
Setelah selesai Ayris membereskan piring dan sisa makanan lalu Zain yang mendorong nya keluar kamar .
Beberapa hari Zain memang mengambil quality time untuk Ayris . Ayris begitu menyukai ke bersamaan tersebut tetapi Ayris tidak menyukai Zain membawa pekerjaan nya di kamar nya .
Zain menggendong Ayris ke kamar mandi , Setelah beberapa saat menggendongnya kembali ke ranjang tempat tidur mereka .
Saat bercengkrama di tempat tidur ,Ayris memeluk bidang dada Zain kemudian satu jari jari tangan nya bermain main di atas bidang dada.
Zain menangkap tangan yang bermain main di dadanya kemudian mencium nya . Tetapi tidak sampai disitu saja Zain berguling menindih tubuh Ayris dan memandang lekat lekat wajah cantik mungil itu.
" Sayang , kau yang memulai nya . Jangan salahkan aku jika menginginkan nya." Ucap Zain mengedipkan sebelah mata nya kemudian bergerak turun ingin menyambar bibir cerry ayris.
" Ti ,,,tidak sayang ,aku lelah . Ijinkan aku tidur malam ini ." Ucap Ayris menutup bibir Zain dengan tangan nya , ayris mengerti apa yang di inginkan Zain .
Kemudian Zain menyingkirkan tangan mungil ayris dan mencium nya kemudian ia berguling ke samping Ayris.
" Aku tahu , untuk itu jangan sampai menggoda ku . Atau kau akan menanggung akibat dari setiap godaan mu ." Ucap Zain memandang ke arah ayris dan mengedip sebelah mata nya.
Ayris yang memandang nya kemudian berganti berguling ke atas tubuh Zain . Ia memandang lekat lekat wajah suami nya . Zain yang melihat tingkat keberanian ayris heran tetapi menyukai nya .
__ADS_1
" Sayang , aku ingin jalan jalan keluar . Aku bosan ada di Mansion , aku ingin ke mall , ke panti juga ingin menghabiskan waktu ku bersamamu ." Ucap Ayris kemudian merebahkan kepalanya ke bidang dada zain.
" Tidak ." Jawaban Zain yang singkat jelas dan padat membuat Ayris mendongkkan kepala nya memandang ke arah Zain.
" Kenapa ? Aku janji tidak akan kabur . Aku hanya ingin jalan jalan saja . please ! ." Ucap Ayris, Zain tampak ragu menjawab namun memandang lekat mata Ayris yang memang benar tidak ada kebohongan.
" Haaaaaa,,,, haaaaaa,,,, bukan itu sayang . Tapi aku khawatir dengan keselamatan mu, lagipula suami mu ini seorang pengusaha pasti banyak musuh yang mengintai ." Ucap Zain memandang nya, Zain hanya beralasan saja . Ia tidak ingin membuat Ayris khawatir jika ia seorang ketua mafia yang banyak musuh mengintai di mana mana.
" Kau bisa menyuruh beberapa bodyguard menemaniku dan juga Mira atau kau sendiri yang ingin menemaniku sayang." Ucap Ayris masih merayu Zain dengan mengedipkan sebelah mata nya.
"Lagi pula aku bisa be,,,,." Ayris tersadar dengan ucapan nya hanya diam memandang mata elang Zain.
" Bisa apa sayang ,,,Be-- apa ? " Ucap Zain yang sengaja memojokkan Ayris . Zain sudah memgetahui jika Ayris bisa beladiri.
" Ti,,,, ti,,,tidak , aku bisa belanja buku buku sayang ." Ucap Ayris mengalihkan perkataan nya . Zain tersenyum melihat sikap salah tingkah nya.
" Kau ingin buku ? Di perpustakaan banyak buku buku apa kau tidak menyukai nya ." Ucapan mengingatkan nya ruang perpustakaan yang mempunyai buku buku lengkap bahkan lebih detil dari book store yang ada di mall mall .
" Ti,,, tidak . Kau sungguh tidak mengerti ." Kemudian Ayris berguling turun dari dada Zain membelakangi nya.
__ADS_1
Ia mengonel sendiri mengerucutkan bibir cerry nya tanpa memandang ke arah Zain.
Zain yang melihat tingkah nya semakin gemas , Ayris berani merajuk dengan nya tapi tidak dengan vivia . Perbedaan yang luar biasa antara kedua nya bagai kan langit dan bumi .
Tangan Zain menelusup di antara pinggang ramping Ayris . Ia memeluk erat tubuh Ayris sari punggung belakang . Namun Ayris menghempaskan tangan Zain kemudian menarik selimut nya .Ia kesal dengan Zain karena tidak memperbolehkannya jalan jalan ke Mall.
" Haaaaa ,,,, haaaaa . Sayang kau sedang merajuk ?" Ucap Zain dengan tawa nya , ia semakin gemas dengan sikap Ayris.
" Baik lah . Aku akan mengijinkan mu tapi ada syarat nya !." Ucap Zain yang pasti punya akal licik membuat Istri nya kembali tersenyum.
" Apa ,,,?" Ucap Ayris membuka selimut nya dan berbalik menghadap Zain ,Ia memandang lekat wajah Zain.
" Tergantung bagaimana kau merayu ku ? Jika aku senang ,aku akan mengijinkanmu tetapi jika tidak bisa coba lagi ." Ucap Zain mengedipkan salah satu mata nya .
Ayris tampak bingung harus bagaimana ? Ia seorang gadis dingin yang tak pandai merayu bagaimana bisa merayu suami serigaka nya itu.
Sejenak ia dia membisu kemudian menatap lekat mata Zain . Ia sedang memikirkan cara merayu nya , apalagi ia tak pandai berkata kata .
ππππππBersambung
__ADS_1