
Max yang mengendarai sendiri mobil nya ke pent house milik nya setelah seharian bersama tuan nya .
Zain memberitahu max kalau dave membawa chleo pergi berlibur di pulau maldives membuat nya terbang nelayang khawatir dengan nya.
Meskipun bersama dave tetapi rasa khawatir itu tetap saja ada dengan gadis kecil nya .
Zain sering meminta max untuk tinggal di mansion agar tidak bolak balik ke penthouse milik nya namun max tidak mengiyakan atau pun menolak nya .
Tetapi karena pekerjaan nya dan lebih dekat dengan gedung kantor membuat nya sering tinggal di penthouse.
Di kamar zain.
Zain yang berjalan melangkahkan kaki ke kamar nya mendekati sang gadis yang tengah tertidur pulas.
Setelah berolahraga dengan para bawahan nya baku kejar mengelilingi mansion membuat ayris seperti nya merasa kelelahan hingga malam seperti ini belum juga bangun dari tidur nya .
Di usap nya kepala gadis yang telah menjadi istri itu dengan lembut , ada rasa takut jika gerakan tangan nya akan membangunkan ayris .
Zain lalu berjalan ke balkon kamar yang menampakkan cahaya bintang di atas sana menghiasi langit agar tampak indah .
Zain yang masih tidak menyangka mendapatkan gadis yang membuat jantung nya berdebar itu .
" Euggghhhh,,,,,,."
Suara kecil pergerakan ayris membuyarkan kan lamunan zain .
Zain berjalan ke arah tempat tidur dimana ayris tertidur pulas dan hanya membuat gerakan kecil .
__ADS_1
Ayris mulai membuka mata nya karena merasa perut nya sangat lapar. Ia yang berpindah posisi miring terkejut melihat kamar dengan nuansa klasik yang ayris rasa bukan kamar nya .
" Kamar siapa ini ? Bukan kamar ku , apa aku ada di tempat lain lagi ? kemana Mira ? kenapa tidak membangunkan ku hari sudah gelap seperti ini ?"
Gumam Ayris dalam hati
Beberapa pertanyaan mengisi pikiran nya setelah mencoba untuk duduk di tepi ranjang dan menurunkan langkah nya emamdang ke sekeling kamar yang memang berbeda dengan biasa nya .
Saat ia akan berjalan menyusuri setiap sudut kamar suara seorang laki laki mengagetkan nya .
" Sayang,,,, ,kau sudah bangun ? "
Seketika mata ayris yang memandang orang berbadan tinggi besar dengan bagian perut six pack nya terlihat sangat tampan apalagi dengan rambut basah nya terlihat begitu menggoda nya.
"Waoww ,sexy sekali dan sangat tampan ." Gumam Ayris dalam hati .
" Ahhh tidak ,,,,,tidak ,,,,.aku sudah ber suami dan tidak boleh ter goda oleh nya."
" Kenapa di tutup mata nya ? kau tak ingin melihat suami mu yang tampan ini ?"
Ucap Zain yang sudah memakai pakaian nya , Ia memang tengah menggoda istri nya itu .
"Suami ,,,,? Apa dia sudah gila ? aku kan sudah menikah?"
Gumam Ayris dalam hati .
Ayris yang membuka kedua mata nya memandang wajah tampan itu dengan perasaan penasaran .
__ADS_1
Dag dig dug deg,,,,,,,
"Kenapa detak jantungku berdegup kencang ? apa aku sakit?"
Gumam ayris dalam hati nya .
Ia bermonolog sendiri merasakan detak jantung nya yang seakan ingin melompat dari tempat nya yang tak pernah merasakan hal seperti ini ketika berhadapan dengan Faizal .
Seperti ada yang aneh dalam hati nya tetapi ia pun tak bisa memastikan nya.
" Tuan , anda siapa ? kenapa di sini ? Dimana mira? "
Tanya Ayris dengan polos nya seakan tanpa ada dosa bertanya pada suami nya sendiri meskipun ia belum memgetahui nya.
" Hahahaha,,,,,. Tentu saja aku suami mu . Siapa lagi ? Mira telaj selesai jam kerja nya."
Jawab Zain yang dingin dan mengambil beberapa menu makanan yang ia simpan di kamar.
" Tuan ,aku ini sudah menikah .Kenapa kau menyebut sebagai suami ku ?"
Ayris menjawab dengan nada ketus .
" Hahahaha,,,,,.Tentu saja, kau sudah menikah dengan ku ."
Zain semakin senang membuat gadis dingin itu cemberut.
"Aduhhh ,,,,, kau membuat ku pusing saja ." Perkataan zain membuat ayris semakin bingung .
__ADS_1
" kruk kruk,,,,,,,."
Bersambungπππππππ