Istri Pengganti Tuan Lumpuh

Istri Pengganti Tuan Lumpuh
Terima kasih suamiku


__ADS_3

"Sebelum kamu menghukum aku, aku ingin meninggalkan calon penerusku terlebih dulu! Kamu tahukan, aku anak satu-satunya, paling tidak kalau aku mati, hartaku ada yang mewarisi dan keluargaku tidak terputus sampai di aku saja." Ucap pria itu dengan konyolnya, sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Mendengar permintaan Kairan membuat Ela semakin marah. Wanita itu kemudian menarik kakinya untuk kembali menendang kaki Kairan namun Kairan segera menghindarinya.


"Maaf sayang, jika kamu mengenai tempat yang sama untuk kedua kalinya, aku akan benar-benar menjadi pria lumpuh." Ucap Kairan. Pria itu tidak memberi kesempatan untuk Ela, memukulnya lagi.


Dengan cepat dia menghindar lalu menarik tangan Ela dan memeluk tubuh istrinya itu.


"Maaf, aku salah! Selama ini aku sibuk membuat kamu cemburu sampai aku lupa akan tujuanku untuk mendapatkan kamu " Bisiknya tepat di telinga Ela.


Bahkan saat Ela memberontak untuk melepaskan pelukan Kairan, pria itu justru semakin erat memeluknya.


"Kita pulang, kita bicarakan ini di rumah." Ucapnya lagi, setelah mengurai pelukan mereka.


"Aku nggak mau, Abang pulang aja sendiri." Tolak Ela, seraya menarik tangannya yang di genggaman oleh Kairan.

__ADS_1


Namun sekeras apapun Ela mencobanya, hasilnya justru sia-sia, bukannya lepas, Kairan justru semakin mengeratkan genggamannya pada tangan Ela hingga membuat tangan Ela memerah dan sedikit sakit.


"Tidak kita harus bicara sekarang, aku tidak ingin menunggu lagi." Desaknya sembari membawa Ela menuju mobilnya yang terparkir di parkiran bersama supirnya. " Sayang masuk." Titahnya sembari membuka pintu mobil itu untuk Ela.


" Nggak, aku sudah bilang aku nggak mau." Ela masih saja bersikeras untuk tidak ikut pulang dengan suaminya itu.


Akan tetapi, Kairan berhasil membuatnya masuk kedalam mobilnya lalu meminta sang supir untuk menjalankan mobilnya.


Selama perjalanan mereka ke mansion keluarga Kai, Ela terus membuat keributan dengan mengata-ngatai suaminya itu, jika dia memiliki kesempatan dia akan menendang atau mukul Kairan namun yang Kairan lakukan hanya menghindar dan menerima jika dia tidak dapat menghindari pukulan istrinya itu. Tidak pernah Sekalipun Kai membalas Ela dengan kasar.


Namun Ela tidak menyahutinya dan membiarkan Kairan melakukan apapun padanya, karena dia terlalu Lelah hati dan pikiran mengurus segala tingkah Kairan selama ini.


...\=\=\=\=\=\=\=...


Tak lama setelahnya, mobil Kairan pun memasuki pekarangan mansion dan berhenti di depan pintu utama.

__ADS_1


Kairan turun terlebih dulu dari mobil itu, lalu mengitari nya kemudian membuka pintu mobil itu untuk Ela. " Silahkan." Ucapnya kepada wanita itu dengan sedikit membungkuk tubuhnya.


" Terima kasih suamiku." Balas Ela, wanita itu menunjukkan senyum termanisnya kepada Kairan membuat pria itu terlena dan


Buk.


Satu tendangan mendatar dengan mulus pada kaki Kairan hingga membuat pria itu sedikit menjerit kesakitan.


Bukannya iba, Ela justru meninggalkannya dan masuk kedalam mansion itu.


Wanita itu masih sangat marah dengan suaminya itu, walaupun dia cintai tapi dia juga harus tetap memberikan pelajaran kepada Kairan.


" Astaga kenapa marahnya lama sekali." Gumam Kairan, sembari berjalan dengan tertatih-tatih mengikuti langkah Ela yang sudah tidak terlihat itu." Ternyata benar kata orang, jika cinta itu tidak selamanya indah." Gumamnya lagi.


Setibanya pria itu di kamar mereka, Ela sudah menunggunya di sana, wanita itu duduk di atas ranjang sembari melipat kedua tangannya di dada dan menatap tajam Kairan .

__ADS_1


" Sayang jangan menatapku seperti itu, kamu membuat aku takut." Mohon Kairan.


__ADS_2