
" Selamat pagi nona ."
Sapa seseorang di balik pintu tak lain adalah Pak Mus .
" Pak Mus, ada apa ?"
Tanya Ayris menutupi rasa terkejut nya bahkan ketakutan nya.
" Sarapan sudah siap di meja makan nona , tuan sudah menunggu ."
Ucap Pak Mus memberitahu nona muda nya.
Ketika hendak melangkahkan kaki nya meninggalkan kamar ayris terhenti ketika ayris memanggil nya.
" Tunggu Pak Mus ! Tuan siapa ? "
Tanya Ayris .
Bahkan ayris seperti orang bodoh yang menanyakan suami nya sendiri.
" Tentu saja tuan Zain ,suami nona. Permisi nona."
Jawab Pak Mus berlalu meninggalkan Ayris yang masih diam terpaku .
"Apa satu Mansion ini sudah gila ? suami ku nama nya Faizal bukan Zain ."
Gumam ayris dalam hati.
Ayris menutup kembali pintu kamar tersebut sesegera mungkin membersihkan diri . Ia berganti pakaian sederhana dress midi dengan polesan riasan yang natural menghiasi wajah cantik nya.
Sejenak ayris berpikir kapan semua barang barang ini pindah ke kamar ini ? Kamar yang elegan perpaduan klasik dan modern.
Ia bergegas ke lantai satu menapaki satu persatu anak tangga, wajah nya yang terlihat cantik membuat semua orang terpesona memandang nya.
" Selamat pagi nona."
Sapa mira tersenyum ketika melihat ayris turun dari tangga.
__ADS_1
" Mira ,,, kau sudah datang ?"
Ayris tersenyum melihat kehadiran Mira ,sedangkan mira hanya mengangguk pelan .
Ayris sedikit terkejut melihat perubahan sikap nya merasa ada yang berbeda dengan mira atau mungkin hanya firasat nya saja .
" Sayang , kau sudah bangun ? "
Sapaan zain pada ayris membuatnya terkejut diam membisu tak menjawab satu kata pun.
" Hei ,,,,, tuan, berhentilah memanggilku sayang.! Bukan kah sudah ku katakan aku bukan sayang mu ."
Jawaban ketus ayris dan juga sikap dingin nya membuat zain terkekeh geli.
" Hahahaha,,,,,, Sini !"
Suara tawa zain membuat seluruh orang yang berada diruangan terkejut . Zain tak pernah bersikap seperti itu pada orang lain seperti ia bersikap pada ayris.
Zain melihat Ayris yang berjalan melewati nya , tangan nya bergerak cepat menarik badan ayris ke dalam pangkuan nya .
" Aaaaa,,,,."
" Makanlah ,,,,! "
Ucap zain menyuapi Ayris tetapi ayris menolak nya .Gadis jutek itu bersikap dingin dan angkuh.
" Tidak ,,,,, aku bisa makan sendiri ."
Jawaban Ayris yang menolak juga memalingkan wajahnya ke samping , membuat zain merasa gemas melihat tingkah lucu nya.
" Aaaaaa,,,,, ."
Zain masih saja menyuapi nya tetapi lagi lagi ayris menolak nya.
Semua yang ada di meja makan terkejut , mereka tak melihat aura kamarahan zain . Zain tetap telaten membujuk istri kecil nya itu.
" Sayang , makanlah ! apa makanan nya tidak enak ? apa perlu aku mengganti chef nya ? Baiklah aku akan memecat mereka ."
__ADS_1
Perkataan zain sukses membuat mulut ayris terbuka . Gadis itu telah banyak mendengar dari mira kalau tuan zain sangat kejam.
" Tidak ,,,, tidak ,,,jangan !"
ucap ayris seketika membuka mulut nya dan menguyah makanan yang masuk ke dalam mulut nya.
Ayris tak ingin mengorbankan orang lain karena sifat egois nya. Besar di panti asuhan membuat nya mempunyai jiwa belas kasih yang dalam.
"*Aduh nona , kau sedang membuat masalah dengan tuan ."
Gumam Pak Mus.
"Hah,,,,,,apa kau sudah menjadi bucin sekarang ?"
Gumam Max dalam hati.
"Aduhhh,,, nona ,kenapa anda menolak ? bisa bisa tuan berubah menjadi serigala lagi ."
Gumam Rian .
" ihh so sweat π."
Gumam Mira.
"Uhhhh dasar tuan pemaksa."
Gumam ayris dalam hati.
Semua orang bermonolog dengan hati nya masing masing tanpa mereka sadari , wajah mereka menatap sang tuan dan nona .Sedang kan zain yang tengah asyik menyuapi Ayris sesekali melirik ke arah mereka namun tak mempedulikan nya.
"Sudah kenyang, sayang ?"
Ucap zain menatap wajah istri nya .
Sedangkan ayris tak menjawab namun hanya mengangguk pelan . Zain menurun kan Ayris dari pangkuan nya , kemudian menyuruhnya duduk di kursi samping nya .
''Muach."
__ADS_1
Bersambungπππππ