemudian bertukar kabar dengan kedua sahabatnya digrup khusus mereka bertiga.
__ADS_1
'Honey, kapan kamu keluar?' Tanya Ela.
Dan Lita pun dari seberang sana membalas, 'Ck, masih ada?'
'Ada dong, lagian kenapa kamu tanya kaya gitu.' Sahut El.
Tak lama Hani pun membalas,'Bukan apa-apa kamu udah menghilang dua hari setelah hari itu. Bagaimana hubungan kalian.'tanya wanita hamil itu ingin tahu.
Tak lama notip itu datang lagi dari Hani, 'Jadi benar ramal itu?' wanita itu masih saja membahas soal ramalannya.
Tapi Ela tidak memungkirinya ramalan tentang dirinya benar! Tapi dengan Lita sangat tidak mungkin.
Ela terus bertukar kabar dengan ekspresi yang berbeda-beda, kadang tersenyum sendiri, kesal bahkan sampai tertawa. Hingga rasa kantuknya datang dan membuatnya terlelap.
Sedangkan Kairan baru masuk kedalam kamar setelah waktu menunjukkan pukul sebelas malam, pria itu tersenyum melihat istrinya telah terlelap, ia pun segera membersihkan diri selesai ia mengunakan bokser dan ikut bergabung bersama Ela tanpa sempat mengeringkan rambutnya dengan benar.
__ADS_1
" Selamat malam sayang, Aku mencintaimu." Bisik Kairan di depan wajah Ela lalu mencium kening wanita itu, lalu berbaring di sampingnya sambil memeluk Ela.
Malam ini mereka kembali melewatkan ritual malam pertama mereka, karena terlalu Lelah dengan kegiatan mereka seharian ini.