Istri Pengganti Tuan Lumpuh

Istri Pengganti Tuan Lumpuh
Nikah lagi.


__ADS_3

Hanya dua hari mereka berada di Bali, begitu pernikahan Arga dan Lisa selesai, Kairan langsung mengajak sang istri tercinta untuk kembali ke Jakarta, mengingat Ela tidak meminta cuti.


Sekembalinya mereka, mereka kembali melakukan aktivitas seperti biasanya. Dan sore itu, Kairan sengaja datang ke rumah sakit tempat tempat Ela berkerja tanpa memberi kabar terlebih dulu, Sengaja ingin membuat suprise untuk wanita itu.


Dengan sebuket mawar di tangannya, Kairan melangkah menyusuri koridor rumah sakit itu.


Mengikuti arah pengunjuk hingga langkahnya berhenti di salah satu ruangan yang bertuliskan Ginekologi.


Pria itu melangkah masuk ke dalamnya, menghampiri beberapa suster yang sedang sibuk dibalik meja mereka.


Tok.. tok... tok..


Kairan mengetuk meja itu, membuat beberapa perawat yang nampak sibuk di sana langsung mendongak menatap pria tampan di hadapan.


Kairan tersenyum ramah, membuat para wanita itu terdiam dan hilang fokus, bahkan mereka tidak dapat berpaling darinya.


Seandainya bola mata mereka buat China, pasti sudah bergeliding jatuh di depan pria itu. Sakit terpukau-nya mereka dengan kehadiran pria itu.


"Permisi, saya ingin bertemu dengan Naela Sanjaya." Ucap Kairan menyadarkan para wanita yang tengah menatapnya.


"Oh Bidan Ela?" Tanya salah satu perawat di sana. Kairan hanya mengangguk kepalanya, " bisa tunggu sebentar pak! Anda bisa duduk di sana, soal bidan Ela masih di ruang pemulihan." Ucap perawat itu lagi, sembari menunjuk salah satu bangku panjang yang tidak jauh dari mereka.

__ADS_1


"Baiklah, terima kasih." Kairan tidak masalah jika harus menunggu sang istri selesai dengan pekerjaannya.


Ia berjalan kearah bangku yang di tunjuk perawat yang berbicara dengannya tadi, lalu duduk di sana, buket yang dia bawah ia letakkan di sampingnya, mengeluarkan ponsel dari saku nya lalu mengotak-atik benda itu untuk mengusir rasa bosannya.


Dari tempatnya duduk, Kairan dapat mendengar bisik-bisik perawat itu, yang menebak-nebak hubungan antar dia dan Ella.


Mendengar itu Kairan berpikir untuk mengadakan resepsi pernikahannya dengan Ela, ia ingin semua orang tahu hubungan mereka.


Tanpa sadar bibirnya melengkung membayangkan resepsi seperti apa yang akan ia adakan untuk Ela.


Hingga suara yang begitu familiar di telinga, menyadarkan ia dari lamunannya. "Emi, minta rekam medis pasien atas namu Bu Srinarti."


" Haah, capek pengen cepet-cepet nikah! Biar ada yang bantuin cari duit." Canda Ela sembari menutup Rekam medis itu, lalu memberikannya lagi kepada Emi.


"Iya, mbak El. Kalau udah Nikah kan enak ada yang cariin duit mau kerja atau nggak duit tetap ngalir." Sahut salah satu perawat dengan nama tag Lily.


"Lagian, aku heran mbak Ela cantik-cantik gini masa nggak ada yang mau." Sahut perawat lainnya.


" Tapi yang baru-baru biking heboh di lobby itu siapa-nya mbak? Udah nggak lagi sama dia lagi." Para wanita-wanita itu maka asyik bergosip hingga melupakan keberadaan Kairan di sana.


Dan Kairan pun tidak berniat mengusik kesenangan mereka. " Oh yang itu, udah nikah dia." Jawab Ela.

__ADS_1


" Yang sabar ya mbak, mungkin belum jodoh." Ucap Emi, wanita itu merasa kasian kepada Ela, karena berpikir dia di tinggal nikah.


"Nggak papa santai aja." Sahut Ela.


"Eh mbak kenapa nggak sama dokter baru itu aja! Dia juga lajang loh mbak dari yang kita lihat, kaya-nya dia suka deh sama mbak." Ucap Lily, membuat seseorang yang sejak tadi menjadi pendengar setia langsung terbakar api tak kasat mata.


"Benar mbak, dia ganteng, mbaknya cantik, dia dokter dari keluarga terpandang, mbak juga, sama-sama kerja di rumah sakit, pokoknya mbak cocok banget kalau sama dokter Aryo." Ela yang hanya menganggap semua itu gurauan pun hanya tertawa sembari mengeleng kepalanya.


"Nanti aku pikirkan." Ucapnya diselingi tawanya, tidak ada keseriusan di sana, namun yang di tangkap Kairan tidak seperti itu.


"Harus mbak ap_"


"Apa yang harus dipikirkan sayang." Tanya Kairan, sembari menekan kata sayang, membuat Emi tidak dapat melanjutkan kata-katanya sementara tubuh Ela langsung membeku di tempatnya.


"Bang, ka_kamu disini?" Tanya Ela gugup, wanita itu ragu untuk membalikkan tubuhnya. Namun pada akhirnya dia harus melihat pria itu.


Kairan melangkah mendekati Ela,"Ya, aku bahkan sempat denger kalau istri aku, mau nikah lagi." Jawab Kairan, membuat Ela. Ingin menangis, apalagi senyuman menyebalkan itu. " Mawar Buat kamu sayang." Kairan menyerahkan buket itu ke tangan Ela lalu mengecup kening istrinya.


"Bang_"


Pria itu sedikit membungkuk lalu berbisik di telinga istri."kita buktikan entar malam, masih sanggup nggak nikah lagi." Ucap pelan, hanya bisa di dengar oleh Ela, sembari mengedipkan sebelah matanya. " Udah selesaikan, sayang. kita pulang sekarang. " Lanjutnya lagi, sementara para wanita-wanita yang tadi bercanda dengan Ela, langsung pura-pura sibuk.

__ADS_1


__ADS_2