ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 119.


__ADS_3

Sesampai di halaman Mansion Ayris masih tampak tidur dengan pulas ,Zain tak kuasa membangunkan nya memilih menggendongnya masuk ke dalam mansion .


Beberapa pelayan yang melihat nya hanya membungkukkan kepala nya ,Zain menatap tajam mereka tanda untuk tidak bersuara.


Ia berjalan menuju kamar nya menggendong ayris .


Setelah sampai di kamar nya ia membaringkan Ayris di ranjang tempat tidur dan menyelimuti nya . Mengusap pelan kepala nya lalu mencium kening nya .


" Sayang ,,,, cepat hadir di perut mommy ." Ucap Zain kemudian mencium perut datar ayris .


Zain kemudian meninggalkan Ayris sendiri di kamar , ia ke ruang bawah tanah menemui anton .


Ting,,,,,


Anton yang mendengar bunyi lift segera berlari menghampiri orang yang berada didepan lift tersebut .


" Bos ,,,,." Sapa Anton membungkukkan kepala nya .


" Anton ,bagaimana persiapan mu ?" Tanya Zain mengamati layar monitor berisi cctv seluruh ruang mansion nya .


" Sudah siap bos . Semua terkontrol dengan baik berjalan apa ada nya ." Ucap Anton pada Zain sang bos yang ia ikuti sejak kecil .


Anton bertekad mengabdi pada Zain yang telah mengangkat nya pada lubang lembah hitam .


Orang kepercayaan Zain ini memang bisa di andalkan .


" Bagaimana dengan tikus kecil itu ?" Ucap Zain memandang pada layar monitor melihat pergerakan mery .


" Masih bermain main bos, ia tak membahayakan hanya,,,,." Anton tidak melanjutkan ucapan nya .


" Hanya ,,,,?" Zain masih menatap pada layar tepat dimana mery menghubungi seseorang .


" Ia sama sekali tidak punya beladiri namun ia akan menggunakan cara halus dengan menghasut target nya .Saya hanya khawatir dengan nyonya ,,,, mungkin akan dijadikan target. " Anton yang melanjutkan ucapan nya menundukkan kepala .


Zain mengerti apa yang di khawatirkan anton , ia paham jika ayris mudah terpengaruh oleh orang lain .


Seperti tadi siang yang terpengaruh oleh ucapan lisha ,membuat nya harus mengeluarkan jurus dengan sangat hati hati agar istri nya tidak terluka .


Ayris yang pandai beladiri sangat keras kepala namun juga mudah melunak ketika bersama nya namun ia tak bisa memastikan jika berada ditempat lain .


" Anton , panggil Sely kembali !" Ucap Zain .

__ADS_1


"Se ,,, ly ?" Ia mengulang nama sely ,gadis kecil yang tumbuh besar bersama nya yang sudah lama tidak ia jumpai . Ada getaran rasa dalam hatinya , detakan jantung nya yang berdetak lebih kencang seakan ingin terlepas dari tempat nya .


" Kau memendam rasa pada nya ? Haaaaaa,,,, haaaaaa ,,,,,,, menikah saja dengan nya ! Agar aku tak susah mencarikan jodoh untuk mu ." Ucapan Zain seakan menjadi sindiran untuk nya.


Benarkah ia jatuh cinta pada gadis itu ? Apa hanya sekedar hubungan kakak adik ? kenapa jantung nya berdetak lebih kencang ketika nama nya di sebut ,hanya anton yang mengetahui nya .


"huuuuhhh tuan ini ,,, ada ada saja ." Gumam anton dalam hati .


" Ia akan bertugas mengawal nyonya selain mira." Ucap Zain kemudian ia berbalik berjalan ke arah lift.


" Baik bos. " Jawab Anton singkat .


" Anton ,,,segera singkirkan tikus itu !" Ucapan Zain seakan penuh makna yang dalam dan hanya ia yang mengetahui kebiasaan sang bos.


" Baik bos ." Jawab anton membungkukkan badannya .


Zain meninggalkan ruang bawah tanah menuju kamar nya ,ia sangat khawatir jika istri nya terbangun dengan tidak adanya ia disampingnya .


Serigala betina itu pasti akan meraung ke seluruh mansion . Terkadang Zain tidak habis pikir dengan tingkah gemas nya . Ia selalu bisa membuat nya melunak jika sudah tersulut emosi , terkadang ia juga tertawa ketika melihat serigala betina nya meraung .


Benar saja sampai di kamar Zain ,ia sudah tak melihat istri nya itu ditempat tidur . Zain menghela nafas kasar nya , ia berharap serigala nya tak meraung lagi.


Zain segera mencari ke seluruh penjuru kamar namun tidak menemukan keberadaan nya , ia pun berpikir jika istri nya itu sedang di kamar mandi tetapi juga tak menemukan nya .


" Nyonya ,,, apa yang anda lakukan ? Biar saya saja nyonya ? " Ucap pelayan yang bernama Ana.


" Tidak,,,, aku hanya ingin membuat mie kuah yang pedas . Aku lapar ." Ucap Ayris yang memotong beberapa sayur dan beberapa bahan yang di ingin kan .


" Biar saya saja nyonya ! " Ucap ana.


" Tidak ana ,aku akan membuatnya sendiri . Pergilah istirahat ini sudah malam !" Ucapan Ayris yang bijaksana memang disenangi para penghuni mansion .


" Bagaimana saya akan istirahat ,jika nyonya memasak sendiri ? Biar saya saja nyonya jika tidak saya akan kena hu,,,,." Ucapan ana terhenti ketika mendapati tuan nya sedang bersandar di tembok .


" Kena ,,, apa ana ? hu ,,, itu apa ?" Ana sudah tak berani menjawab , ia hanya menundukkan kepala nya .


" Oh ,,, maksud mu kena hukuman ? Siapa yang akan menghukum mu ? Katakan saja ana !" Namun Ana hanya diam membisu tak menjawab .


" Ana kamu kenapa ? kenapa diam ?" Ana mendapat isyarat dari Zain untuk diam tidak memberitahu keberadaan nya .


Dari arah yang berbeda Pak Mus berjalan melarang Ayris dan memarahi ana yang membiarkan nyonya memasak sendiri .

__ADS_1


" Nyonya , apa yang anda lakukan ? " Ucap Pak Mus segera mendekati nyonya nya .


" Aku hanya ingin membuat mie kuah ." Ucap Ayris kemudian melanjutkan memasak nya .


" Biar saya saja nyonya ." Ucap Pak mus yang hendak merebut peralatan yang dipegang Nyonya nya .


" Aku bisa membuat nya sendiri, Kalian istirahatlah !" Ucap Ayris namun Pak mus masih bersikeras mengambil nya .


" Tidak ,,,nyonya .Tuan bisa menghukum kami jika membiarkan anda ke dapur ." Ucapan pak mus mendapat cubitan kecil dari ana . Pak mus yang tak mengerti arti cubitan kecil itu memarahi ana.


" Apa ana ,,,? Kau ini bukan memasakan nyonya , tapi membiarkan nyonya memasak sendiri ! Kau tahu tuan akan menghukum mu nanti !". Ucap Pak mus , Ana hanya bisa menghela nafas nya dan menundukkan kepala nya.


" Haaaaa haaaa ,,, tenang saja serigala itu sudah jinak ." Ucapan Ayris mendapat senyuman dari Zain yang tak jauh dari tempat itu .


Ana kemudian mendekat pada pak mus dipalingkan badan nya ke arah tuan muda nya yang tak jauh dari sana . Seketika Pak mus terkejut dan ingin segera menyapa tuan nya namun dilarang oleh zain .


" Kalian kenapa ? Takut dengan suami ku ? Aku sudah menjinakkan nya jadi ia tidak akan meraung lagi ." Ucap Ayris lagi .


Namun Pak Mus dan ana tidak berani menjawab apapun hanya saling pandang dan menunduk .


" Sudah siap , Ana tolong bantu aku membereskan nya ya ." Ucap Ayris membawa semangkuk mie kuah nya dan berlalu meninggalkan dapur namun ia terkejut melihat sang suami tersenyum pada nya .


" Sayang ,,,, sejak kapan berada di sini ? Kau mau ini enak sekali ?" Ucap ayris membawa mie itu ke meja makan .


Zain yang tidak menjawab perkataan istri nya hanya tersenyum memandang sang istri .


" Kenapa tersenyum ? Ahhhhh kau ini bukan menjawab hanya tersenyum . sudah lah aku lapar , aku makan sendiri ya !." Ucap Ayris yang tidak sabar mendengar jawaban Zain , ia melahap semamgkuk mie kuah nya .


Zain yang memandang pada istri nya , benar saja porsi makan nya telah berubah dan ia makin bersifat aneh .


Setelah menghabiskan nya Ayris beranjak membawa mangkuk dan meletakkan di dapur .


Pak Mus dan Ana yang masih berada di sana hanya menundukkan kepala .


Ayris pun mampir ke kulkas mengambil sebotol jus jeruk kemudian menghampiri suami nya.


" Sayang ,,, ayo kita ke atas !" Ucap Ayris menggandeng tangan suami nya . Namun Zain hanya menatap nya dan membisikkan sesuatu di telinga Ayris .


" Serigala jantan mu sudah jinak ." Ayris sontak terkejut memandang sang suami . Kemudian ia tertawa merentangkan kedua tangan nya .


Zain yang melihat tingkah ayris semakin gemas saja , kemudian ia menggendong ayris ke kamar nya .

__ADS_1


" Sayang ,,,, aku mencintai mu ."


BersambungπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2