ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 274.


__ADS_3

Papa hendra sengaja mengadakan meeting melalui online dengan para pemegang saham. Mengingat perkataan max jika saham itu di tarik kembali maka adinata tak kan bisa berkuasa .


Hendra telah memikirkan secara matang ketika mendengar semua nya , untuk menebus kesalahan nya harus rela kehilangan sedikit uang demi bersama putra nya yang kini telah melunak .


Hendra melihat istri nya mona yang selama ini merindukan putra nya dan juga melihat zain sama sekali tidak melarang mona untuk menemani cucu nya .


Tak ada salah nya jika ia membantu putra nya dan juga menumbangkan musuh yang selama ini menjadi musuh dalam selimut nya.


Sementara mona yang secara tiba tiba muncul dari balik pintu terkejut melihat suami nya mengadakan rapat pemegang saham . Tak ingin bertanya karena masih mengadakan rapat mona memilih membuatkan kopi dan cemilan untuk suami nya .


Setelah itu , mona pun mencoba membaringkan tubuh nya di tempat tidur sesekali menoleh melihat suami nya yang begitu fokus terhadap meeting yang di lakukan nya .


Mona tertidur merasa kelelahan meskipun berniat menunggu suami nya selesai meeting .Tak berapa lama setelah mona tertidur meeting pun selesai meskipun terjadi perdebatan yang sangat panjang namun hendra berhasil mengambil seluruh saham dari para investor.


Hendra merasa lega ketika ia bisa membantu putra nya dan menebus kesalahan nya meskipun perusahaan rugi tapi tidak merubah keputusan hendra untuk membantu sang putra.


" Kau terlihat kelelahan , meskipun demikian senyum bahagia mu itu tak pernah aku lihat ."


Ucap hendra mengusap pelan wajah istri nya.


" Lihat lah diri mu ! Tidur pun tersenyum ,benar benar membuat ku iri ."


" Dulu aku begitu membanggakan wanita itu , selalu menyebut atas nama cinta . Tapi sekarang , aku benar benar menemukan cinta sejati."


" Begitu besar pengorbanan mu sampai kau rela berpisah dengan putra mu demi aku ."


" Aku tak pernah merasakan jatuh cinta seperti yang ku rasakan pada mu ."


Muach.


Sentuhan hendra ternyata mampu membamgunkan insting wanita yang tengah bermimpi lalu tersenyum pada nya.


" Sudah selesai meeting nya , pa ?"


" Iya , mama terlihat lelah .Mama mau kemana ? Apa kau tak ingin istirahat dulu ?"


" Tidak , ketiga baby a mengobati rasa lelah mama ."


Mona pun kembali bangun akan pergi ke kamar cucu nya ketiga baby a.


" Eh,,, pa, kenapa papa mengadakan meeting online dengan para pemegang saham ? Apa terjadi masalah ?"


Mona kembali membalikkan badan nya ketika hendak ke kamar zain .


" Tidak apa apa ma, sudah lama tidak mengadakan rapat ."


Hendra menutupi apa yang telah terjadi pada perusahaan nya ,yang semata mata ia lakukan untuk putra nya.


" Oh begitu. Yasudah ,mama ke kamar zain dulu ya pa ? Jangan lupa turun makan malam !"


" Iya ma. Papa akan tidur sebentar , sudah lama papa tak punya kesempatan tidur nyenyak selain di sini . Hahaha,,,."


" Ih,,, semua kan karena papa sendiri ."


Mona meninggalkan kamar nya bergegas ke kamar zain yang ternyata telah ramai dengan hiruk pikuk suara tangis bayi yang sedang di mandikan nenek buyut mereka.


Di tempat lain .


Rian yang telah bersiap menjemput leny di kantor karena baru saja selesai meeting dengan client di luar perusahaan .


Sedangkan sely harus pulang sendiri karena leny harus menemani rian pergi ke acara tuan rusdi yang memang sengaja di adakan untuk membuat zain keluar menghadiri acara tersebut atas saran adinata.


Satu rencana yang telah di susun oleh orang kepercayaan zain yaitu anton akan sedikit menguras tenaga kedua nya untuk bermain peran .


" Leny , kau sudah siap ?"


" Hem,,, ."


" Kali ini ,kau boleh melampiaskan kekesalan mu kemarin ."


Ucap rian mengedipkan salah satu mata nya pada leny .


" Sungguh ?"


" Iya ."


" Hahaha,,, . Tunggu pembalasan ku gadis ingusan !"


" Seperti nya kau sangat dendam dengan gadis itu ."


" Sedikit kesal dengan kesombongan nya."


" Baik lah , ayo kita selesaikan tugas hari ini ! Dan kau tahu , malam ini harus selesai !"


" Beres."


Kedua nya bersahabat sejak kecil hingga dewasa pun mereka masih bersahabat meskipun rian telah menikah dengan mira , sahabat nya juga.


Mobil melaju kencang ke tempat tujuan yang pasti dengan pengawalan beberapa bodyguard penyamar , karena anton tak kan membiarkan mereka berdua celaka meskipun pandai bela diri atau pun memiliki senjata pribadi .


Tak selang berapa lama mobil rian sampai di tempat tujuan dimana tuan rusdi mengadakan acara khusus keluarga nya di hotel yang nota bene nya milik zain .


Rusdi yang semula menolak acara anniversary pernikahan nya untuk mengadakan pesta terlebih mengundang banyak orang akhir nya terbujuk rayuan adinata yang tak tahu maksud dan tujuan sebenarnya.


Rusdi memang sahabat adinata tetapi tak pernah mencampuradukan urusan pribadi mereka. Karena sudah berteman sejak kecil , rusdi tahu jika adinata mempunyai sifat ambisi yang begitu besar.


Rusdi pun tidak mengetahui jika adinata tengah menjebak nya dalam satu rencana yang sudah direncanakan oleh adinata.


Para tamu yang telah berdatangan termasuk adinata dan juga sastro dan juga putri nya yang telah menunggu kedatangan seseorang .


Rian dan leny yang membawa sebuah bingkisan kado mahal mencari keberadaan tuan rusdi beserta istri yang tengah menyambut para tamu . Setelah menemukan keberadaan nya , rian berniat menghampiri mereka namun langkah kaki nya di hadang oleh adinata yang kebetulan melihat nya dari kejauhan .


" Kau,,, ? Bagaimana kau ada di sini ? Dan juga untuk apa kau hadir di sini ?"


Adinata menarik tangan rian yang hampir saja menjatuhkan hadiah yang di bawa nya.


" Sikap anda sungguh sangat tidak sopan tuan adinata."


Rian menatap tajam pada adinata lalu memegang kuat kotak hadiah yang ia bawa sebagai wakil dari tuan muda.

__ADS_1


" Hah,,, kau berbicara seolah seorang tuan muda padahal hanya seorang cecunguk .Tempat mu bukan di sini , apakau tahu itu ?"


" Hahaha,,,, Cecunguk tapi di muliakan tuan muda zain . Bagaimana dengan anda ? Apa anda mendapat tempat di keluarga anda ?"


Deg,,,,


Hati adinata bergetar mendengar pernyataan rian seolah mengetahui tentang seluk beluk keluarga nya .


" Kurang ajar , bagaimana cecunguk ini tahu tentang keluarga ku ? Tidak , aku harus tenang ."


Adinata bergumam dalam hati nya .


" Hahaha,,,,, omong kosong apa yang kau bicarakan ? Kau hanya seorang bawahan , bagaimana tahu keluarga terhormat seperti ku ?"


Adinata tetap merendahkan rian memancing segala emosi untuk ikut larut dalam permainan nya.


" Ih,,, keluarga terhormat ? Bagaimana keluarga terhormat bisa menyingkirkan kakak kandung nya sendiri ?"


Leny bergumam lirih meskipun terdengar oleh adinata yang sedikit tercengang dengan pernyataan nya.


" Kau,,,,."


Ketika tangan adinata terangkat akan menampar leny , sudah terlebih dahulu berhenti ketika leny berbicara dengan lantang .


" Apa ucapan ku membuat tersinggung keluarga terhormat seperti anda tuan ?"


Leny berpura pura terkejut dengan apa yang akan di lakukan oleh adinata.


" Ayo kita pergi !"


Rian menarik tangan leny yang memang berada di lengan rian.


" Itu pun jika anda benar benar tuan adinata ."


Ucap leny melangkah pergi dengan berbisik lirih di dekat adinata.


Adinata tertegun mendengar pernyataan gadis itu yang menyatakan kebenaran tentang identitas nya.


Keringat dingin keluar begitu saja tanpa rencana bahkan sangat membuat nya terganggu .


" Apa mereka tahu jika aku bukan adinata ?"


" Tidak , itu tidak mungkin . Aku sudah mengubur dalam dalam kisah itu dan bahkan tidak ada yang tahu kematian adinata ."


" Tidak , aku yakin mereka hanya menggertakku saja .Rencana ku tidak boleh gagal ."


Adinata masih bergumam dalam hati nya , terbang ke alam pikiran nya.


" Kakek,,,."


" Aah,,, a,,, iya ."


Sebuah panggilan tertuju pada nya membuat nya sedikit gugup dan juga khawatir jika orang itu mendengar perbincangan nya dengan rian .


" Kenapa kakek terkejut seperti itu ? Apa kakek sakit hingga keluar keringat dingin ?"


" Ayo , kita duduk dulu kek !"


Ketika sila ingin mengambilkan minuman untuk kakek adinata , kedua bola mata sila tertuju pada seseorang yang bergaun biru yang kini sedang memegang lengan orang yang sangat ia inginkan .


" Dasar wanita sialan !!"


" Awas ! Aku akan membuat mu menyesal !"


Umpatan kesal dari membuat nya hampir saja terbawa emosi jika saja sang papa tidak datang tepat pada waktu nya.


" Papa akan mengajak mu pulang jika sekali lagi membuat ulah , sila ."


Bisikan papa nya membuat nya terkejut sekaligus tertegun dan pudar rasa kesal nya .


Ia bahkan harus memikirkan perkataan papa mu tidakvmemberi nya kebebasan keluar jika tidak menuruti perintah nya.


" Tidak pa, percayalah !"


Sila kemudian berlalu membawa segelas air putih untuk di berikan pada adinata.


Di satu sudut .


Rian dan Leny yang terlihat tampak seperti pasangan serasi menghampiri tuan rusdi untuk memberi selamat dan juga memberi nya bingkisan yang relah di bawa nya.


" Selamat merayakan anniversary pernikahan tuan rusdi dan nyonya ."


Ucap rian .


" Oh , zain ,,,, terimakasih banyak zain dan juga atas kehadiran nya."


" Maaf tuan rusdi , saya utusan dari tuan zain yang berhalangan hadir di karenakan sedang ada kesibukan ."


Ucapan rian membuat rusdi tertegun srkaligus terkejut.


Beberapa waktu yang lalu mereka bertemu dan menyatakan jika ia adalah zain . Bahkan sangat tidak menyangka sama sekali jika terjadi kesalah pahaman .


" Apa maksud mu ? Bukan kah kau adalah zain ?"


" Tuan muda sedang dalam kesibukan jadi beliau tidak sempat datang ."


" Tapi mengapa saat itu kau diam saja ketika kami memanggil mu zain ? Apa ada unsur kesengajaan ? Atau ada satu rencana hingga kalian berbuat seperti itu ?"


Rusdi tampak nya terpancing emosi ketika menhetahui jika rian bukan zain .


" Apa anda tak memperhatikan sifat dari teman kecil anda ? Tidak kah anda menangkap satu keganjilan ?"


Sejenak rusdi menatap pada sahabat nya, lalu menoleh lagi menatap pada rian .


" Apa anda yakin dia teman kecil anda ?"


Sekali lagi rusdi di buat tercengang oleh perkataan rian .


" Dan apakah anda yakin jika pesta anda tidak ada unsur lain ? Setahu saya , anda orang yang enggan dengan keramaian "

__ADS_1


Deg,,,,


Detak jantung rusdi berpacu kencang , setelah mendengar perkataan rian yang benar ada nya.


Rusdi terkadang tidak mengerti apa yang di inginkan adinata yang terlalu berambisi seperti bukan adinata yang di kenal .


" Apa maksud anda ? Bukan kah tidak wajar jika anda menuduh tanpa bukti yang jelas ? Lagi pula apa tuan muda mu tidak mengajari sopan santun ?"


Seakan tak ingin percaya pada perkataan rian , rusdi masih menggali dan mencerna perkataan rian.


" Hahaha,,,, sopan santun dalam hal apa tuan rusdi ? Apa mewakili tuan muda kami adalah hal yang tidak sopan ?"


" Sudah lah sayang , tak perlu berdebat ! Malu di lihat tamu , lagi pula ada benar nya yang di katakan anak muda ini ."


Istri tuan rusdi ikut menimpali perdebatan di antara mereka .


" Kau ingat, adinata mengadakan pesta ini dan mengundang teman teman nya yang tidak kita kenal . Sama sekali bukan sifat adinata yang dulu kali pertama kau memgenalkan nya pada ku ."


Rusdi mengingat saat di mana adinata dengan sedikit ancaman nya mengadakan pesta hari ini meskipun mereka telah menolak nya.


" Aku sependapat dengan pemuda ini jika adinata bukan yang kita kenal . Kau tahu , aku pernah mendengar percakapan nya melalui telepon jika ia membeli saham di perusahaan hendra . Untuk apa dia membeli saham putra nya sendiri ?"


Deg,,,


Lagi lagi rusdi harus menelan rasa pahit tentang sahabat nya dan bagaimana mungkin istri nya sendiri percaya pada orang lain .


" Ma, kau juga ikut menuduh sahabat papa ? "


" Maaf tuan , saya permisi dan maaf jika telah membuat anda gelisah dalam kebingungan . Tapi apa and tak ingin mencoba mencari tahu setidak nya dengan photo ini ."


" Jika dia memang adinata , tentu nya akan saling mengenal . Permisi tuan dan nyonya rusdi."


Rian berpamitan untuk segera meninggalkan tempat itu karena sesuai perintah anton mereka sudah tidak aman lagi namun sempat memberikan sebuah photo pada tuan rusdi.


" Silah kan ! Sampai kan terima kasih ku pada tuan mu atas hadiah nya."


" Baik lah tuan ."


Rian pergi membalikkan badan nya namun menyenggol seseorang di sana.


"Rian , kau ada di sini ? Oh ,,,iya , aku hampir melupakan nya.Tentu nya tuan mu zain tidak akan sempat hadir karena kehadiran ketiga putra putri nya."


Jack tak sengaja menyenggol lengan rian ketika berpapasan dengan nya saat jack hendak menghampiri tuan rumah acara yaitu tuan rusdi.


" Apaaa,,,, jadi zain telah menikah dan memiliki anak ? Lalu kenapa adinata bersikeras menjodohkan nya dengan sila ?"


Gumam rusdi yang tanpa sengaja mendengar perbincangan kedua nya.


" Seperti nya memang benar , aku harus mencari tahu siapa adinata sebenar nya ."


" Dan suara itu ? Aku sangat mengenal nya , mungkin kah itu jack adik nya sastro sahabat liana ?"


Rusdi membalikkan badan nya ingin melihat wajah orang tersebut namun jack terlebih dahulu membalikkan badan nya hingga tak terlihat oleh rusdi.


" Seperti yang anda ketahui tuan . Begitu lah , maka dari itu saya yang menggantikan nya datang ke acara ini ."


Ucap rian tersenyum pada jack yang notabene nya adalah paman lily .


" Baik lah , kita akan bicara nanti . Aku akan bertemu dengan tuan rusdi terlebih dahulu ."


" Silah kan tuan jack !"


Kedua nya berpisah dengan saling tersenyum meninggalkan tempat itu , jack mencari keberadaan tuan rusdi yang ternyata telah berpindah tempat sedangkan rian mencari tempat duduk menikmati hidangan dan minuman .


" Tuan dan nyonya rusdi , selamat merayakan anniversary pernikahan nya ."


Ucap jack yang menghampiri rusdi dan istri nya yang sedang melihat photo yang di berikan oleh rian yang tak lain adalah photo masa remaja nya dengan adinata.


" Jack,,,,,,. Benar kah ini kau ?"


Rusdi berhambur memeluk jack yang tak lain sahabat dari putri nya.


" Iya tuan . Ini saya jack teman dari liana ."


" Bagaimana kabar mu nak ? Apa kau baik baik saja ? Sekian tahun aku mencari mu dan kakakmu bilang jika kau,,,."


" Saya telah meninggal , untuk menguasai harta kakak tertua saya."


Rusdi terkejut ketika mendengar nya dan juga tak menyangka apa yang di katakan jack ternyata sepemikiran dengan nya.


" Bagaimana kau tahu ?"


" Tuan zain yang memberitahu saya."


" Apaaa zain ? Aku benar benar tak menyangka bahkan tak mengerti apa hubungan nya dengan cucu adinata dan para pemegang saham perusahaan kakak mu dengan pesta ku ini . Seperti nya memang benar kata pemuda itu pesta ini mempunyai tujuan tertentu ."


Rusdi menaruh curiga dengan semua rencana adinata yang mengundang para pemegang saham yang tak pernah kenal sama sekali dengan peeusahaan nya melainkan perusahaan kakak jack .


Karena rusdi memegang saham atas nama prily sebesar dua puluh persen atas permintaan ayah prily.


" Hahaha,,,,. Anda akan segera mengetahui nya tuan ."


Buk,,,


" Kenapa memanggil ku tuan ? Panggil aku om ! Kau sudah menikah ? Liana masih menjanda jika kalian ingin menikah lebih cocok karena sudah mengetahui sifat masing masing ."


Ucap rusdi memukul lengan jack.


Deg,,,,


Detak jantung jack ingin melompat dari tempat nya karena mendengar pernyataan tentang liana sahabat nya tersebut yang ternyata telah menjanda .


" Menjanda ? Memang nya kenapa om ?"


" Karena,,,,."


" Ayah,,,,,."


Bersambung 😊😊🙏🙏

__ADS_1


Maaf sekali lagi jika author lama up date karena ada acara maulid jadi agak sibuk .


Happy reading


__ADS_2